Elpiji 3 Kg Langka, di Pinrang Harga Capai Rp 30.000 Per Tabung

Kompas.com - 08/08/2019, 17:34 WIB
Pekerja menata tabung gas untuk pengisian tabung gas LPG berukuran 3 Kg di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji, Pertamina Marketing Operation Region (MOR) VII, Makassar, Sulawesi Selatan. 

Tribun MakassarPekerja menata tabung gas untuk pengisian tabung gas LPG berukuran 3 Kg di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Elpiji, Pertamina Marketing Operation Region (MOR) VII, Makassar, Sulawesi Selatan.
Editor Rachmawati

PINRANG, KOMPAS.com - Elpiji 3 kg di Kabupaten Pinrang sejak beberapa pekan terakhir habis di pasaran. Hal tersebut membuat beberapa warga mulai mengeluhkan kelangkaan tersebut.

"Kami sangat kesusahan mendapatkan gas meski saat ini kita berada di pusat Kota Pinrang," kata salah seorang warga, Nia saat dikonfirmasi TribunPinrang.com, Selasa (6/8/2019).

Ia menyebutkan, kelangkaan itu berefek pada melonjaknya harga gas elpiji tersebut.

"Tadi saya beli Rp 25.000. Ada juga yang sampe temukan Rp 30.000 per tabung," jelas Nia.

Baca juga: Jadi Pengoplos Elpiji, Pria di Gresik Mengaku Belajar dari YouTube

Bahkan beberapa warga rela membeli berapapun harga gas elpiji yang tersedia.

Saking langkanya, lanjutnya, sejumlah warga pun rela membeli berapa pun harga gas elpiji yang tesedia.

"Mau tidak mau harus dibeli, karena kebutuhan pokok. Meskipun harganya mahal," pungkas Nia.

Warga Desa Massewae, Ati mengatakan, saat ini elpiji di area Duampanua masih sulit ditemukan.

"Sudah banyak pangkalan saya tempati cari, tapi tidak ada," keluhnya, Kamis (8/8/2019).

Baca juga: PNS di Aceh Dilarang Gunakan Elpiji 3 Kg

Ati menyebutkan, dirinya juga telah menghuhungi keluarganya yang ada di wilayah perkotaan Pinrang untuk mencari gas elpiji.

"Tapi kata keluarga disana, sulit ada juga gas di wilayah kota," ucapnya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X