Satpol PP Bongkar Tembok yang Memblokade Jalan Umum di Surabaya

Kompas.com - 29/08/2019, 18:56 WIB
Sejumlah petugas Satpol PP Kota Surabaya membongkar tembok yang memblokir jalan di Kelurahan Bolak Banteng, Kecamatan Kenjeran, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (29/8/2019). Dok. Pemkot SurabayaSejumlah petugas Satpol PP Kota Surabaya membongkar tembok yang memblokir jalan di Kelurahan Bolak Banteng, Kecamatan Kenjeran, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (29/8/2019).

SURABAYA, KOMPAS.com - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya bersama jajaran Kelurahan Bulak Banteng dan jajaran Kecamatan Kenjeran membongkar tembok yang memblokade jalan umum di Kelurahan Bulak Banteng, Kecamatan Kenjeran, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (29/8/2019).

Kepala Satpol PP Kota Surabaya Irvan Widyanto mengatakan, pembongkaran itu dilakukan demi kepentingan umum, lantaran jalan tersebut merupakan jalan raya yang banyak dilewati kendaraan roda dua dan roda empat.

Pembangunan tembok untuk memblokade jalan umum itu dilakukan sejak kemarin oleh salah satu oknum warga.

Baca juga: Demo di Fakfak, Massa Bakar Kantor Lembaga Adat dan Blokade Jalan

 

Akibat blokade itu, pengendara sulit melintas di jalan tersebut. Bahkan, banyak mobil yang putar balik karena tidak bisa melintas, padahal setiap harinya, mobil-mobil itu lalu lalang di jalan tersebut.

Irvan menjelaskan, awalnya ia menerima informasi dan laporan dari masyarakat bahwa ada sekelompok oknum atau orang yang melakukan penutupan jalan. Oknum tersebut berdalih memiliki sertifikat atas lahan di jalan tersebut.

Menyikapi hal tersebut, Satpol PP, pihak kelurahan, kecamatan dan jajaran polsek memanggil beberapa tokoh masyarakat serta meminta saran dari pihak akademisi.

Beberapa tokoh yang lahir dan besar di daerah ini, kata Irvan, menyatakan bahwa dari dulu lahan itu memang dibuat untuk jalan umum.

"Nah, kalau dari dulu jalan, otomatis patut diduga tidak mungkin itu ada alas haknya, karena ini untuk kepentingan umum,” kata Irvan, Kamis.

Menurut Irvan, tokoh masyarakat dan warga setempat resah dengan adanya penutupan jalan tersebut. Sebab, pembangunan tembok itu hanya bisa dilalui oleh sepeda motor.

Irvan juga mengaku khawatir kalau sewaktu-waktu terjadi kedaruratan, misalnya terjadi kebakaran, nanti ambulans dan mobil PMK tidak bisa masuk.

"Ini mobil PMK tidak bisa masuk, jadi ini mengganggu kepentingan umum," ujar Irvan.

Baca juga: Massa di Kota Sorong Kembali Blokade Jalan dan Bakar Dua Kios

Sementara itu, pihak yang mengaku pemilik lahan dan pembangun tembok akhirnya mengalah dan hanya melihat beberapa petugas Satpol PP melakukan pembongkaran.

Setelah tembok itu dibongkar, seluruh kendaraan, baik roda dua dan roda empat bisa kembali melintas di jalan tersebut.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X