Ricuh, Massa Lempar Batu dan Rusak Pagar Kanwil Kemenkumham NTB

Kompas.com - 18/09/2019, 11:39 WIB
Suasana aksi KOMPAS.com/IDHAM KHALIDSuasana aksi

MATARAM, KOMPAS.com - Massa yang mendatangi Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Nusa Tenggara Barat, membuat kericuhan, Rabu (18/9/2019).

Massa merusak gerbang dan melempari gedung dengan batu.

Berdasarkan pantauan Kompas.com, peruskan gerbang dan pelemparan batu dipicu oleh emosi massa yang terlibat saling dorong dengan petugas keamanan.

Kaca depan Kanwil Kemenkumham pecah dan sejumlah papan nama ikut rusak.

Adapun, kericuhan tersebut berawal dari aksi unjuk rasa massa yang berasal dari organisasi masyarakat Nahdlatul Wathan.

Baca juga: Kronologi Remaja yang Bunuh dan Bakar Pacarnya di NTB

Sekretaris Pengurus Besar Nahdlatul Wathan (PBNW) Samsul Rijal mengatakan, perusakan dan pelemparan batu tersebut dilakukan oleh oknum yang telah diprovokasi.

"Saya mengira, yang melakukan pelemparan tadi itu adalah massa yang terpancing emosinya, karena oknum provokkator yang tidak bertanggung jawab," ujar Rijal.

Sebelumnya, kedatangan massa ini menuntut pencabutan surat keputusan (SK) yang dikeluarkan pada pada 10 September 2019 oleh Kementerian Hukum dan HAM.

SK tersebut terkait penetapan Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang selaku Ketua Umum Dewan Tanfiziah Nahdlatul Wathan.

Massa menilai, penerbitan SK tersebut tidak sah, karena sebelumnya sudah ada SK yang diterbitkan oleh Kemenkumham pada 2016.

SK tersebut yang menetapkan Siti Raehanun Zainuddin Abdul Majid sebagai ketua PBNW.

Baca juga: Terkait Kematian Zainal, Kapolda NTB dan Kapolres Lombok Timur Didemo Mahasiswa



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

6.919 Ternak Babi Mati Diserang Virus ASF, Pemkab Belu Harap Bantuan Segera Turun

6.919 Ternak Babi Mati Diserang Virus ASF, Pemkab Belu Harap Bantuan Segera Turun

Regional
KPU Sulut Siap Layani Pasien Positif Corona Gunakan Hak Pilih, Begini Mekanismenya

KPU Sulut Siap Layani Pasien Positif Corona Gunakan Hak Pilih, Begini Mekanismenya

Regional
Cerita Kakek 72 Tahun Kumpulkan 2.900 Telur Penyu dalam Sebulan, Dijaga sampai Menetas

Cerita Kakek 72 Tahun Kumpulkan 2.900 Telur Penyu dalam Sebulan, Dijaga sampai Menetas

Regional
PSBB Kabupaten Bogor Berakhir, Jumlah Pasien yang Sembuh Meningkat

PSBB Kabupaten Bogor Berakhir, Jumlah Pasien yang Sembuh Meningkat

Regional
Kasus Pengunduran Diri 64 Kepala Sekolah SMP Diadukan ke KPK

Kasus Pengunduran Diri 64 Kepala Sekolah SMP Diadukan ke KPK

Regional
Gubernur Kalbar Copot 2 Kepala SMK, PGRI: Tidak Boleh Sewenang-wenang

Gubernur Kalbar Copot 2 Kepala SMK, PGRI: Tidak Boleh Sewenang-wenang

Regional
Demonstran Penolak RUU HIP Boleh Bertemu Anggota Dewan, asal Ikut Rapid Test

Demonstran Penolak RUU HIP Boleh Bertemu Anggota Dewan, asal Ikut Rapid Test

Regional
Dalam 3 Hari, Pasien Corona di Kalsel Bertambah 403 Orang, Kini Catat 4.621 Kasus

Dalam 3 Hari, Pasien Corona di Kalsel Bertambah 403 Orang, Kini Catat 4.621 Kasus

Regional
14.483 Orang Mengungsi dan 24 Jiwa Meninggal Akibat Banjir Masamba

14.483 Orang Mengungsi dan 24 Jiwa Meninggal Akibat Banjir Masamba

Regional
Pasien Covid-19 di Ogan Ilir Mencapai 107 Orang, Kantor Pemkab Ditutup

Pasien Covid-19 di Ogan Ilir Mencapai 107 Orang, Kantor Pemkab Ditutup

Regional
Karyawan Toko Positif Covid-19, Pusat Belanja BTC Solo Tutup 7 Hari

Karyawan Toko Positif Covid-19, Pusat Belanja BTC Solo Tutup 7 Hari

Regional
Cegah Penumpukan Warga, Pemkot Mataram Matikan WiFi Gratis di Ruang Publik

Cegah Penumpukan Warga, Pemkot Mataram Matikan WiFi Gratis di Ruang Publik

Regional
Anaknya Tidak Lolos PPDB, Puluhan Orangtua Gembok SMA 5 Padang

Anaknya Tidak Lolos PPDB, Puluhan Orangtua Gembok SMA 5 Padang

Regional
Wakil Bupati OKU Selatan Positif Corona, Ajudan hingga Keluarga Diisolasi

Wakil Bupati OKU Selatan Positif Corona, Ajudan hingga Keluarga Diisolasi

Regional
Seorang Tersangka Kasus Pungli PDAM Kudus Dinyatakan Positif Corona

Seorang Tersangka Kasus Pungli PDAM Kudus Dinyatakan Positif Corona

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X