Kompas.com - 08/09/2019, 08:14 WIB
Suasana Kantin Sastra atau Kansas di Universitas Indonesia, Depok. KOMPAS.com/AFDHALUL IKHSANSuasana Kantin Sastra atau Kansas di Universitas Indonesia, Depok.

DEPOK, KOMPAS.com - Siang itu tak lebih ramai dari biasanya, hanya dua sampai lima orang yang terlihat menyantap makanan di atas meja berwarna cokelat di Kantin Sastra (Kansas) yang berada di Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat.

Puluhan bangku berjejer dengan posisi meja di tengahnya menjadi saksi betapa sepinya Kansas.

Terdapat puluhan kios penjual makanan berjejer mengelilingi gedung Kansas.

Menu makanan pun sudah terpasang jelas di atas kios dan sangat bervariatif, ada mi ayam, masakan sunda, jawa, sate padang, gado-gado hingga gorengan.

Untuk arsitektur bangunan berbentuk bundar dan atapnya kerucut ditutupi fiberglass lengkap dengan penyerap panas, seakan membuat pengunjungnya betah berlama-lama di kantin tersebut.

Baca juga: Cerita Kantin Mbok Jum di Kampus UNS, Tempat Nembak Pacar hingga Balas Budi Mahasiswa

Kebetulan tahun ini bertepatan dengan masa orientasi studi dan pengenalan kampus atau yang dikenal dengan nama ospek.

"Makan buk, pakai sayur kankung ini sama lauknya ikan," tunjuk Larasati Darmananda (20), salah satu mahasiswa UI, tanpa menunggu antrean.

Selang beberapa menit, makanan langsung diberikan sesuai permintaan pemesan. Di piring warna putih terdapat nasi, sayur kangkung, sawi dan ikan balado lengkap dengan sambalnya.

Dengan menu tersebut, Laras cukup merogoh kocek Rp 15.000 saja.

"Menu-menunya banyak seperti warteg pada umumnya. Yang terpenting buat saya ada karbohidrat dan proteinnya, itu yang penting. Terus enaknya di sini juga terjaga kebersihannya," ujarnya saat ditemui Kompas.com, Selasa (20/8/2019).

Suasana Kantin Sastra atau Kansas di Universitas Indonesia, Depok.KOMPAS.com/AFDHALUL IKHSAN Suasana Kantin Sastra atau Kansas di Universitas Indonesia, Depok.
Menu yang menjadi favorit sebut Laras di antaranya, ada ayam bakar mas roni, ayam kremes mas alan, mie ayam dan sate padang.

Hal itu pula yang membuatnya kerap datang ke Kansas, selain strategis, harganya pun sangat terjangkau.

"Banyak sih menu favoritnya karena murah, jadi sering ke sini apalagi juga dekat dengan fakultas saya. Kebetulan aja nih lagi libur kampus jadi agak sepi," ungkapnya.

Laras mengaku turut senang karena perubahan di Kansas. Salah satu yang mencolok yaitu budaya bebersih setelah makan.

Contohnya mengembalikan bekas alat makan dan minuman ke troli yang telah disediakan oleh petugas.

"Pernah direnovasi tapi enggak sebagus sekarang dan ini paling bagus sampai bagian dalamnya. Jadi ada kayak politik kontrolnya, kalau dulu kan dianterin terus ada yang beresin meja juga. Kalau sekarang kita sendiri yang ngatur semuanya," ujarnya.

Meski begitu, kata Larasati, masih terdapat banyak kekurangan yang perlu diperhatikan seperti jumlah kursi dan meja makan yang perlu ditambah.

Di sisi lain, adanya pemisahan meja makan antara mahasiswa dengan dosen. Seakan-akan adan monopoli kekuasaan yang dipraktikkan oleh dosen-dosen di ruang dapur.

"Semenjak direnovasi itu memang lebih adem dan enggak boleh ngerokok. Tetapi setelah ditata ulang, bangku makin sedikit terus enggak enaknya itu ada pemisahan tempat duduk antara mahasiswa dan dosen. Jadi kalau tempat duduk penuh kita jadi harus ngalah dan enggak bisa makan," paparnya.

Mahasiswi lainnya, Sophia Annisa (19) mengatakan, kerap berkunjung ke Kansas sebagai solusi untuk menjaga asupan gizi makanan, karena terdapat banyak menu sayuran.

Alasan lainnya karena Kansas sangat terkenal di seluruh fakultas di UI dan telah menjadi legenda.

Suasana Kantin Sastra atau Kansas di Universitas Indonesia, Depok.KOMPAS.com/AFDHALUL IKHSAN Suasana Kantin Sastra atau Kansas di Universitas Indonesia, Depok.
Demikian juga dengan fisik bangunan yang terbilang unik, tertutup dan jauh dari asap rokok. Kualitas dan higienitas makanan jadi terjaga.

"Iya pernah, Kansas kan yang harganya standar juga. Pas saya coba di dalamnya itu lebih rapi dan bersih begitu juga dapur-dapurnya," ujarnya.

Baca juga: Kisah Kantin Mem di USU, Murah Meriah dan Tempat Makan Sebelum Demo

Demi kenyamanan dan kemanan pengguna kantin, jam buka tutup diberlakukan.

Jadi bagi kalian yang ingin ke Kansas disarankan jangan berlama-lama nongkrong, karena Kansas sudah tak seperti dulu lagi.

Kansas buka dari Senin-Jumat pukul 07.00-18.30 WIB, sedangkan Sabtu-Minggu buka pukul 08.00-14.30 WIB.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Regional
Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X