NTT Targetkan Populasi 2 Juta Sapi untuk Tutupi Impor Daging Nasional

Kompas.com - 16/08/2019, 13:38 WIB
Brown cow on meadowinventbart Brown cow on meadow

KUPANG, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT) akan mengembangkan populasi ternak sapi untuk menutupi impor daging sapi nasional yang saat ini masih tinggi.

Hal itu disampaikan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat saat memberikan pidato di Aula Fernandez, Gedung Sasando, Jumat (16/8/2019).

Menurut Viktor, masyarakat peternak NTT setiap tahun secara terus menerus berkontribusi untuk memenuhi kebutuhan daging sapi atau kerbau secara nasional.

Baca juga: Anggota DPRD Ragukan Komitmen Ahok Investasi Pakan Ternak di NTT


Rata-rata, lanjut Viktor, kontribusinya sebesar 12 juta kilogram per tahun.

Mengingat sampai saat ini Indonesia masih mengimpor daging sapi untuk konsumsi nasional, maka pembangunan peternakan difokuskan untuk mampu menutup impor daging itu.

"Kita akan tutupi impor daging nasional itu, melalui peningkatan produksi untuk mencapai populasi 2 juta ekor sapi, dari saat ini sebanyak 1.027.000 ekor sapi," ujar Viktor.

Untuk mencapai target 2 juta ekor sapi, Pemerintah Provinsi NTT mendukung pengembangan industri pakan ternak ruminansia dan pengembangan sentra-sentra pembibitan sapi pada kawasan peternakan di Pulau Sumba, Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan, Malaka, Manggarai, Manggarai Barat dan Ngada.

Baca juga: 6 Fakta Penting Ahok Kunjungi Kupang, Bicara Soal Calon Menteri hingga Kontrak dengan Metro TV

Selain itu, kata Viktor, pihaknya akan mengembangkan sapi wagio, sehingga pada saatnya NTT bisa menyiapkan daging premium.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X