Modus Mengaku Wartawan, 3 Oknum Ini Ancam Publikasi Foto Pribadi dan Minta Rp 100 Juta

Kompas.com - 27/08/2019, 16:57 WIB
Tiga orang oknum yang mengaku wartawan saat digelandang di acara jumpa pers kasus pemerasan Mapolres Bantul, Yogyakarta, Selasa (27/8/2019). KOMPAS.com/MARKUS YUWONOTiga orang oknum yang mengaku wartawan saat digelandang di acara jumpa pers kasus pemerasan Mapolres Bantul, Yogyakarta, Selasa (27/8/2019).

Namun karena kekurangan Rp 35 juta tidak segera ditransfer korban, ketiga oknum tersebut kembali mendatangi rumah korban.  

Wartawan gadungan

Merasa menjadi korban pemerasan, korban yang berprofesi sebagai wiraswasta melaporkan kasus itu ke Polres Bantul pada Rabu (21/8/2019).

Mendapat laporan itu petugas langsung lakukan penyelidikan dan Rabu malam berhasil menangkap ketiga pelaku di sebuah rumah makan dekat PKU Muhammadiyah Bantul.

"Dari pengakuan, TS, DS dan MD ini baru pertama kali beraksi dan ketiganya ini ternyata wartawan gadungan," ucapnya.

Riko mengatakan, uang hasil pemerasan digunakan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.  Pelaku diancam pasal 368 KUHP tentang pemerasan dengan ancaman maksimal kurungan 9 tahun. 

Baca juga: Diduga Peras Kepala Desa, 2 Oknum Wartawan Ditangkap Polisi

Pengakuan pelaku: sasaran pemerasan acak

Salah satu pelaku, MD mengaku aksi pemerasan yang dilakukan bersama dengan dua kawannya baru pertamakali dan sasarannya acak.

Aksi pemerasan itu karena terbentur kebutuhan ekonomi. Menurut dia, kartu pers didapat dari koleganya di Kampung Melayu, cabangnya di Cangkringan, Sleman.

"Tugas saya konfirmasi bapak itu dan bapak itu bilang jangan diekspos terus saya ajak mundur lalu nego," katanya. 

Halaman:


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Banyak Temui TKI Terlantar di Luar Negeri, Dedi Mulyadi Usul Petugas KBRI Berjaga di Bandara

Banyak Temui TKI Terlantar di Luar Negeri, Dedi Mulyadi Usul Petugas KBRI Berjaga di Bandara

Regional
Noken hingga Camilan Lokal Disiapkan Jadi Oleh-oleh PON Papua

Noken hingga Camilan Lokal Disiapkan Jadi Oleh-oleh PON Papua

Regional
Bentang Alam Berubah Pasca-gempa di Sigi, Sabo Dam Dibangun untuk Cegah Longsor dan Banjir Bandang

Bentang Alam Berubah Pasca-gempa di Sigi, Sabo Dam Dibangun untuk Cegah Longsor dan Banjir Bandang

Regional
Cemburu, Pemuda Ini Bacok Sopir Truk Tronton Berkali-kali di Kontrakan

Cemburu, Pemuda Ini Bacok Sopir Truk Tronton Berkali-kali di Kontrakan

Regional
Jelang Pilkada 2020, Calon Panwascam Diseleksi Secara Online

Jelang Pilkada 2020, Calon Panwascam Diseleksi Secara Online

Regional
Kisah Rifal Pembudidaya Ular, Berawal dari Hobi Kini Jadi Bisnis Menguntungkan

Kisah Rifal Pembudidaya Ular, Berawal dari Hobi Kini Jadi Bisnis Menguntungkan

Regional
Satu Anggota Brimob Polda Sulteng Gugur Seusai Baku Tembak

Satu Anggota Brimob Polda Sulteng Gugur Seusai Baku Tembak

Regional
750 Rumah di Solok Selatan Terendam Banjir, 469 Warga Mengungsi

750 Rumah di Solok Selatan Terendam Banjir, 469 Warga Mengungsi

Regional
Dompet Dhuafa dan Kabupaten Magetan Berkolaborasi Berantas Kemiskinan

Dompet Dhuafa dan Kabupaten Magetan Berkolaborasi Berantas Kemiskinan

Regional
Polemik Rumah Deret Tamansari, Warga Digusur hingga Komnas HAM Angkat Suara

Polemik Rumah Deret Tamansari, Warga Digusur hingga Komnas HAM Angkat Suara

Regional
Cerita Petani di Kampar yang Rugi Ratusan Juta Rupiah akibat Banjir

Cerita Petani di Kampar yang Rugi Ratusan Juta Rupiah akibat Banjir

Regional
Kronologi Dedi Mulyadi Selamatkan TKI Telantar Asal NTT di Bandara Dubai, Terpisah dari Sang Agen

Kronologi Dedi Mulyadi Selamatkan TKI Telantar Asal NTT di Bandara Dubai, Terpisah dari Sang Agen

Regional
Diguyur Hujan 4 Jam, Sejumlah Wilayah di Samarinda Terendam Banjir

Diguyur Hujan 4 Jam, Sejumlah Wilayah di Samarinda Terendam Banjir

Regional
[POPULER NUSANTARA] Curi iPhone 11, Dosen Ditetapkan Tersangka | Petani Kopi Tewas Diterkam Harimau

[POPULER NUSANTARA] Curi iPhone 11, Dosen Ditetapkan Tersangka | Petani Kopi Tewas Diterkam Harimau

Regional
5 Fakta Kerusuhan Penggusuran Tamansari, 25 Orang Diamankan hingga Proyek Rumah Deret

5 Fakta Kerusuhan Penggusuran Tamansari, 25 Orang Diamankan hingga Proyek Rumah Deret

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X