Identifikasi Sementara, Ada Lebam di Tubuh Mahasiswa yang Tewas Saat Diksar Mapala

Kompas.com - 01/10/2019, 10:30 WIB
Petugas kepolisian melakuan identifikasi jenazah Aga Trias Tahta, mahasiswa Fisip Unila yang meninggal saat mengikuti diksar UKM pecinta alam Cakrawala. Kepolisian menemukan luka lebam di tubuh jenazah. (Foto: Humas Polda Lampung) KOMPAS.com/TRI PURNA JAYAPetugas kepolisian melakuan identifikasi jenazah Aga Trias Tahta, mahasiswa Fisip Unila yang meninggal saat mengikuti diksar UKM pecinta alam Cakrawala. Kepolisian menemukan luka lebam di tubuh jenazah. (Foto: Humas Polda Lampung)

BANDAR LAMPUNG, KOMPAS.com – Keluarga mahasiswa Fakultas Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Lampung ( Unila) yang meninggal saat mengikuti pendidikan dasar (diksar) UKM pecinta alam Cakrawala menolak dilakukan otopsi. Kepolisian pun masih menunggu hasil visum et repertum.

Kapolres Pesawaran AKBP Popon AS mengatakan, pihaknya masih mendalami kasus meninggalnya mahasiswa Jurusan Sosiologi bernama Agas Trias Tahta (19) tersebut.

Popon menjelaskan, petugas kepolisian sudah mendatangi kediaman anak pasangan Denny Muhtadin (53) dan Rosdiana (52) tersebut sebelum jenazah dimakamkan kemarin. Kedatangan petugas untuk mengidentifikasi jenazah almarhum.

Baca juga: Polisi Selidiki Kematian Mahasiswa Saat Diksar Pecinta Alam

Menurut Popon, saat ini kepolisian masih menunggu hasil visum et repertum. Karena keluarga menolak dilakukan otopsi.

“Kita kan inginnya otopsi. Tapi pihak keluarga menolak untuk diotopsi,” katanya saat dihubungi, Senin (30/9/2019) malam.

Menurut Popon, dari hasil identifikasi sementara diketahui kondisi jenazah mengalami luka lebam. Ada dua jenis lebam, yaitu lebam mayat dan lebam yang diduga hasil kekerasan.

“Itu masih dugaan, kami masih menunggu hasil visum. Kami akan mendalami kasus ini,” katanya.

Baca juga: Fakta Kematian Mahasiswa Unila Saat Diksar Mapala, Sempat Izin Ikut Demo hingga Diduga Kelelahan

Sementara itu, orangtua almarhum Aga mengaku sudah mengikhlaskan kematian anaknya itu. Denny juga mengaku menolak saat kepolisian meminta dilakukan otopsi. Tetapi, keluarga tetap menuntut agar kasus ini diusut tuntas.

Diketahui, mahasiswa Jurusan Sosiologi Fisip Unila bernama Aga Trias Tahta meninggal dunia saat mengikuti diksar UKM pecinta alam Cakrawala pada Minggu (29/9/2019) di Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran.

Aga diketahui sempat pingsan saat mengikuti diksar. Belum diketahui secara pasti penyebab meninggalnya Aga.

Pengurus UKM Cakrawala Shyntia Claudia mengatakan, pelaksanaan diksar tersebut sudah sesuai standar yang telah ditentukan sebelumnya. Diksar tersebut mencakupi pelatihan mental dan fisik.

“Kegiatan fisik seperti push up. Kegiatan ini sudah sesuai standar diksar pecinta alam lainnya, tujuannya agar bisa menghadapi dan beradaptasi terhadap kondisi alam,” katanya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X