Kabut Asap Masih Selimuti Palembang, Jam Kerja ASN Dipangkas

Kompas.com - 24/09/2019, 06:07 WIB
Kondisi kabut asap tebal masih menyelimuti kota Palembang akibat kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Sumatera Selatan. KOMPAS.com/AJI YK PUTRAKondisi kabut asap tebal masih menyelimuti kota Palembang akibat kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Sumatera Selatan.

 

PALEMBANG,KOMPAS.com- Kondisi kabut asap di kota Palembang akibat kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Sumatera Selatan kian memprihatinkan karena kualitas udara yang terus menurun.

Wakil Wali Kota Palembang Fitrianti Agustinda pun mengambil langkah untuk memangkas jam kerja para aparatur sipil negara (ASN) yang bekerja di kantor Pemerintah Kota Palembang.

Menurut Fitri, jam masuk kerja ASN pada pukul 08.00 WIB diundur menjadi pukul 09.00 WIB.

Baca juga: Sejumlah Wilayah di Riau Diguyur Hujan, Kabut Asap Sedikit Berkurang

UPDATE: Kompas.com menggalang dana untuk para korban kebakaran hutan dan lahan di Indonesia. Sumbangkan sedikit rezeki Anda untuk membantu mereka yang membutuhkan, terutama untuk pembelian masker dan kebutuhan lainnya yang perlu. Klik di sini untuk donasi.

Kemudian, jam pulang akan dipercepat, yang semula pukul 16.00 WIB menjadi pukul 15.00 WIB.

"Ini diambil keputusan beradasarkan rapat terkait kualitas udara di Palembang. Peraturan jam kerja ini dimulai hari ini,"kata Fitri, Selasa (24/9/2019).

Fitri mengatakan, ia pun telah berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Palembang untuk menerbitkan surat edaran terkait jam kerja untuk para ASN.

Pemberlakukan jam kerja itu pun akan tetap diterapkan hingga kondisi udara di Palembang mulai membaik.

"Kalau situtasinya sudah mulai membaik maka jam kerja juga akan normal kembali,"ujarnya.

Baca juga: Terpapar Kabut Asap, Ibu Hamil 4 Bulan di Riau Bernapas Dibantu Oksigen

Hal yang sama terjadi di Pemerintahan Provinsi Sumatera Selatan. Seluruh jam kerja organisasi perangkat daerah (OPD) dikurangi.

 Selain itu, jam belajar sekolah tingkat SMA dan SMK pun diundur pada pukul 08.00 WIB yang semula berlangsung pukul 7.30 WIB.

 "Untuk pelajar SMA/SMK yang sekolahnya siang, jam masuk tetap dan jam pulang dimajukan 1 jam lebih cepat. Untuk ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumsel jam masuk diundur menjadi pukul 08.00 WIB dari sebelumnya pukul 07.30 wib dan jam pulang tetap. Kegiatan apel pagi dan senam pagi untuk sementara ditiadakan. Kegiatan ini bersifat sementara sampai kondisi cuaca Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) membaik,"kata Sekda Provinsi Sumsel Nasrun Umar.

 

 

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cegah Corona, Kendaraan Lewat Jembatan Suramadu Disemprot Disinfektan

Cegah Corona, Kendaraan Lewat Jembatan Suramadu Disemprot Disinfektan

Regional
UPDATE: 1 Warga Jombang Positif Covid-19, Awalnya Berstatus PDP dan Dinyatakan Sehat

UPDATE: 1 Warga Jombang Positif Covid-19, Awalnya Berstatus PDP dan Dinyatakan Sehat

Regional
Juru Parkir RS Sebarkan Video Hoaks Pasien Corona Ditangkap di Palembang

Juru Parkir RS Sebarkan Video Hoaks Pasien Corona Ditangkap di Palembang

Regional
Cegah Corona, Akses Keluar Masuk Kota Kendari Bakal Diperketat

Cegah Corona, Akses Keluar Masuk Kota Kendari Bakal Diperketat

Regional
Diduga Depresi, Turis Asing Berjalan Telanjang Bulat di Bali

Diduga Depresi, Turis Asing Berjalan Telanjang Bulat di Bali

Regional
Seorang Polisi di Medan Diduga Tewas Tertembak Rekannya, Ada Luka di Kepala

Seorang Polisi di Medan Diduga Tewas Tertembak Rekannya, Ada Luka di Kepala

Regional
Kala Warga Berikan Semangat untuk Pasien Positif Virus Corona yang Dijemput dari Rumahnya

Kala Warga Berikan Semangat untuk Pasien Positif Virus Corona yang Dijemput dari Rumahnya

Regional
Cegah Corona, Warga Sikka yang Keluar Malam Didenda Rp 1 Juta

Cegah Corona, Warga Sikka yang Keluar Malam Didenda Rp 1 Juta

Regional
Menantu Cabuli Ibu Mertua, Simpan Banyak Foto Perempuan Lansia di Ponsel

Menantu Cabuli Ibu Mertua, Simpan Banyak Foto Perempuan Lansia di Ponsel

Regional
Cegah Covid-19, Objek Wisata Malino Ditutup untuk Umum

Cegah Covid-19, Objek Wisata Malino Ditutup untuk Umum

Regional
Pemkot Bandung Akan Bagikan 22.000 Paket Sembako untuk Warga Terdampak Corona

Pemkot Bandung Akan Bagikan 22.000 Paket Sembako untuk Warga Terdampak Corona

Regional
Dua Pemudik dari Jakarta Demam Tinggi Setiba di Salatiga, Diminta Karantina Diri

Dua Pemudik dari Jakarta Demam Tinggi Setiba di Salatiga, Diminta Karantina Diri

Regional
Kisah Pilu Jenazah Positif Corona di Tasikmalaya: Ditolak Warga, 24 Jam Tertahan di Ambulans

Kisah Pilu Jenazah Positif Corona di Tasikmalaya: Ditolak Warga, 24 Jam Tertahan di Ambulans

Regional
UPDATE: Pasien Positif 02 di Lampung Meninggal

UPDATE: Pasien Positif 02 di Lampung Meninggal

Regional
Satu Pasien PDP Corona Asal Bangladesh Meninggal di Babel

Satu Pasien PDP Corona Asal Bangladesh Meninggal di Babel

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X