Wartawan TV Korban Kekerasan Saat Liput Kericuhan Laga Persis Solo Vs PSIM Yogya

Kompas.com - 16/08/2019, 22:29 WIB
BENJOL--Nampak dahi Wiwit Eko Prasetyo, wartawan BBS TV Madiun benjol setelah tertimpuk helm yang dilempar dari kerumunan masa suporter yang ricuh pada laga pertandingan Persis Solo VS PSIM Yogya di Stadion Wilis, Kota Madiun, Jumat ( 16/8/2019) sore. KOMPAS.COM/HandoutBENJOL--Nampak dahi Wiwit Eko Prasetyo, wartawan BBS TV Madiun benjol setelah tertimpuk helm yang dilempar dari kerumunan masa suporter yang ricuh pada laga pertandingan Persis Solo VS PSIM Yogya di Stadion Wilis, Kota Madiun, Jumat ( 16/8/2019) sore.

MADIUN, KOMPAS.com — Seorang wartawan televisi lokal Kota Madiun, Wiwit Eko Prasetyo menjadi korban kekerasan suporter saat meliput kericuhan laga pertandingan Persis Solo melawan PSIM Yogyakarta di Stadion Wilis, Kota Madiun, Jumat ( 16/8/2019) sore.

Akibat tindak kekerasan itu, Wiwit yang kesehariannya menjadi reporter BBS TV benjol dahinya.

Wiwit yang dihubungi Kompas.com menyatakan, dahinya benjol setelah dilempar helm usai meliput kericuhan massa suporter pada laga pertandingan Persis Solo melawan PSIM Yogyakarta.


Baca juga: Dakwan Terhadap 48 Perusuh Saat 22 Mei, Kekerasan pada Aparat hingga Rusak Fasilitas Publik

Ia pun tak mengetahui suporter yang melempar dari pihak Persis Solo atau PSIM Yogyakarta.

Wiwit menceritakan, naas yang menimpanya bermula saat ia mengambil gambar kericuhan suporter di luar Stadion Wilis pasca PSIM kebobolan gawang yang kedua kalinya.

Saat mengambil gambar itu, beberapa suporter memintanya untuk tidak mengambil gambar.

Tak lama kemudian, Wiwit menyerahkan memory c ard kepada suporter. Sementara handycam miliknya dititipkan kepada polisi yang berada di kerumunan masa.

Baca juga: Disebut Lakukan Kekerasan terhadap Jurnalis, Ini Kata Kapolres Jakpus

Namun, saat hendak kembali ke dalam stadion, tiba-tiba sebuah helm yang diduga berasal dari kerumunan massa melayang menimpuk dahinya.

Kontan, ia langsung lari hingga akhirnya diselamatkan petugas keamanan dan juru parkir.

"Bahkan, saat saya hendak lari itu ada suporter yang mencoba memukul saya. Namun saya langsung diselamatkan aparat keamanan dan petugas parkir," jelas Wiwit.

Terhadap persoalan ini, Wiwit akan melaporkan kasus penganiayaan yang menimpanya ke Polres Madiun Kota. 



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X