Kisah Al, Bocah yang Beli Kambing Kurban Sendiri Sejak Usia 7 Tahun

Kompas.com - 11/08/2019, 09:45 WIB
Al (9) dan adiknya di tempat penyembelihan kambing kurban di Banyuwangi. Al sudah berkurban kambing sejak dia masih berusia 7 tahun dok pribad Putri AkmalAl (9) dan adiknya di tempat penyembelihan kambing kurban di Banyuwangi. Al sudah berkurban kambing sejak dia masih berusia 7 tahun
Penulis Rachmawati
|
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Berkurban saat Hari Raya Idul Adha bisa dilakukan oleh siapa saja. Salah satunya dilakukan Al, siswa kelas 4 SD di Banyuwangi.

Bocah laki-laki yang memiliki nama lengkap Allfaith Akmal Faeyza Yudhistira tersebut sudah berkurban sejak 3 tahun berturut-turut, tepatnya sejak dia masih duduk di kelas 2 SD atau saat masih berusia 7 tahun.

Untuk tahun ini Al yang lahir di Banyuwangi, 5 Februari 2010, membeli seekor kambing seharga Rp 2,7 juta dari tabungannya sendiri.

Baca juga: Sapi Kurban 1 Ton yang Dibeli Jokowi Mendadak Jadi Objek Wisata Baru

Putri Akmal, ibu Al saat dihubungi Kompas.com mengatakan sejak 3 tahun terakhir anak pertamanya selalu menabung agar bisa membeli kambing untuk dikurbankan.

Untuk tahun pertama harga kambing yang beli Al seharga Rp 2 jutaan, lalu di tahun kedua seharga Rp 2,3 juta, dan tahun ini seharga Rp 2,7 juta.

"Tahun ini seminggu sebelum Idul Adha dia bilang, 'mama tolong pesenin kambing untuk kurban yang paling besar. Paling tidak yang harganya sekian.' Saya sempat kaget dan menanyakan apakah dia serius," kata Putri.

Baca juga: Di Makassar, JK Serahkan Sapi Jokowi Seberat 1,2 Ton ke Pemprov Sulsel

Menurut Putri, uang yang digunakan untuk membeli kambing adalah uang Al pribadi tanpa ditambahi oleh orangtuanya.

"Itu maunya dia sendiri. Orangtua hanya membantu memesankan kambing. Dia yang bayar sendiri," jelasnya.

Sehari-hari Al mendapatkan uang saku Rp 5.000 untuk sekolah. Namun dia sering mendapatkan uang tambahan dari menjual kartu-kartu mainan atau stik mainan kepada teman-temannya.

Putri mengaku mengajarkan pada anak-anaknya untuk bekerja dan berusaha jika ingin memiliki sesuatu.

"Kadang dia mendapatkan upah dari temannya saat membuatkan mainan pesawat. Terus kalau di rumah, semisal dia cuci motor maka akan mendapatkan upah dari mbah kung atau papanya. Uang tersebut kemudian ditabung di tabungan pelajar Bank Mandiri," jelas Putri.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X