KILAS DAERAH

Dengan APBD Terbatas, Emil Bangun Jabar Lewat Dynamic Government

Kompas.com - 19/08/2019, 14:53 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di salah satu tempat pariwisata di Jabar, sedang menjelaskan konsep pembangunan pariwisata di sana. Dok. Humas Pemerintah Provinsi Jawa BaratGubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di salah satu tempat pariwisata di Jabar, sedang menjelaskan konsep pembangunan pariwisata di sana.


KOMPAS.com
– Sejak menjabat Gubernur Jawa Barat ( Jabar) per 5 September 2018, pria yang akrab di sapa Emil ini memang sibuk berbenah di Pemerintah Daerah Provinsi (Pemdaprov) Jabar.

Hal yang menjadi perhatiannya adalah bagaimana ekosistem pemerintahan mencapai target lebih cepat dan menghasilkan sesuatu yang konstruktif sebanyak mungkin.

Emil, sadar betul Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tidak akan mampu membiayai semua pembangunan di Jawa Barat. Untuk infrastruktur saja, uang yang dibutuhkan Rp1.200 triliun.

Sementara itu, APBD 2019 hanya Rp37,05 triliun buat mengerjakan 58 proyek strategis selama satu tahun. Untuk kebutuhan infrastruktur saja, APBD Jabar hanya secuil. Belum lagi untuk kebutuhan suprastruktur.

Di samping itu, kebutuhan masyarakat begitu dinamis, teknologi terus berkembang, dan tuntutan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat terus bertambah. Namun, ruang gerak birokrasi terbatas.

Baca juga: Karena Futuristik dan Terarah, APBD Jabar Dipuji Kemendagri

Banyak sekat yang membuat roda pemerintahan dan pembangunan Jawa Barat selama ini berjalan lamban.

Untuk itulah Emil memperkenalkan Dynamic Government atau Pemerintahan Dinamis. Sebuah ekosistem pemerintahan yang mampu menjalankan pola pembangunan yang kolaboratif. Semua pihak, di luar aparatur sipil negara dapat terlibat dalam pembangunan.

Selama satu tahun ini hari-hari Emil lebih banyak disibukkan dengan bertemu banyak orang yang memiliki sumber daya, baik itu uang, akses, teknologi, pengetahuan, maupun man power.

Emil sendiri mengibaratkan dirinya sebagai seorang marketing. Jawa Barat dengan kekayaan alam, manusia, serta kekayaan budaya dan makanan, selalu di bawanya di berbagai forum baik dalam negeri maupun luar negeri, untuk dikolaborasikan dengan para pemilik sumber daya.

“Saya ini gubernur yang merangkap marketing,” tutur Emil kepada seorang jurnalis senior di sela kunjungan luar negeri ke Inggris – Skotlandia – Swedia, akhir Juli 2019, seperti dalam keterangan tertulis yang Kompas.com terima, Senin (19/8/2019).

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita Jack Harun, Mantan Anak Buah Noordin M Top yang Kini Suarakan Pancasila

Cerita Jack Harun, Mantan Anak Buah Noordin M Top yang Kini Suarakan Pancasila

Regional
Dipecat karena Kasus Pencurian, Mantan Polisi Diringkus Saat Pesta Narkoba

Dipecat karena Kasus Pencurian, Mantan Polisi Diringkus Saat Pesta Narkoba

Regional
Warga Jakarta Ditemukan Tewas Berlumur Darah dalam Hotel di Cianjur

Warga Jakarta Ditemukan Tewas Berlumur Darah dalam Hotel di Cianjur

Regional
Video Skripsi Unilak Pekanbaru Dibuang Beredar di Medsos, Kepala Perpustakaan Dicopot

Video Skripsi Unilak Pekanbaru Dibuang Beredar di Medsos, Kepala Perpustakaan Dicopot

Regional
Bayi Berusia 20 Bulan di Kupang Sembuh dari Covid-19

Bayi Berusia 20 Bulan di Kupang Sembuh dari Covid-19

Regional
Pengakuan Kakek yang Ditangkap Polisi karena Jual Ganja: Keuntungan Dipakai untuk Berobat

Pengakuan Kakek yang Ditangkap Polisi karena Jual Ganja: Keuntungan Dipakai untuk Berobat

Regional
Terduga Penganiaya Ojol di Pekanbaru Diamankan Polisi

Terduga Penganiaya Ojol di Pekanbaru Diamankan Polisi

Regional
Menyoal Lagu Yamko Rambe Yamko: Bukan Lagu Milik Orang Papua?

Menyoal Lagu Yamko Rambe Yamko: Bukan Lagu Milik Orang Papua?

Regional
Ratusan Ojol di Pekanbaru Rusak Rumah Terduga Penganiaya Rekannya

Ratusan Ojol di Pekanbaru Rusak Rumah Terduga Penganiaya Rekannya

Regional
Dituding Rusak Jendela dan Kursi Pastoran, Sastrawan Felix Nesi Ditangkap Polisi

Dituding Rusak Jendela dan Kursi Pastoran, Sastrawan Felix Nesi Ditangkap Polisi

Regional
Kisah Pemuda Lereng Merapi, Ubah Tanah Desa Jadi Sport Center Berstandar International

Kisah Pemuda Lereng Merapi, Ubah Tanah Desa Jadi Sport Center Berstandar International

Regional
Main TikTok di Suramadu, Didenda Rp 500.000...

Main TikTok di Suramadu, Didenda Rp 500.000...

Regional
Viral, Video Penganiayaan Ojol di Pekanbaru, Ini Respons Polisi

Viral, Video Penganiayaan Ojol di Pekanbaru, Ini Respons Polisi

Regional
Tradisi Pacaran Orang Rimba, 2.000 Hari Mengabdi di Calon Mertua, Pegang Tangan Pacar Kena Denda

Tradisi Pacaran Orang Rimba, 2.000 Hari Mengabdi di Calon Mertua, Pegang Tangan Pacar Kena Denda

Regional
Viral, Video Pria di Lombok Nikahi Kekasihnya dengan Maskawin Sandal Jepit dan Segelas Air

Viral, Video Pria di Lombok Nikahi Kekasihnya dengan Maskawin Sandal Jepit dan Segelas Air

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X