Kisah Rosna, Wanita Asal Maluku Pertama yang Sujud Syukur di Puncak Carstensz

Kompas.com - 20/09/2019, 06:20 WIB
Rosna Pesilette (38), pendaki wanita asal Pulau Buru, Maluku mengibarkan bendera Kanal Ambon di puncak tertinggi indonesia, Carstensz Pyramid, Papua, 14 September 2019. Dok. Rosna PesiletteRosna Pesilette (38), pendaki wanita asal Pulau Buru, Maluku mengibarkan bendera Kanal Ambon di puncak tertinggi indonesia, Carstensz Pyramid, Papua, 14 September 2019.

AMBON, KOMPAS.com - Tangis haru bercampur bahagia seketika pecah tatkala Rosna Pesilette menginjakkan kakinya di atas puncak gunung tertinggi di Indonesia, Carstensz Pyramid di pegununungan Jaya Wijaya, Papua.

Dengan berurai air mata, perempuan asal Namlea, Kabupaten Buru, Maluku, ini berulang kali sujud syukur di atas puncak yang tingginya mencapai 4.884 mdpl, sambil mendoakan keluarganya di kampung halaman.

Keberhasilannya menaklukkan puncak Carstensz membuat Rosna mencatatkan namanya sebagai perempuan pertama asal Maluku dan juga Indonesia Timur yang berhasil menginjakkan kakinya di atap Indonesia itu.

Kepada Kompas.com saat dihubungi dari Ambon, Rosna yang saat ini telah turun dari puncak tertinggi di Indonesia itu mengaku sangat senang dan bahagia mampu menaklukkan puncak Carstensz yang ekstrem.

“Berada di atas puncak Carstensz Pyramid membuat saya sangat terharu, bahagia dan senang sekali,”kata Rosna, Kamis malam (19/9/2019).

Baca juga: Jatuh dari Ketinggian 6 Meter, Pendaki Ini Merangkak Selama 2 Hari dengan Kaki Patah

Ibu dua anak ini mengisahkan, sebelum bertolak dari Namlea, Pulau Buru menuju ke Timika, Papua, untuk mendaki puncak Carstensz, dia terlebih dahulu mengikuti simulasi dan latihan panjat di Desa Liang, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, selama satu hari penuh.

Selama mengikuti latihan, Rosna ditemani sejumlah seniornya dari Kelompok Pecinta Alam (KPA) Kanal Ambon.

Selama menjalani masa latihan itu, berbagai teknik dipelajarinya termasuk cara memanjat tebing batu.

Medan yang akan ia lalui untuk mencapai puncak Carstensz juga harus melalui tebing batu.

Rosna mengaku ia tidak pergi sendirian untuk mendaki puncak Carstensz dari Ambon. Ia ditemani dua seniornya yakni Budi Herman dan juga Koko Handoko yang sebelumnya telah mencatatkan nama mereka sebagai penakluk puncak tertinggi di indonesia itu.

Bersama kedua seniornya, Rosna kemudian bertolak menuju Papua dari Kota Ambon pada 8 September 2019.

Rosna bersyukur karena dia bisa pergi dengan kedua seniornya itu, sehingga ia tidak harus merasa khawatir.

“Saya sebenarnya telah merencanakan ke puncak Carstensz itu tahun depan, tapi kebetulan dua senior saya punya agenda ke sana, saya langsung ikut. Suami saya juga menyarankan agar saya lebih baik ikut bersama mereka,” ujar dia.

Dukungan keluarga

Rosna mengatakan, menaklukkan puncak Carstensz bukanlah perkara mudah baginya. Sebab selain harus menyiapkan fisik dan mental yang kuat, ia juga harus menyiapkan biaya yang tidak sedikit demi untuk memenuhi mimpinya itu.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X