Penjelasan Kemensos soal Penolakan Hibah Tanah SLB yang Diajukan Pemprov Jabar

Kompas.com - 10/08/2019, 18:52 WIB
Pelajar tunanetra mengikuti Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNKP) di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) A Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (1/4/2019). Sebanyak 13 peserta didik tunanetra mengikuti ujian tersebut yang berlangsung dari tanggal 1, 2 dan 4 April 2019. ANTARA FOTO/M AGUNG RAJASAPelajar tunanetra mengikuti Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNKP) di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) A Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (1/4/2019). Sebanyak 13 peserta didik tunanetra mengikuti ujian tersebut yang berlangsung dari tanggal 1, 2 dan 4 April 2019.

Baca juga: Tunanetra Bukan Halangan, Olivia Ikut Program Pertukaran ke Amerika

Edi menambahkan, kebijakan terminasi atau penghentian layanan merupakan bagian penting dalam tahapan rehabilitasi sosial dengan mengacu pada Peraturan Pemerintah RI Nomor 39 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial.

Kemensos memastikan, kebijakan terminasi sudah menempuh semua prosedur tersebut. Selain mengacu pada regulasi yang berlaku, terminasi juga untuk menciptakan kesempatan sama bagi penyandang disabilitas lain yang belum tersentuh layanan,” ujarnya.

Perihal kelangsungan SLBN A yang selama ini beraktivitas di Balai Wiyata Guna dengan sistem pinjam pakai, diharapkan Pemda Jabar bisa membantu mencari solusi dan jalan keluarnya, sehingga semuanya berjalan dengan baik.

Revitalisasi balai bisa dilaksanakan Kemensos, dan kelangsungan SLBN A bisa tetap berjalan dengan di fasilitasi oleh Pemda Jabar.

Lakukan pendekatan persuasif

Sementara itu, Kepala BRSPDSN Wyata Guna Bandung Sudarsono mengatakan, menghentikan layanan terhadap penyandang disabilitas dengan pendekatan persuasif.

“Kami pastikan dilakukan dengan pendekatan persuasif tanpa ada tindakan kekerasan. Layanan rehabilitasi di balai ini kan berbatas waktu. Sementara ada beberapa penerima manfaat yang sudah melewati masa pembinaan, bahkan mereka sudah 17 tahun di sini. Itu pun sebelumnya masih kami beri toleransi untuk tinggal,” katanya di Bandung, Jumat.

Sudarsono mengatakan, ada Penerima Manfaat (PM) yang sudah terlalu lama menghuni balai dan sudah memasuki masa kuliah.

“Masa pembinaan terhadap mereka berakhir pada Juni 2019. Namun, kami masih toleransi sampai Juli 2019. Nah setelah masuk bulan Agustus, karena masa layanan sudah selesai, tentu kami hentikan layanannya. Termasuk pemberian makanan,” katanya.

Baca juga: Kisah Ikhsan, Bocah 10 Tahun Tak Malu Bantu Ayah yang Tunanetra Jualan Keripik (1)

Selanjutnya mereka diminta dengan persuasif untuk meninggalkan balai, karena cukup banyak penyandang disabilitas yang menunggu untuk mendapat layanan.
“Kami punya daftar pemohon layanan. Cukup banyak. Dan di antara waiting list ini ada yang menunggu selama 5 tahun,” katanya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Api Membesar, TNI/Polri Bangun Posko Siaga di Gunung Tampomas

Api Membesar, TNI/Polri Bangun Posko Siaga di Gunung Tampomas

Regional
Meski Jokowi Kalah di Cianjur, Bupati Yakin Proyek Tol dan Puncak II Dilanjutkan

Meski Jokowi Kalah di Cianjur, Bupati Yakin Proyek Tol dan Puncak II Dilanjutkan

Regional
Fakta Ibis Sendok Raja, Burung yang Muncul di Pos Jokowi Setelah 'Hilang' 155 Tahun

Fakta Ibis Sendok Raja, Burung yang Muncul di Pos Jokowi Setelah "Hilang" 155 Tahun

Regional
Cerita di Balik Kebakaran Pipa Pertamina Cimahi, Satu WNA Tewas hingga Kerahkan 25 Damkar

Cerita di Balik Kebakaran Pipa Pertamina Cimahi, Satu WNA Tewas hingga Kerahkan 25 Damkar

Regional
Dapat Uang Rp 10 Juta dari Jokowi, Nenek Paulina Akan Punya Rumah Baru

Dapat Uang Rp 10 Juta dari Jokowi, Nenek Paulina Akan Punya Rumah Baru

Regional
Intip Cara Belajar Reza, Anak Sopir Lulusan ITB Peraih IPK 3,98

Intip Cara Belajar Reza, Anak Sopir Lulusan ITB Peraih IPK 3,98

Regional
Sebelum Terbakar, Pipa Minyak Pertamina Sempat Meledak Dua Kali

Sebelum Terbakar, Pipa Minyak Pertamina Sempat Meledak Dua Kali

Regional
Pasca-kebakaran Pipa Pertamina, Pemkot Cimahi Inventarisir dan Fasilitasi Kerugian Warga

Pasca-kebakaran Pipa Pertamina, Pemkot Cimahi Inventarisir dan Fasilitasi Kerugian Warga

Regional
Begini Cara FY Kuras Dana Nasabah BNI hingga Rp 58,9 Miliar

Begini Cara FY Kuras Dana Nasabah BNI hingga Rp 58,9 Miliar

Regional
Satu Pembunuh Sales Mobil Ditangkap di Hari Pertama Kerja

Satu Pembunuh Sales Mobil Ditangkap di Hari Pertama Kerja

Regional
Pekan Kerajinan Jawa Barat 2019 Sebentar Lagi, Ada Apa Saja?

Pekan Kerajinan Jawa Barat 2019 Sebentar Lagi, Ada Apa Saja?

Regional
Sundutan Rokok Pemicu Balon di Kediri Meletus Lukai 5 Warga

Sundutan Rokok Pemicu Balon di Kediri Meletus Lukai 5 Warga

Regional
Siswa SMK yang Tikam Gurunya hingga Tewas Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana

Siswa SMK yang Tikam Gurunya hingga Tewas Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana

Regional
Gempa Bumi Bermagnitudo 5,1 Guncang Sumba Barat Daya, NTT

Gempa Bumi Bermagnitudo 5,1 Guncang Sumba Barat Daya, NTT

Regional
Terkait Dana Hibah, Ketua DPRD Sumsel Diperiksa Kejagung

Terkait Dana Hibah, Ketua DPRD Sumsel Diperiksa Kejagung

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X