MUI Ambil Alih Buku DN Aidit dan Sayangkan Sikap Najwa Shihab

Kompas.com - 31/07/2019, 22:09 WIB
Polsek Kraksaan Probolinggo bersama komunitas Vespa Literasi dan MUI Probolinggo melakukan mediasi terkait penyitaan buku bertemakan komunisme, Rabu (31/7/2019). ISTIMEWAPolsek Kraksaan Probolinggo bersama komunitas Vespa Literasi dan MUI Probolinggo melakukan mediasi terkait penyitaan buku bertemakan komunisme, Rabu (31/7/2019).

SURABAYA, KOMPAS.com - Kepolisian Sektor Kraksaan, Probolinggo, dikabarkan telah mengembalikan sejumlah buku bertemakan komunisme kepada pegiat literasi yang tergabung dalam komunitas Vespa Literasi.

Namun, buku itu tidak langsung dikembalikan ke komunitas Vespa Literasi. Hasil mediasi dengan Polsek Kraksaan, buku-buku itu harus diserahkan ke Majelis Ulama Indonesia (MUI) Probolinggo.

Sekretaris MUI Provinsi Jawa Timur Muhammad Yunus membenarkan bahwa sejumlah buku-buku tersebut kini berada di tangan MUI Probolinggo.


"Buku-buku itu ada di tangan kami sementara. Kami, MUI, ingin mengkaji isi dari buku-buku yang ramai jadi bahasan publik," kata Yunus dikonfirmasi, Rabu (31/7/2019).

Baca juga: Jika Penyitaan Buku DN Aidit Melanggar Hukum, Polda Jatim Siap Digugat

Buku-buku itu diambil alih, kata Yunus, selain untuk dikaji, salah satu alasan lain adalah karena MUI mendapat desakan sejumlah kelompok yang kontra dengan isi buku tersebut.

Karena itu, ia menegaskan bahwa pengambilalihan buku-buku tersebut bukan bagian dari perampasan atau penyitaan.

Dalam kasus ini, ia menyebut, MUI Probolinggo hanya bertindak sebagai penengah atau juru damai.

"Kami bukan merampas lho, tapi ini juga karena desakan kelompok-kelompok yang tidak mau buku itu beredar lagi," ujarnya.

Di samping itu, Yunus menambahkan, bahwa pihaknya juga menyayangkan sikap para tokoh tersohor, para pegiat literasi, dan netizen di media sosial yang secara masif menentang penyitaan buku-buku tersebut oleh kepolisian.

Ia berpendapat, penyitaan buku-buku oleh kepolisian tidak semestinya mendapatkan sorotan berlebihan. Sebab isi dari buku tersebut mengandung ideologi komunis yang jelas-jelas dilarang, sesuai Ketetapan MPRS Nomor XXV Tahun 1966.

Halaman:


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X