Kompas.com - 24/09/2019, 08:00 WIB
Petugas pemadam kebakaran hutan dan lahan di Dusun V Desa Muara Medak Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin melakukan terapi oksigen di rumah oksigen. Selain petugas, warga sekitar pun diperbolehkan untuk melakukan terapi oksigen tersebut. ISTIMEWA/PEMKAB MUBAPetugas pemadam kebakaran hutan dan lahan di Dusun V Desa Muara Medak Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin melakukan terapi oksigen di rumah oksigen. Selain petugas, warga sekitar pun diperbolehkan untuk melakukan terapi oksigen tersebut.

 

PALEMBANG,KOMPAS.com- Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan membuat rumah oksigen di Dusun V, Desa Muara Medak, Kecamatan Bayung Lencir yang merupakan lokasi titik api.

Rumah oksigen tersebut diperuntukkan bagi warga yang terkena dampak dari kabut asap serta para petugas pemadaman di Desa Muara Medak.

Kepala Dinas Kesehatan Muba dr Azmi mengatakan, rumah oksigen tersebut didirikan setelah mendapatkan intruksi dari Bupati Dodi Reza Alex.

Baca juga: Kualitas Udara di Pontianak Berbahaya, Dinas Kesehatan Siagakan Rumah Oksigen

 

Sebab, sampai saat ini, lokasi di Desa Maura Medak masih terselimuti asap akibat kebakaran hutan dan lahan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Rumah oksigen ini, dapat digunakan warga sekitar dan petugas gabungan yang melaksanakan pemadaman karhutla. Di mana, rumah oksigen ini bertujuan untuk mengembalikan kandungan oksigen dalam darah," kata Azmi, Selasa (24/9/2019).

Menurut Azmi, sebanyak lima tabung oksigen disiapkan di lokasi tersebut. Selain oksigen, obat-obatan untuk warga juga telah disiapkan berikut dengan tim medis.

Warga yang terkena dampak akan diterapi dengan oksigen dari tabung selama lima menit. Hal itu dilakukan secara bergantian dengan warga lain begitu juga dengan petugas pemadaman.

Baca juga: Kabut Asap Masih Selimuti Palembang, Jam Kerja ASN Dipangkas

"Warga yang terkana dampak atau petugas karhutla nanti terapi sekitar 5 sampai 10 menit dengan oksigen murni. Untuk pertugas dapat dilakukan terapi setiap selesai melaksanakan tugas. Untuk wilayah lain tidak menutup kemungkinan juga akan dibuat rumah oksigen,"ujarnya.

Sebelumnya, berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan, sebanyak 657 titik api terpantau di Sumsel pada Minggu (23/9/2019). 

 Dari total tersebut, Kabupaten Musi Banyuasin memiliki titik api terbanyak yakni 228 hotspot. Lalu, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) 114 titik, Musi Rawas 96 titik, Musi Rawas Utara 87 titik, PALI 34 titik, Banyuasin 33 titik, Ogan Ilir 24 titik, OKU Timur 15 titik, Muara enim 13 titik, OKU 11 titik, Empat Lawang 11 titik, OKU Selatan empat titik, Lahat tiga titik dan Palembang dua titik.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Regional
Lewat '1000 Baju Baru', Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Lewat "1000 Baju Baru", Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Regional
Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Regional
Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Regional
Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.