Belalai Gajah Putus dan Kaki Harimau Diamputasi, Indonesia Darurat Jerat

Kompas.com - 16/08/2019, 15:50 WIB
Kepala BBKSDA Sumut, Hotmauli Sianturi menyebut temuan ribuan jerat menunjukkan saat ini Indonesia memasuki masa darurat jerat. Jerat menurutnya sudah menjadi silent killer terhadap satwa dilindungi. DewantoroKepala BBKSDA Sumut, Hotmauli Sianturi menyebut temuan ribuan jerat menunjukkan saat ini Indonesia memasuki masa darurat jerat. Jerat menurutnya sudah menjadi silent killer terhadap satwa dilindungi.

Sumatera Utara, kata dia, sebenarnya ada satu tempat yang ditetapkan sebagai Taman Buru di Pulau Pini, di Kecamatan Pulau-Pulau Batu Timur, Kabupaten Nias Selatan yang ditetapkan sebagai taman buru berdasarkan surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor: 347/Kpts-II/1996 tanggal 5 Juli 1996 tentang Perubahan Fungsi Sebagian Kawasan Hutan Produksi Tetap yang Terletak di Pulau Pini, Kabupaten Daerah Tingkat I Sumatera Utara seluas + 8.350 hektar.

Namun hingga kini, belum ada satu pun yang mengajukan diri untuk berburu di sana. Padahal, dengan adanya taman buru, maka daerah yang diperbolehkan adanya perburuan hanya di Pulau Pini.

Sementara di luar Pulau Pini, jika ditemukan adanya aktivitas berburu seharusnya bisa dilakukan penindakan.

"Tapi kan tetap ada regulasinya. Jenis apa yang diburu, kuotanya berapa dan bulan berapa diburu. Dan belum ada yang mengajukan diri berburu ke sana. Karena itu, sebenarnya harus ada pengawasan juga pada peredaran senjata untuk berburu (senapan buru)," katanya.

Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL) Jefri Susyafrianto mengatakan, pihaknya bersama dengan mitra lembaga selalu melakukan pengawasan di dalam kawasan, yakni Smart Patrol.

Tak hanya jerat yang dijadikan fokus. Lebih dari itu, patroli mencatat temuan-temuan penting di lapangan.

"Semua temuan, termasuk jerat, kita kumpulkan dan analisis," katanya.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X