Dampak Bencana Kabut Asap, 7 Penerbangan "Delay" hingga Sekolah Diliburkan

Kompas.com - 11/09/2019, 06:35 WIB
Pengendara sepeda motor menembus kabut asap pekat dampak dari kebakaran hutan dan lahan yang menyelimuti Kota Pekanbaru, Riau, Senin (9/9/2019) pagi. Berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatogi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru melalui satelit Terra/Aqua pada Senin (9/9) terpantau 1.278 titik panas di Sumatera. ANTARA FOTO/RONY MUHARRMANPengendara sepeda motor menembus kabut asap pekat dampak dari kebakaran hutan dan lahan yang menyelimuti Kota Pekanbaru, Riau, Senin (9/9/2019) pagi. Berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatogi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru melalui satelit Terra/Aqua pada Senin (9/9) terpantau 1.278 titik panas di Sumatera.

KOMPAS.com - Asap kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Selatan membuat 7 penerbangan di Bandara Syamsuddin Noor, Banjarmasin, mengalami penundaan.

Menurut Kepala Komunikasi dan Legal Bandara Syamsuddin Noor Aditya Putra Patria, jarak pandang di runway Bandara Syamsuddin Noor hanya berkisar 200 hingga 400 meter karena kabut asap pekat, Selasa (10/9/2019). 

Sementara itu, kabut asap juga melanda wilayah Pekanbaru, Riau. Akibatnya, seluruh murid Sekolah Dasar ( SD) Negeri 105 di Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru, Riau, diliburkan.

Dari pantauan pihak sekolah, kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah tersebut semakin parah.

Baca fakta lengkap terkait dampak kabut asap karhutla di beberapa daerah: 

1. Delay satu hingga dua jam

Pengembangan bandara Syamsuddin NoorAngkasa Pura 1 Pengembangan bandara Syamsuddin Noor

Dari informasi yang diterima Kompas.com, ada tujuh penerbangan yang mengalami keterlambatan dari sejumlah maskapai.

"Iya, ada tujuh yang delay, semuanya penerbangan pagi," ujar Aditya Putra Patria, saat dihubungi, Selasa.

Menurutnya, jarak pandang di runway Bandara Syamsuddin Noor Selasa pagi hanya berkisar 200 hingga 400 meter karena kabut asap pekat.

Kondisi tersebut membuat pesawat yang seharusnya sudah siap lepas landas terpaksa kembali ke apron menunggu kabut asap menimpis.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Umat Muslim Lebih Dianjurkan Berkurban Tahun Ini

Umat Muslim Lebih Dianjurkan Berkurban Tahun Ini

Regional
WN Afghanistan Ditemukan Tewas Gantung Diri di Kamar Mandi

WN Afghanistan Ditemukan Tewas Gantung Diri di Kamar Mandi

Regional
Pencuri yang Melukai Mata Korban di Tanjung Balai Ditangkap

Pencuri yang Melukai Mata Korban di Tanjung Balai Ditangkap

Regional
Misteri Asal Usul Lagu Yamko Rambe Yamko: Teori Diciptakan Soekarno hingga Dibawa Guru-guru ke Papua

Misteri Asal Usul Lagu Yamko Rambe Yamko: Teori Diciptakan Soekarno hingga Dibawa Guru-guru ke Papua

Regional
Tinggal di Cikarang, Bagaimana Pembakar Mobil Tahu Rumah Via Vallen di Sidoarjo?

Tinggal di Cikarang, Bagaimana Pembakar Mobil Tahu Rumah Via Vallen di Sidoarjo?

Regional
Perkawinan Sedarah di Kerinci, Antara Tradisi dan Pemicu Bayi Stunting

Perkawinan Sedarah di Kerinci, Antara Tradisi dan Pemicu Bayi Stunting

Regional
Pasien Covid-19 yang Sembuh di Riau Bertambah

Pasien Covid-19 yang Sembuh di Riau Bertambah

Regional
IDI Jatim Minta Insentif untuk Tenaga Medis Segera Dicairkan

IDI Jatim Minta Insentif untuk Tenaga Medis Segera Dicairkan

Regional
Sidak, Bupati Banyumas Temukan Tempat Karaoke Nekat Beroperasi di Tengah Pandemi

Sidak, Bupati Banyumas Temukan Tempat Karaoke Nekat Beroperasi di Tengah Pandemi

Regional
Kisah Aiptu Budiman, Dulu Pernah Marah Saat Diminta Shalat, Kini Punya Pesantren Anak Yatim

Kisah Aiptu Budiman, Dulu Pernah Marah Saat Diminta Shalat, Kini Punya Pesantren Anak Yatim

Regional
Manisnya Gula Aren, Warisan Turun-temurun Jadi Andalan Saat Pandemi

Manisnya Gula Aren, Warisan Turun-temurun Jadi Andalan Saat Pandemi

Regional
Pesawat Garuda yang Tergelincir di Makassar Telah Dievakuasi dan Sedang Diinvestigasi KNKT

Pesawat Garuda yang Tergelincir di Makassar Telah Dievakuasi dan Sedang Diinvestigasi KNKT

Regional
Belum Sebulan Dilantik, Kadis Kelautan dan Perikanan Jabar Tutup Usia

Belum Sebulan Dilantik, Kadis Kelautan dan Perikanan Jabar Tutup Usia

Regional
Vent-I, Ventilator Portabel Karya Anak Bangsa, Segera Diproduksi Massal oleh Perusahaan Jepang

Vent-I, Ventilator Portabel Karya Anak Bangsa, Segera Diproduksi Massal oleh Perusahaan Jepang

Regional
4 Fakta Polisi Gadungan Merampok Mobil, Bingung karena Fitur Canggih

4 Fakta Polisi Gadungan Merampok Mobil, Bingung karena Fitur Canggih

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X