Kualitas Udara di Pontianak Berbahaya, Dinas Kesehatan Siagakan Rumah Oksigen

Kompas.com - 16/09/2019, 20:08 WIB
Rumah oksigen disiagakan di 7 lokasi di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Senin (16/9/2019) dok Dinas Kesehatan Kota PontianakRumah oksigen disiagakan di 7 lokasi di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Senin (16/9/2019)

PONTIANAK, KOMPAS.com - Kebakaran hutan dan lahan ( karhutla) yang menimbulkan kabut asap pekat masih terus terjadi di hampir seluruh wilayah Kalbar Kalimantan Barat.

Bahkan, berdasarkan Informasi Konsentrasi Partikulat (PM10) yang dilansir dari laman Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pontianak, yang terpantau Senin (16/9/2019) puk 19.05 WIB, kualitas udara jauh melampaui nilai ambang batas (NAB), yakni 357.91 µgram/m3, yang artinya masuk kategori berbahaya.

Sebagaimana diketahui, nilai ambang batas (NAB) adalah batas konsentrasi polusi udara yang diperbolehkan berada dalam udara ambien. Nilai ambang PM10 = 150 µgram/m3.

Baca juga: Jarak Pandang Hanya 150 Meter, Bandara Supadio Pontianak Lumpuh Total

Untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, Dinas Kesehatan Kota Pontianak bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pontianak menyiagakan rumah oksigen.

" Rumah oksigen ini bagi warga yang mengalami sesak napas akibat kabut asap karhutla," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Sidiq Handanu Senin malam.

Handanu menyebut, rumah oksigen di Kota Pontianak disiagakan di 7 lokasi. Masing-masing berada di Kantor Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Jalan Ahmad Yani Pontianak; Puskesmas Gang Sehat; Puskesmas Alianyang; Puskesmas Perumnas 1; Puskesmas Kampung Dalam; Puskesmas Siantan Hilir; dan Puskesmas Kampung Bangka

"Rumah oksigen baru buka hari ini, dan akan beroperasi sampai asap hilang," tutupnya.

Baca juga: Bandara Supadio Pontianak Lumpuh karena Kabut Asap, 37 Penerbangan Dibatalkan

Diberitakan, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Harrison menyebut, kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi hingga saat ini mengakibatkan sedikitnya 6.025 warga menderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Dia merinci, penderita ISPA di Kalbar menyasar hampir di semua rentang usia, yang meliputi bayi di bawah lima tahun, anak-anak, dewa dan orang lanjut usia.

"Data ini jumlah penderita ISPA di seluruh Kalbar, dalam rentang waktu minggu ke-37 sejak bencana karhutla," kata Harrison, Senin (16/9/2019).

Untuk penanggulangannya, dinas kesehatan seluruh wilayah Kalbar telah membagikan sebanyak lebih dari 80 ribu masker kepada masyarakat.

"Pembagian ini untuk mengantisipasi semakin buruknya polusi udara di Kalbar," ucapnya.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X