Fakta di Balik Ibu Muda Lahirkan Bayi Kembar 4, Tak Ada Keturunan hingga 1 Dapat Penangan Khusus

Kompas.com - 21/09/2019, 06:05 WIB
Yuningsih (25), ibu muda yang baru saja melahirkan empat bayi perempuan masih dirawat di Rumah Sakit Wiradadi Husada, Sokaraja, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Jumat (20/9/2019). KOMPAS.COM/FADLAN MUKHTAR ZAINYuningsih (25), ibu muda yang baru saja melahirkan empat bayi perempuan masih dirawat di Rumah Sakit Wiradadi Husada, Sokaraja, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Jumat (20/9/2019).

KOMPAS.com - Kebahagian sedang dirasakan pasangan Yuningsih (25) dan suaminya Imam Yasir Kharis (22), betapa tidak, dalam usia pernikahan yang belum genap setahun, kedua pasangan ini langsung dikarunia empat bayi kembar berjenis kelamin perempuan.

Empat bayi berjenis kelamin perempuan itu lahir melalui proses sesar di Rumah Sakit Wiradadi Husada, Sokaraja, Kabupaten Banyumas, Rabu (18/9/2019) petang dan dalam kondisi sehat.

Yuni sapaan akrabnya mengaku hingga saat ini ia dan suami belum memiliki nama yang akan diberikan kepada keempat buah hatinya.

Berikut ini fakta selengkapnya:

1. Tak memiliki keturunan keluarga lahir kembar

Ilustrasi perempuan hamil.THINKSTOCKPHOTOS Ilustrasi perempuan hamil.

Yuni mengatakan, tidak ada satu pun dari keluarganya maupun keluarga suaminya yang memiliki keturunan bayi kembar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Yuni juga tidak menjalankan program kehamilan. Selama mengandung, kata Yuni, perutnya lebih besar dari orang hamil pada umumnya. amun, tidak menyangka apabila yang dikandungnya empat janin sekaligus.

"Berat badan juga tidak naik drastis, dari tadinya 40 kilogram jadi 54 kilogram," katanya Yuni yang masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Wiradadi Husada, Jumat (20/9/2019).

Baca juga: Keluarga Ibu Muda yang Lahirkan Bayi Kembar 4 Tak Punya Riwayat Keturunan Kembar

2. Hamil empat bulan sudah ada empat janin

Ilustrasi hamilHoneyriko Ilustrasi hamil

Yuni menceritakan pada usia kehamilan dua bulan, diketahui ada dua janin yang dikandungnya. Namun, pada usia kehamilan empat bulan, diketahui ada empat janin.

"USG pertama ada dua, kemudian saat USG kedua pada usia kandungan empat bulan, ternyata ada empat. Tahu itu kaget, dan sempat tidak percaya," katanya.

Ia pun sangat bersyukur, dalam usia pernikahan yang belum genap setahun ini langsung dikaruniai empat momongan sekaligus.

Baca juga: Ibu Muda Ini Terkejut Ada 4 Janin Kembar Saat Kehamilan Bulan Keempat, Sebelumnya Hanya 2 Janin

3. Keempat bayi masih memerlukan perawatan

Ilustrasi bayi kembar enam.SHUTTERSTOCK Ilustrasi bayi kembar enam.

Manajer Pelayanan Rumah Sakit Wiradadi Husada dr Aji Darundriyo mengatakan, empat bayi kembar yang baru saja dilahirkan pasangan dari Imam Yasir Kharis (22) dan Yuningsih (25) dalam kondisi sehat.

Hanya saja, sambungnya masih memerlukan perawatan medis, keempat bayi tersebut masih diinkubator karena berat badannya masih di bawah rata-rata bayi normal.

"Bayi sekarang masih diinkubator, karena berat badannya kurang dari 2,5 kilogram. Dirawat dulu sampai kondisinya memungkinkan. Tergantung kondisi kalau sudah stabil, bisa pulang," kata Aji ketika ditemui di rumah sakit, Jumat (20/9/2019).

Baca juga: Begini Kondisi 4 Bayi Kembar Perempuan yang Baru Lahir di Banyumas

4. Bayi lahir prematur

Ilustrasi bayiShutterstock Ilustrasi bayi

Dokter yang merawat keempat bayi pasangan dari Yuningsih (25) dan Imam Yasir Kharis (22), dr Nursyamsi Agustina mengatakan, bayi lahir prematur dalam usia kandungan 36 minggu.

"Secara umum kondisi bayi pertama baik, sudah lepas oksigen, bayi kedua dan ketiga stabil, saat ini masih pakai oksigen tapi sudah membaik. Bayi keempat stabil, tapi masih menggunakan alat bantu oksigen," jelas Nur.

Seperti diketahui bayi pertama lahir dengan berat badan 1,8 kg, kemudian bayi kedua seberat 1,1 kg, bayi ketiga 1,4 kg dan bayi keempat hanya 930 gram.

Baca juga: Cerita Ibu Muda Asal Banyumas yang Tak Sangka Lahirkan Bayi Kembar 4

5.  Bayi keempat perlu penangan khusus

Ilustrasi bayi.miraclebaby.co.uk Ilustrasi bayi.

Nur mengatakan, bayi keempat rencananya dirujuk ke rumah sakit lain yang memiliki peralatan lebih memadai.

Pasalnya, bayi dengan berat 930 gram tersebut perlu mendapatkan penanganan khusus.

"Nanti akan kami evaluasi, yang penting napas cukup dan berat badan cukup. Jika diperlukan, akan dirujuk ke fasilitas yang lebih memadai," kata Nur.

Baca juga: Perempuan Ini Melahirkan Bayi Kembar 4 Secara Normal

Sumber: KOMPAS.com (Fadlan Mukhtar Zain)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.