Kepri Rawan Kebakaran, Ini Penyebab dan Bagaimana Mencegahnya

Kompas.com - 03/08/2019, 09:46 WIB
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Klas I Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau memperingatkan warga Kepri untuk berhati-hati menjelang tiga hati kedepan.  Pasalnya cuaca di wilayah Kepri sedang tidak bersahabat, selain berpotensi terjadi hujan dengan intensitas lebat. BMKG Stasiun Meteorologi Klas I BatamBadan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Klas I Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau memperingatkan warga Kepri untuk berhati-hati menjelang tiga hati kedepan. Pasalnya cuaca di wilayah Kepri sedang tidak bersahabat, selain berpotensi terjadi hujan dengan intensitas lebat.

BATAM, KOMPAS.com - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kantor Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau ( Kepri) mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap cuaca panas yang sedang melanda wilayah Kepri.

Dalam pantauan satelit peramal cuaca (forecaster) BMKG Hang Nadim, terungkap cuaca di Kepri sedang tidak bersahabat, sehingga masyarakat diharapkan tetap mewaspadai potensi terjadinya kebakaran lahan dan hutan.

Baca juga: Karhutla di Aceh Barat Tidak Bisa Dipadamkan Petugas, Kini Titik Api Terus Meluas

BMKG Hang Nadim Batam juga merilis sejumlah titik panas sudah bermunculan di Kepri, yang tentunya berpotensi mengalami kebakaran lahan selama musim panas (Kemarau) berlangsung.

Kepala Seksi (Kasi) Data dan Informasi di BMKG Hang Nadim Batam Suratman mengatakan, tingkat kelembapan udara di lapisan atas yang cukup rendah menyebabkan pertumbuhan awan berkurang.

Baca juga: Menteri LHK: Titik Api Karhutla Terus Bertambah, Tiap Hari Saya Deg-degan...

Dengan begitu, suhu udara pun menjadi panas yang tentunya berdampak rawan kebakaran lahan dan hutan.

"Sinar matahari yang langsung ke permukaan bumi ini menyebabkan suhu udara menjadi panas dan rentan terjadinya kebakaran, bahkan di Kepri sejumlah titik panas sudah bermunculan," kata Suratman melalui telepon, Sabtu (3/8/2019).

Baca juga: Fakta Baru Bencana Karhutla di Riau, Titik Api Bertambah hingga Tuntutan Walhi

Suratman berharap agar para warga selalu waspada dan selalu berhati-hati dalam membuang puntung rokok.

Tak itu saja, bagi warga yang kerap membakar sampah di sejumlah lahan kosong, harus selalu waspada dan siaga air untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

"Waspada apabila melihat adanya potensi kebakaran dan segera mengambil tindakan yang diperlukan kalau perlu berkoordinasi dengan instansi terkait," jelasnya.

Baca juga: Titik Api Karhutla di Pekanbaru Bertambah

Dari pantauan citra satelit, sebagian besar wilayah di Kepri berpotensi mengalami kebakaran.

Hal itu ditandai dengan warna merah, yang artinya sangat mudah terbakar.

Hal ini juga diperkuat dengan kencangnya tiupan angin saat ini, yang tentunya dapat mempermudah percepatan rambatan api kelahan yang kering atau hutan.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ibu Dibunuh dan Ayah Dipenjara, Siswa SMP di Kupang Tewas Gantung Diri

Ibu Dibunuh dan Ayah Dipenjara, Siswa SMP di Kupang Tewas Gantung Diri

Regional
Korban Gempa Maluku yang Masih Dirawat di RS Capai Ribuan Orang

Korban Gempa Maluku yang Masih Dirawat di RS Capai Ribuan Orang

Regional
Kronologi Suami Tembak Pria yang Diduga Selingkuhan Istri dengan Senapan Angin

Kronologi Suami Tembak Pria yang Diduga Selingkuhan Istri dengan Senapan Angin

Regional
Risma Akan Manfaatkan Semburan Minyak di Surabaya untuk Alat Pompa Air

Risma Akan Manfaatkan Semburan Minyak di Surabaya untuk Alat Pompa Air

Regional
Ribuan Buruh di Jatim Siap Jaga Kondisi Aman Jelang Pelantikan Presiden

Ribuan Buruh di Jatim Siap Jaga Kondisi Aman Jelang Pelantikan Presiden

Regional
Setelah Cuitan Bermasalah Istri Eks Dandim Kendari, Anggota Persit Diberi Pelatihan

Setelah Cuitan Bermasalah Istri Eks Dandim Kendari, Anggota Persit Diberi Pelatihan

Regional
Pernah Berjaya Tahun 1980-an, Perahu Tambangan Mulai Ditinggalkan Warga Samarinda

Pernah Berjaya Tahun 1980-an, Perahu Tambangan Mulai Ditinggalkan Warga Samarinda

Regional
Keluhan Warga Palembang soal Kabut Asap: Dada Sesak, Abu Sampai Masuk Rumah

Keluhan Warga Palembang soal Kabut Asap: Dada Sesak, Abu Sampai Masuk Rumah

Regional
Tim Densus 88 Antiteror Sita Amunisi dan Bahan Peledak dari Satu Terduga Teroris

Tim Densus 88 Antiteror Sita Amunisi dan Bahan Peledak dari Satu Terduga Teroris

Regional
Wali Kota Hendi Ganti Rugi Alat Musik Pengamen yang Rusak Saat Penertiban

Wali Kota Hendi Ganti Rugi Alat Musik Pengamen yang Rusak Saat Penertiban

Regional
Bupati Sedih Pandeglang Sering Ditimpa Musibah, Mulai Tsunami hingga Penusukan Wiranto

Bupati Sedih Pandeglang Sering Ditimpa Musibah, Mulai Tsunami hingga Penusukan Wiranto

Regional
6 Fakta Terkini Gunung Merapi Semburkan Awan Panas, Akumulasi Gas hingga Hujan Abu Tipis

6 Fakta Terkini Gunung Merapi Semburkan Awan Panas, Akumulasi Gas hingga Hujan Abu Tipis

Regional
Belasan Penyu Dilindungi Ditangkap dan Dibunuh, Diambil Daging dan Cangkangnya

Belasan Penyu Dilindungi Ditangkap dan Dibunuh, Diambil Daging dan Cangkangnya

Regional
Sel Tahanan Polsek Peusangan Bireuen Dibobol, 7 Narapidana Kabur

Sel Tahanan Polsek Peusangan Bireuen Dibobol, 7 Narapidana Kabur

Regional
Sopir Tak Bisa Kuasai Kemudi, Gran Max Kecelakaan di Tol Boyolali-Salatiga, 1 Tewas

Sopir Tak Bisa Kuasai Kemudi, Gran Max Kecelakaan di Tol Boyolali-Salatiga, 1 Tewas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X