Khofifah dan Risma, Merajut Damai dengan Dialog dan Kata Maaf untuk Papua

Kompas.com - 22/08/2019, 16:34 WIB
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini foto bersama Staf Khusus Presiden Lenis Kogoya, perwakilan mahasiswa Papua di Surabaya serta perkumpulan warga Papua di rumah dinas Jalan Sedap Malam, Surabaya, Selasa (20/8/2019). KOMPAS.COM/GHINAN SALMANWali Kota Surabaya Tri Rismaharini foto bersama Staf Khusus Presiden Lenis Kogoya, perwakilan mahasiswa Papua di Surabaya serta perkumpulan warga Papua di rumah dinas Jalan Sedap Malam, Surabaya, Selasa (20/8/2019).

KOMPAS.com - Pada hari Senin (19/8/20190, kedamaian warga Manokwari, Papua, tiba-tiba terusik setelah ribuan massa membakar Gedung DPRD setempat dan sejumlah fasilitas umum. 

Kerusuhan yang dipicu insiden berbau rasisme di Asrama Mahasiswa Papua di Jalan Kalasan, Surabaya, itu pun segera membuat Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, berniat untuk menemui langsung para mahasiswa di asrama, Selasa (20/8/2019).

Namun sayangnya, rencana tersebut urung terwujud karena permintaan mahasiswa yang tidak ingin berbicara dengan siapapun usai kerusuhan terjadi. 

"Iya, kebetulan saya dilarang (oleh staf Wali Kota). Mereka masih mau bicara dulu sebelum aku ke sana," kata Risma di rumah dinas wali kota, Surabaya, Selasa.

Risma pun tak mundur. Dirinya tetap bertekad mencari waktu untuk bertemu dan bertatap muka dengan para mahasiswa, yang juga telah dianggap sebagai bagian dari warga Surabaya.

"Saya berusaha mendekat, tapi mereka enggak mau, gitu ya. Mungkin nanti melalui Pak Lenis (Kogoya) ya," ujar Risma.

Baca juga: Gubernur Jawa Timur Khofifah Minta Maaf, Situasi Manokwari dan Papua Diharapkan Kondusif

Sementara itu, setelah mengetahui kerusuhan terjadi di Manokwari, Gubernur Jawa Timur Khofifah segera menelepon Gubernur Papua Lukas Enembe.

Khofifah mengucapkan minta maaf secara langsung dan sekaligus menjelaskan duduk perkara insiden di asrama mahassiswa di Surabaya. 

"Kami telepon Gubernur Papua, mohon maaf. Sama sekali itu bukan suara Jatim. Harus bedakan letupan bersifat personal dengan apa yang menjadi komiten Jatim," kata Khofifah dalam jumpa pers bersama Kapolri Jenderal TNI Tito Karnavian sebagaimana ditayangkan di Kompas TV, Senin.

Ketua Lembaga Masyarakat Adat Tanah Papua, Lenis Kagoya (kanan) bersama Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa (20/8/2019)KOMPAS.com/A. FAIZAL Ketua Lembaga Masyarakat Adat Tanah Papua, Lenis Kagoya (kanan) bersama Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa (20/8/2019)

Sementara itu, niat dan usaha kedua tokoh perempuan di Jawa Timur itupun menyentuh hati Staf Khusus Presiden dan Ketua Lembaga Masyarakat Adat Tanah Papua, Lenis Kogoya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Fakta di Balik Atap Kelas SDN Ambruk, Proyek Rp 297 Juta hingga Dugaan 'Main' Lelang

5 Fakta di Balik Atap Kelas SDN Ambruk, Proyek Rp 297 Juta hingga Dugaan "Main" Lelang

Regional
Ikut Semarang 10K, Pelari Ini Pakai Kain Batik Lengkap dengan Blangkon

Ikut Semarang 10K, Pelari Ini Pakai Kain Batik Lengkap dengan Blangkon

Regional
Jatuh dari Tebing Gunung Parang, AKBP Andi Nurwandi Meninggal

Jatuh dari Tebing Gunung Parang, AKBP Andi Nurwandi Meninggal

Regional
Menyoal Fakta Serangan Harimau di Sumsel, Tiga Petani Tewas hingga Akibat Perburuan Liar

Menyoal Fakta Serangan Harimau di Sumsel, Tiga Petani Tewas hingga Akibat Perburuan Liar

Regional
Semarang 10K, Lomba Lari Sambil Menikmati Wisata Sejarah Kota Lama

Semarang 10K, Lomba Lari Sambil Menikmati Wisata Sejarah Kota Lama

Regional
Targetkan Jatim Bebas Katarak pada 2023, Khofifah Minta Masyarakat Berperan

Targetkan Jatim Bebas Katarak pada 2023, Khofifah Minta Masyarakat Berperan

Regional
Terjaring Razia, Belasan Pasangan Bukan Suami Istri di Tegal Diberi Ceramah Agama

Terjaring Razia, Belasan Pasangan Bukan Suami Istri di Tegal Diberi Ceramah Agama

Regional
Rektor UNP Sebut Publikasi Jurnal Internasional Jadi Lahan Bisnis, Minta Kemendikbud Kaji Ulang

Rektor UNP Sebut Publikasi Jurnal Internasional Jadi Lahan Bisnis, Minta Kemendikbud Kaji Ulang

Regional
Kisah Suami Tunanetra di Pedalaman Flores Setia Rawat Istri dan Anak yang Derita Gangguan Jiwa

Kisah Suami Tunanetra di Pedalaman Flores Setia Rawat Istri dan Anak yang Derita Gangguan Jiwa

Regional
Bangunan Peninggalan Raja Bali di Lombok Ambruk Diterjang Angin

Bangunan Peninggalan Raja Bali di Lombok Ambruk Diterjang Angin

Regional
Di Ende, Ibu Hamil Melahirkan di Jalan Rusak Bukan Kali Pertama

Di Ende, Ibu Hamil Melahirkan di Jalan Rusak Bukan Kali Pertama

Regional
Kado Natal dari Polisi untuk Anak-anak di Distrik Kwamki Narama, Papua

Kado Natal dari Polisi untuk Anak-anak di Distrik Kwamki Narama, Papua

Regional
[POPULER NUSANTARA] TKI Telantar di Bandara Dubai | Pelat Lamborghini Terbakar Palsu

[POPULER NUSANTARA] TKI Telantar di Bandara Dubai | Pelat Lamborghini Terbakar Palsu

Regional
Gunung Karangetang Terus Keluarkan Lava

Gunung Karangetang Terus Keluarkan Lava

Regional
4 Fakta Anggota Brimob Gugur Saat Baku Tembak di Sulteng, Tertembak Usai Shalat Jumat

4 Fakta Anggota Brimob Gugur Saat Baku Tembak di Sulteng, Tertembak Usai Shalat Jumat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X