Pelantikan Bupati Talaud Terpilih Ditunda, Gubernur Sulut Tunjuk Plh

Kompas.com - 20/07/2019, 20:21 WIB
Gubernur Sulut Olly Dondokambey saat diwawancara wartawan usai Konferda-Konfercab PDI-P Sulut di GKIC Novotel Manado, Sabtu (20/7/2019) malam sekitar pukul 18.40 Wita. KOMPAS.com/SKIVO MARCELINO MANDEYGubernur Sulut Olly Dondokambey saat diwawancara wartawan usai Konferda-Konfercab PDI-P Sulut di GKIC Novotel Manado, Sabtu (20/7/2019) malam sekitar pukul 18.40 Wita.

MANADO, KOMPAS.com - Pelantikan bupati dan wakil bupati Kabupaten Kepulauan Talaud terpilih Elly Engelbert Lasut (E2L) dan Mochtar Parapaga yang sedianya akan dilakukan pada Senin (22/7/2019), ditunda.

Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey mengaku belum terima Surat Keputusan (SK) pelantikan dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri).

"Saya belum terima SK. Jadi, kita belum mau jawab. Belum ada SK di tangan Gubernur untuk pelantikan," kata Olly kepada wartawan usai Konferda-Konfercab PDI-P Sulut di GKIC Novotel Manado, Sabtu (20/7/2019) malam sekitar pukul 18.40 Wita.


Gubernur menunjuk Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekda) Talaud, Adolf Binilang, sebagai Pelaksana Harian (Plh) Bupati Kepulauan Talaud.

Baca juga: Pengusaha Suap Bupati Talaud Perhiasan, Tas dan Jam Mewah, Ini Kronologi Pemberiannya

Kepada wartawan, Adolf mengatakan, sebelumnya ia ditelepon oleh Kepala Biro Pemerintahan dan Asisten I Provinsi Sulut bahwa akan ada penyerahan surat penunjukan sebagai Plh bupati Talaud.

"Dan tadi sudah (surat penunjukan) diserahkan oleh pak Wakil Gubernur Sulut, Steven Kandouw," kata Adolf kepada wartawan.

Menurut dia, surat yang diserahkan Wakil Gubernur Steven Kandouw tertanggal 20 Juli 2019. Karena malam ini pukul 00.00 WITA, maka jabatan bupati dan wakil bupati periode sebelumnya berakhir.

"Dan karena belum adanya pelantikan bupati yang terpilih, agar tidak terjadi kekosongan dalam pemerintahan, saya ditunjuk melaksanakan tugas sehari-hari bupati Kepulauan Talaud," ungkap Adolf.

Adolf mengaku, gubernur dan wakil gubernur telah memberikan arahan tentang hal-hal apa yang harus dilaksanakan.

Baca juga: Pengusaha Didakwa Suap Bupati Talaud Tas dan Perhiasan Total Rp 595,8 Juta

"Dan tentunya sambil tetap berkoordinasi dengan pemerintah provinsi," tambah Adolf.

Untuk masa jabatan plh bupati, ia mengaku belum tahu karena tidak disebut dalam surat.

"Saya melaksanakan tugas sampai perintah ini masih tetap berlaku dan tentu saya tetap menjalankan tugas itu," katanya.

Seperti diketahui, E2L dan Mochtar Parapaga memenangkan Pilkada Kabupaten Talaud pada tahun 2018. Pasangan yang diusung Partai Nasdem ini tidak dilantik 25 September 2018, karena masa jabatan bupati sebelumnya baru akan berakhir 20 Juli 2019.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Tangkap Pria yang Tusuk Mata 4 Kucing dengan Kayu di Pontianak

Polisi Tangkap Pria yang Tusuk Mata 4 Kucing dengan Kayu di Pontianak

Regional
Bandung Dilanda Angin Kencang, Begini Penjelasan BMKG

Bandung Dilanda Angin Kencang, Begini Penjelasan BMKG

Regional
Kronologi Bentrok di UNM yang Berujung Penikaman 2 Mahasiswa

Kronologi Bentrok di UNM yang Berujung Penikaman 2 Mahasiswa

Regional
Status Gunung Tangkuban Parahu Normal, Ridwan Kamil: Kita Viralkan

Status Gunung Tangkuban Parahu Normal, Ridwan Kamil: Kita Viralkan

Regional
Hujan Guyur Sumatera Barat, Kualitas Udara Mulai Membaik

Hujan Guyur Sumatera Barat, Kualitas Udara Mulai Membaik

Regional
Kisah Reza, Anak Sopir Lulus ITB IPK 3,98: Pernah Dihina karena Ibu Tak Kerja hingga Jajan Rp 5.000 Per Hari

Kisah Reza, Anak Sopir Lulus ITB IPK 3,98: Pernah Dihina karena Ibu Tak Kerja hingga Jajan Rp 5.000 Per Hari

Regional
Dampak Angin Kencang di Sejumlah Daerah, Satu Warga Tewas hingga Ratusan Mengungsi

Dampak Angin Kencang di Sejumlah Daerah, Satu Warga Tewas hingga Ratusan Mengungsi

Regional
Angin Kencang di Magelang: Fenomena Tak Biasa, Ribuan Warga Mengungsi hingga Status Tanggap Darurat

Angin Kencang di Magelang: Fenomena Tak Biasa, Ribuan Warga Mengungsi hingga Status Tanggap Darurat

Regional
Dua Gunung di Karawang Selatan Terbakar

Dua Gunung di Karawang Selatan Terbakar

Regional
5 Fakta Kerusuhan Pertandingan PSIM vs Persis, Mobil Polisi Dibakar hingga Sweeping Suporter

5 Fakta Kerusuhan Pertandingan PSIM vs Persis, Mobil Polisi Dibakar hingga Sweeping Suporter

Regional
Anggaran Bansos Naik 4 Triliun, Kemensos Ajak Satgas SPIP Kawal Penyalurannya

Anggaran Bansos Naik 4 Triliun, Kemensos Ajak Satgas SPIP Kawal Penyalurannya

Regional
Pemadaman Kebakaran Hutan di Gunung Rinjani Dilanjutkan

Pemadaman Kebakaran Hutan di Gunung Rinjani Dilanjutkan

Regional
Fakta Guru Tewas Ditikam Usai Tegur Siswa yang Merokok di Sekolah, Diduga Kesal hingga Pelaku Kabur

Fakta Guru Tewas Ditikam Usai Tegur Siswa yang Merokok di Sekolah, Diduga Kesal hingga Pelaku Kabur

Regional
200 Hektar Lahan di Kaki Gunung Tambora Dibakar Oknum Tak Bertanggung Jawab

200 Hektar Lahan di Kaki Gunung Tambora Dibakar Oknum Tak Bertanggung Jawab

Regional
Cerita di Balik Air Sumur di Ambon Mendidih, Diduga Ada Retakan Kecil di Tanah

Cerita di Balik Air Sumur di Ambon Mendidih, Diduga Ada Retakan Kecil di Tanah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X