Syukur Penyintas Tanah Bergerak Sukabumi, Pindah ke Rumah Sementara Meski Hanya 4x4 Meter

Kompas.com - 01/09/2019, 07:07 WIB
Rumah hunian sementara (huntara) yang dibangun Pemkab Sukabumi untuk penyintas bencana tanah bergerak di Nyalindung, Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (31/8/2019). KOMPAS.COM/BUDIYANTORumah hunian sementara (huntara) yang dibangun Pemkab Sukabumi untuk penyintas bencana tanah bergerak di Nyalindung, Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (31/8/2019).

SUKABUMI, KOMPAS.com - Penyintas bencana tanah bergerak di Kampung Gunungbatu, Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung, Sukabumi, Jawa Barat, bersyukur karena akhirnya bisa menempati hunian sementara (huntara) mulai Sabtu (31/8/2019).

Setelah empat bulan mengungsi, sebanyak 74 kepala keluarga (KK) penyintas akan menempati huntara karena ada tempat yang lebih layak dari pos pengungsian meski bangunan huntara yang akan ditempati berukuran 4 x 4 meter persegi, tidak seperti rumah sebelumnya.

"Alhamdulillah senang, ada tempat yang lebih layak dan bisa ditempati. Karena rumah saya sudah rusak, sudah tidak layak dihuni lagi," ungkap Eli (41) kepada Kompas.com di lokasi huntara, Sabtu petang.

Baca juga: Kisah Mak Tiyah, Bertahan Menempati Rumah Panggung di Zona Merah Tanah Bergerak

Berdasarkan pantauan di lokasi huntara hingga Sabtu petang, warga penyintas belum menempati rumah huntara itu. Banyak warga penyintas bencana memilih akan pindah dari pos pengungsian ke huntara mulai Minggu (1/9/2019).

Lokasi pembangunan huntara dibangun di lahan seluas lebih satu hektar berlokasi di Kampung Ciboregah-Riunggunung desa setempat.

Di lokasi ini, selain 74 unit huntara dalam 37 kopel, juga terdapat 4 unit tempat mandi cuci kakus (MCK) dengan masing-masing 3 kamar dan sarana air bersih.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Iya, mulai hari ini huntara bagi para penyintas bencana pergerakan tanah bisa mulai ditempati. Tadi sudah kami berikan secara simbolis kunci pintu sesuai nomor rumahnya kepada perwakilan penyintas," kata Asisten Daerah Setda Kabupaten Sukabumi Ade Setiawan kepada Kompas.com seusai peresmian huntara di Nyalindung, Sabtu petang.

Baca juga: Peluk dan Tangis Korban Bencana Tanah Bergerak, Tak Bisa Lebaran di Rumah Sendiri

Dia menuturkan, tidak semua penyintas bencana tanah bergerak ini siap menempati huntara. Karena ada juga para penyintas yang memilih mencari tempat sendiri seperti mengontrak atau menempati rumah keluarga atau kerabat.

"Di huntara ini, para penyintas bisa menempati minimal dua tahun sebelum direlokasi menempati hunian tetap (huntap). Namun untuk lahan huntap ini belum ada dan perlu kajian serta proses panjang" tuturnya.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Regional
Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Regional
Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Regional
Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Regional
Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Regional
Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Regional
Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Regional
Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Regional
Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.