Jadi Pengoplos Elpiji, Pria di Gresik Mengaku Belajar dari YouTube

Kompas.com - 18/07/2019, 15:13 WIB
Pelaku pengoplos gas elpiji (dua dari kiri) saat dihadirkan dalam rilis di Mapolres Gresik, Kamis (18/7/2019). HAMZAH ARFAHPelaku pengoplos gas elpiji (dua dari kiri) saat dihadirkan dalam rilis di Mapolres Gresik, Kamis (18/7/2019).

GRESIK, KOMPAS.com - Slamet Harianto (36), warga Benowo, Surabaya yang indekos di Dusun Gantang, Desa Boboh, Kecamatan Menganti, Gresik, Jawa Timur, ditangkap polisi karena kedapatan mengoplos gas elpiji.

Slamet memindahkan isi gas elpiji 3 kilogram yang merupakan gas bersubsidi ke dalam tabung gas berukuran 12 kilogram. Slamet kemudian memasarkan gas oplosan tersebut secara luas.

Aksi tersebut diketahui oleh masyarakat umum yang curiga dengan tindakan Slamet. Masyarakat kemudian melaporkan aksi tidak terpuji itu kepada aparat penegak hukum.

"Dari informasi masyarakat, pelaku akhirnya berhasil kami amankan di sebuah rumah yang ada di wilayah Gantang, Kecamatan Menganti, tanggal 5 Juli lalu. Warga Surabaya, jadi dia kos di Gantang," ujar Kapolres Gresik AKBP Wahyu Sri Bintoro dalam konferensi pers di Mapolres Gresik, Kamis (18/7/2019).

Baca juga: Belajar dari YouTube, Dua Remaja Bobol Konter Ponsel di Sumsel

Menurut polisi, aksi pengoplosan elpiji yang dilakukan Slamet sudah berlangsung sejak tiga bulan lalu. Slamet membeli gas elpiji 3 kilogram seharga Rp16.000.

Setelah memasukan isi gas ke dalam tabung berukuran 12 kilogram, Slamet kemudian menjualnya di toko-toko yang ada di Gresik.

"Jadi dari beberapa tabung gas elpiji 3 kilogram tersebut dihubungkan ke tabung gas elpiji 12 kilogram kosong melalui pipa aluminium yang telah dimodifikasi. Menurut pengakuannya, pelaku ini belajar dari YouTube," kata Wahyu.

Slamet mengaku menjual elpiji ukuran 12 kilogram dengan harga di bawah standar, senilai Rp 120.000. Padahal, elpiji 12 kilogram per tabung seharga Rp132.000 di pasaran.

Slamet mengaku masih mengantongi keuntungan antara Rp 40.000 hingga Rp 50.000 per tabung yang berhasil dijual ke masyarakat.

Slamet mengaku mendapatkan keuntungan sekitar Rp2,5 juta per bulan, dari usaha mengoplos dan menjual gas elpiji tersebut.

"Cara pengoplosan, saya belajar dari YouTube, sekali praktik langsung bisa," kata Slamet di hadapan polisi dan awak media.

Baca juga: Belajar dari YouTube, Pencuri Ini Gasak Barang Kos-kosan

Polisi mengamankan sebanyak 22 tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram (terisi), 10 tabung elpiji 3 kilogram (kosong), 8 gas elpiji 12 kilogram (terisi), 8 gas elpiji (kosong), dan 2 pipa modifikasi sebagai barang bukti.

Slamet dijerat Pasal 55 jo Pasal 53 (d) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Penyalahgunaan Minyak dan Gas Bumi, dengan ancaman maksimal 6 tahun penjara dan denda maksimal Rp60 miliar.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Gadungan Rayu dan Janji Nikahi Wanita yang Dikenal di IG, Korban Ditipu Rp 285 Juta

Polisi Gadungan Rayu dan Janji Nikahi Wanita yang Dikenal di IG, Korban Ditipu Rp 285 Juta

Regional
Polisi Amankan 8 Remaja Yogya, Satu Orang Sempat Todongkan Senjata

Polisi Amankan 8 Remaja Yogya, Satu Orang Sempat Todongkan Senjata

Regional
Gamis Tersangkut di Gir, Ibu Ini Jatuh dari Motor lalu Meninggal

Gamis Tersangkut di Gir, Ibu Ini Jatuh dari Motor lalu Meninggal

Regional
Rekor Tetinggi Kasus Covid-19 di Kabupaten Bogor, Ada 58 Klaster Keluarga dan 11 Klaster Kantor

Rekor Tetinggi Kasus Covid-19 di Kabupaten Bogor, Ada 58 Klaster Keluarga dan 11 Klaster Kantor

Regional
Produksi Padi Babel Baru 37 Persen, Pemprov Babel Dorong Pemanfaatan Lahan yang Masih Tersedia

Produksi Padi Babel Baru 37 Persen, Pemprov Babel Dorong Pemanfaatan Lahan yang Masih Tersedia

Regional
Siswi SMK Ditikam Saat Belajar Daring oleh Pamannya Sendiri

Siswi SMK Ditikam Saat Belajar Daring oleh Pamannya Sendiri

Regional
Foto Risma Boleh Dipasang di APK Peserta Pilkada Surabaya, Ini Alasannya...

Foto Risma Boleh Dipasang di APK Peserta Pilkada Surabaya, Ini Alasannya...

Regional
Rela Gadaikan Sawah demi Dapat Bantuan, Tukang Becak Ini Justru Kena Tipu

Rela Gadaikan Sawah demi Dapat Bantuan, Tukang Becak Ini Justru Kena Tipu

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 29 September 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 29 September 2020

Regional
Sempat Buat Bupati Sikka Geram, IGD RSUD Tc Hillers Akhirnya Teralirkan Listrik

Sempat Buat Bupati Sikka Geram, IGD RSUD Tc Hillers Akhirnya Teralirkan Listrik

Regional
Pemkab Sumedang Usul 200 Hektar Lahan Negara Bisa Dikelola Warga

Pemkab Sumedang Usul 200 Hektar Lahan Negara Bisa Dikelola Warga

Regional
Pemkot Tegal Tutup Tempat Wisata hingga Karaoke Selama Sebulan

Pemkot Tegal Tutup Tempat Wisata hingga Karaoke Selama Sebulan

Regional
Bermula dari Bayi 21 Hari Positif Covid-19, Ibunya dan 4 Tenaga Medis Terpapar Corona

Bermula dari Bayi 21 Hari Positif Covid-19, Ibunya dan 4 Tenaga Medis Terpapar Corona

Regional
Sebarkan Kolase Foto Wapres dan 'Kakek Sugiono', Pria Ini Dilaporkan ke Polisi

Sebarkan Kolase Foto Wapres dan "Kakek Sugiono", Pria Ini Dilaporkan ke Polisi

Regional
13 Mahasiswi di Makassar Diteror Video Call Seks, Korban: Saya Trauma Pegang HP

13 Mahasiswi di Makassar Diteror Video Call Seks, Korban: Saya Trauma Pegang HP

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X