Satwa yang Keluar Hutan karena Karhutla Bukan Harimau, melainkan Tapir

Kompas.com - 13/08/2019, 05:24 WIB
Petugaa Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau melakukan identifikasi terhadap temuan jejak satwa dilindungi di Kabupaten Indragiri Hilir (Dok.BBKSDA Riau) CITRA INDRIANIPetugaa Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau melakukan identifikasi terhadap temuan jejak satwa dilindungi di Kabupaten Indragiri Hilir (Dok.BBKSDA Riau)

PEKANBARU, KOMPAS.com - Sejumlah tim dari Balai Besar Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau melakukan identifikasi terhadap temuan jejak seekor tapir (Tapirus indicus) di parit 16, Kelurahan Sungai Beringin, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau.

Satwa dilindungi tersebut diduga keluar dari habitatnya karena kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Sebelumnya, laporan yang diterima BBKSDA Riau, tanda itu merupakan jejak harimau sumatera. Namun, setelah diidentifikasi, jejak satwa yang ditemukan itu merupakan bekas seekor tapir, ungkap Kepala BBKSDA Riau, Suharyono saat memberikan konfirmasi kepada Kompas.com, Senin (12/8/2019).

"Mendapatkan informasi, Tim Rescue Balai Besar KSDA Riau langsung kita turunkan untuk memastikan apakah jejak tersebut merupakan jejak harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae)," jelas Haryono.

Baca juga: Muncul Jejak Kaki Diduga Milik Hewan Buas, Ini Penjelasan BBKSDA Riau

Tim Balai Besar KSDA Riau berjumlah tiga orang yang dipimpin Zulkifli segera turun untuk melakukan kordinasi dengan  RT dan tokoh masyarakat serta menggali informasi tentang adanya perjumpaan dan temuan jejak yg diduga harimau sumatera.

"Setelah dilakukan pengecekan langsung terhadap temuan jejak ini, petugas kita melakukan identifikasi dan observasi dan diketahui jejak tersebut merupakan jejak tapir, yang diduga keluar dari habitatnya akibat kebakaran hutan dan lahan yang masih terjadi," kata Suharyono.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kemunculan dan penampakan satwa tapir pertama kali dijumpai warga pada Rabu (7/8/2019) lalu. Berdasarkan identifikasi, Tim melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak resah dengan kemunculan tapir.

Petugas BBKSDA, lanjut Haryono, juga menyampaikan kepada warga setempat bahwa satwa tersebut tidak membahayakan masyarakat, dan merupakan satwa yang dilindungi oleh undang-undang sehingga tidak boleh diburu.

Baca juga: Polri: 60 Orang dan 1 Perusahaan Ditetapkan Sebagai Tersangka Karhutla

Selain itu, warga juga diimbau agar dapat melaporkan apabila menemukan jejak serupa kepada pihak Balai Besar KSDA Riau melalui Call Center 081374742981 sehingga tidak meresahkan masyarakat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Regional
Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Regional
Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Regional
Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Regional
Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Regional
Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.