Fakta Baru Ledakan di Mako Brimob Jateng, Tempat Penyimpanan Belum Ideal hingga Belum Diketahui Penyebabnya

Kompas.com - 19/09/2019, 06:30 WIB
ledakan gudang penyimpanan barang bukti berisi bahan peledak di Srondol, Jawa Tengah. srondolledakan gudang penyimpanan barang bukti berisi bahan peledak di Srondol, Jawa Tengah.

KOMPAS.com - Pasca-ledakan di gudang berisi barang-barang bukti temuan masyarakat berupa bahan peledak di Mako Brimob, Polda Jawa Tengah, Srondol, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (14/9/2019) lalu sekitar pukul 07.00 WIB, hingga saat ini belum diketahui penyebabnya.

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel mengaku, pasca-kejadian tersebut akan mengevaluasi penempatan bahan peledak temuan masyarakat di Mako Brimob Polda Jateng.

Selain itu, pihaknya juga telah mengajukan penyusunan terkait gudang penyimpanan bahan peledak yang ideal kepada PT Dahana selaku mitra yang ditunjuk oleh Polri.


Berikut ini fakta terbarunya:

1. Tempat penyimpanan belum ideal

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel saat ditemui awak media di lobi kantor Mapolda Jateng, Rabu (18/9)KOMPAS.com/RISKA FARASONALIA Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel saat ditemui awak media di lobi kantor Mapolda Jateng, Rabu (18/9)

Rycko mengungkapkan, ledakan yang terjadi pada Sabtu 14 September 2019 lalu di tempat penyimpanan bahan peledak dan bom temuan masyarakat memang dirasa belum ideal.

Untuk itu perlu dilakukan sejumlah prosedur tetap (protap) yang harus dipenuhi terkait pengamanan tempat penyimpanan.

"Dari sisi penempatan bangunan, sebenarnya sudah sesuai standard operation procedure (SOP) yang ditetapkan. Jarak gudang dengan rumah warga memang cukup jauh, sekitar 100 meter. Tapi ini memang belum ideal," katanya, Minggu (15/9/2019).

Baca juga: Mako Brimob Semarang Meledak, Kapolda Jateng Akui Ada Kelemahan di Gudang Bahan Peledak

2. Siagakan 15 anggota untuk keamanan dan di dalam gudang

Dua anggota Brimob Polda Jateng berada di dekat reruntuhan gudang tempat penyimpanan bahan peledak dan bom temuan dari masyarakat, setelah terjadinya ledakan di gudang tersebut, di kompleks Markas Brimob Polda Jateng, di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (14/9/2019). Penyebab terjadinya ledakan yang juga mengakibatkan kerusakan pada sejumlah rumah warga itu masih dalam penyelidikan polisi.ANTARA FOTO/R REKOTOMO Dua anggota Brimob Polda Jateng berada di dekat reruntuhan gudang tempat penyimpanan bahan peledak dan bom temuan dari masyarakat, setelah terjadinya ledakan di gudang tersebut, di kompleks Markas Brimob Polda Jateng, di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (14/9/2019). Penyebab terjadinya ledakan yang juga mengakibatkan kerusakan pada sejumlah rumah warga itu masih dalam penyelidikan polisi.

Rycko mengatakan, sementara ini di Mako Brimob Semarang, jateng, menjadi salah satu pilihan tempat penyimpanan bahan peledak dan bom temuan masyarakat yang kebanyakan digunakan saat perang dunia II.

Selain itu, lanjutnya, pengawasan keamanan gudang bahan peledak maupun bom di dalamnya selalu terpantau 24 jam oleh petugas yang berjaga untuk mengontrol kondisi dan situasi tempat penyimpanan bahan peledak di dalam gudang.

“Sejauh ini ada 15 anggota yang selalu memantau setiap hari untuk keamanan dan di dalam gudang ada empat anggota yang berjaga untuk mengecek jumlah bahan peledak. Setiap hari mereka yang bertugas memberikan laporan jumlah dan kondisi bahan peledak yang disimpan di dalam gudang," katanya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Viral Polisi Langgar Sistem Satu Arah, Atasan Minta Maaf

Viral Polisi Langgar Sistem Satu Arah, Atasan Minta Maaf

Regional
Diduga Langgar Kode Etik, Anggota KIP Lhokseumawe Dilapor ke DKPP

Diduga Langgar Kode Etik, Anggota KIP Lhokseumawe Dilapor ke DKPP

Regional
Aktivitas Erupsi Gunung Tangkuban Parahu Mulai Menurun, Status Tetap Waspada

Aktivitas Erupsi Gunung Tangkuban Parahu Mulai Menurun, Status Tetap Waspada

Regional
Ini Strategi Pemdaprov Jabar Pertahankan Gelar Primadona Investasi

Ini Strategi Pemdaprov Jabar Pertahankan Gelar Primadona Investasi

Regional
Fakta Guru Silat Cabuli 5 Murid sejak 2016, Modus Pijat Peregangan Otot hingga Dijerat UU Perlindungan Anak

Fakta Guru Silat Cabuli 5 Murid sejak 2016, Modus Pijat Peregangan Otot hingga Dijerat UU Perlindungan Anak

Regional
Polisi yang Bawa Senjata Api Saat Demo yang Tewaskan Mahasiswa Kendari Disidang

Polisi yang Bawa Senjata Api Saat Demo yang Tewaskan Mahasiswa Kendari Disidang

Regional
Fakta Terbaru OTT Wali Kota Medan, Harta Rp 20 M hingga Setoran untuk Tutupi Biaya ke Jepang

Fakta Terbaru OTT Wali Kota Medan, Harta Rp 20 M hingga Setoran untuk Tutupi Biaya ke Jepang

Regional
Di Daerah Ini Polisi Dilarang Berkumis dan Brewok, Melanggar Langsung Dicukur

Di Daerah Ini Polisi Dilarang Berkumis dan Brewok, Melanggar Langsung Dicukur

Regional
Agar Pelajar Tak Demo Saat Pelantikan Presiden, 400 Kepala Sekolah Se-Cianjur Dikumpulkan

Agar Pelajar Tak Demo Saat Pelantikan Presiden, 400 Kepala Sekolah Se-Cianjur Dikumpulkan

Regional
Lepas Kendali, Mobilio 'Nyungsep' di Persimpangan Lampu Merah

Lepas Kendali, Mobilio "Nyungsep" di Persimpangan Lampu Merah

Regional
Fakta Terkini Pasca-rusuh di Penajam Paser Utara, Situasi Kondusif hingga 3 Pelaku Ditangkap

Fakta Terkini Pasca-rusuh di Penajam Paser Utara, Situasi Kondusif hingga 3 Pelaku Ditangkap

Regional
Kisah Suyati Rawat Ibu dan Anak yang Lumpuh, Tak Mampu Beli Pembalut hingga Berharap Belas Kasih Tetangga

Kisah Suyati Rawat Ibu dan Anak yang Lumpuh, Tak Mampu Beli Pembalut hingga Berharap Belas Kasih Tetangga

Regional
Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Talaud, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Talaud, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Suami Pembakar Isteri Di Surabaya Ditangkap di Dalam Bus

Suami Pembakar Isteri Di Surabaya Ditangkap di Dalam Bus

Regional
Pembunuh “Debt Collector” di Cianjur Terancam Hukuman Mati

Pembunuh “Debt Collector” di Cianjur Terancam Hukuman Mati

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X