Material Sumur Minyak Era Belanda yang Mendadak Semburkan Lumpur Diteliti

Kompas.com - 22/09/2019, 13:02 WIB
Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto (tengah baju abu-abu), saat meninjau lokasi sumur minyak tua yang menyemburkan lumpur bercampur minyak, Minggu (22/9/2019). Dok. Humas Pemkab GresikBupati Gresik, Sambari Halim Radianto (tengah baju abu-abu), saat meninjau lokasi sumur minyak tua yang menyemburkan lumpur bercampur minyak, Minggu (22/9/2019).

GRESIK, KOMPAS.com - Sumur minyak tua peninggalan zaman kolonial Belanda yang tiba-tiba menyemburkan material campuran minyak dan lumpur, yang berada di Desa Sekarkurung, Kecamatan Kebomas, Gresik, Jawa Timur, mendapat perhatian dari Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto.

Bersama dengan perwakilan dari PT Pertamina Hulu Energi (PHE), perwakilan dari SKK Migas, dan beberapa pejabat di lingkup Pemkab Gresik, Sambari meninjau lokasi semburan sumur minyak tua peninggalan kolonial Belanda tersebut, Minggu (22/9/2019).

"Syukur alhamdulillah, semburan ini tidak berdampak. Kami berharap, semburan ini bisa bermanfaat untuk masyarakat maupun pemerintah," ujar Sambari di sela agenda peninjauan.

Baca juga: Sumur Minyak Era Belanda Mendadak Semburkan Lumpur

Kendati mengatakan belum memiliki dampak, Bupati Gresik memerintahkan kepada pejabat dan otoritas terkait untuk tetap menjaga dan waspada akan kemungkinan yang bakal terjadi sebagai langkah antisipasi,

"Saya juga minta kepada tiga pilar yaitu pihak pemerintah kecamatan, Koramil dan Polsek Kebomas, ditambah Satpol PP serta Damkar Gresik, untuk mengamankan dan mengantisipasi semua yang bakal terjadi agar dapat meminimalisir dampak ke masyarakat," ucap dia.

Tidak hanya itu, Sambari juga memerintahkan kepada Badan Lingkungan Hidup (BLH) Gresik untuk mengambil contoh material yang disemburkan dari sumur tersebut, guna diteliti lebih lanjut di laboratorium milik PHE, laboraturium milik SKK Migas, maupun di laboratorium milik BLH Gresik sendiri.

Baca juga: Anak Usaha Pertamina Bor Tiga Sumur Minyak di Cepu

Bupati Gresik juga telah memerintahkan kepada BLH Gresik untuk berkoordinasi dengan PHE dan SKK Migas.

Dari hasil koordinasi tersebut pihak berwenang telah membongkar lokasi semburan yang selama ini tertutup, dan kemudian menggali semacam penampungan dan melokalisir semburan dengan membuat tanggul yang terbuat dari karung pasir memutari area sumur.

Seperti diberitakan sebelumnya, sumur minyak tua bekas peninggalan kolonial Belanda yang berada di lahan milik Nanang Zamroni, tiba-tiba menyemburkan material lumpur bercampur minyak pada Kamis (19/9/2019) pagi, kendati dikatakan apabila sumur tua tersebut sudah lama tidak berfungsi.

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X