Pelempar Molotov di Polres dan Rumah Ketua DPRD Magelang Terungkap

Kompas.com - 18/07/2019, 15:56 WIB
Dua pemuda (baju tahanan biru) ditangkap Polres Magelang Kota diduga sebagai pelaku pelemparan molotov di Kantor Unit Laka Lantas dan Rumah Dinas Ketua DPRD Kota Magelang, Kamis (19/7/2019). KOMPAS.com/IKA FITRIANADua pemuda (baju tahanan biru) ditangkap Polres Magelang Kota diduga sebagai pelaku pelemparan molotov di Kantor Unit Laka Lantas dan Rumah Dinas Ketua DPRD Kota Magelang, Kamis (19/7/2019).

MAGELANG, KOMPAS.com - Polisi berhasil menangkap pelaku yang diduga pelempar botol berisi bahan bakar ( molotov) di Kantor Unit Laka Lantas Polres Magelang Kota dan Rumah Dinas Ketua DPRD Kota Magelang.

Pelaku yang berjumlah dua orang itu langsung ditetapkan sebagai tersangka. 

Mereka adalah Rohman Abdul Rohim (27), warga Kampung Rejosari, Kelurahan Magersari, Kecamatan Magelang Selatan, Magelang. Kemudian, Angga Putra Pamungkas alias Bedes (24), warga Kampung Tejosari, Kelurahan Magersari, Kecamatan Magelang Selatan, Magelang.

Kapolres Magelang Kota AKBP Idham Mahdi mengatakan, keduanya ditangkap setelah polisi melakukan penyelidikan intensif sejak pelemparan molotov itu terjadi pada 3 Juli 2019 lalu.

"Pelaku telah kami ungkap tadi pagi, sekitar 04.20 WIB di rumah masing-masing dan yang bersangkutan telah mengakuinya,” kata Idham, dalam konferensi pers di Mapolres Magelang Kota, Kamis (18/7/2019).

Baca juga: Selain Rumah Ketua DPRD, Kantor Unit Laka Polres Magelang Juga Dilempar Molotov

Pengungkapan kedua pelaku berdasarkan keterangan para saksi, termasuk rekaman kamera pengawas (CCTV) dan barang bukti yang ditemukan.

Menurut Idham, penangkapan dilakukan pada Kamis (18/7/2019), di rumah masing-masing tersangka. Polisi terpaksa menghadiahi tersangka dengan timah panas di kaki, karena melawan saat ditangkap.

Adapun, Rohman Abdul Rohim merupakan residivis untuk dua kasus penganiayaan dan penyalahgunaan narkotika. Begitu juga tersangka Angga Putra Pamungkas yang baru saja keluar dari lembaga pemasyarakatan karena terlibat kasus penganiayaan.

"Keduanya residivis, sudah beberapa kali masuk lembaga pemasyarakat atas kasus penganiayaan dan pelanggaran undang-undang narkotika," papar Idham.

Baca juga: Rumah Ketua DPRD dan Kantor Polisi Dilempar Molotov, 7 Saksi Diperiksa

Dari tangan tersangka, disita barang bukti sepeda motor Yamaha Mio AA 2584 Q, kemeja panjang motif kotak-kotak dan abu-abu, jaket, serta sepasang sepatu warna hitam. Adapun barang bukti berupa pecahan botol dan sisa pembakaran sumbu hingga saat ini masih diteliti di laboratorium forensik Polri Cabang Semarang.

Pelemparan molotov terjadi di waktu yang hampir bersamaan di Kantor Unit Laka Lantas Polres Magelang Kota, di Jalan Ikhlas Kota Magelang, dan rumah dinas Ketua DPRD Kota Magelang pada 3 Juli 2019.

Meski demikian, pelemparan tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan berarti.

 

----



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lahirkan Banyak Pahlawan Nasional, Gowa Jadi Suri Teladan Daerah Lain

Lahirkan Banyak Pahlawan Nasional, Gowa Jadi Suri Teladan Daerah Lain

Regional
Kata Mandor 'Double Track' Sukabumi-Bogor: Proyek Sudah Dipastikan Aman, tapi Takdir Berkata Lain

Kata Mandor "Double Track" Sukabumi-Bogor: Proyek Sudah Dipastikan Aman, tapi Takdir Berkata Lain

Regional
Cerita Penumpang Batik Air Asal Kupang, Tak Tahu Jika Pilot Pingsan

Cerita Penumpang Batik Air Asal Kupang, Tak Tahu Jika Pilot Pingsan

Regional
Gempa Magnitudo 5,1 Rusak 94 Rumah Warga di Ambon

Gempa Magnitudo 5,1 Rusak 94 Rumah Warga di Ambon

Regional
Fakta Paranormal Ditemukan Membusuk di Rumahnya, Hidup Sendiri dan Meninggal karena Sakit

Fakta Paranormal Ditemukan Membusuk di Rumahnya, Hidup Sendiri dan Meninggal karena Sakit

Regional
Saksi: Pelempar Sperma Remaja Bermotor, Dia Dekati Saya dan Berkata Jorok...

Saksi: Pelempar Sperma Remaja Bermotor, Dia Dekati Saya dan Berkata Jorok...

Regional
Antisipasi Telur Berdioxin, Khofifah Sidak Peternakan Ayam Petelur, Ini Hasilnya

Antisipasi Telur Berdioxin, Khofifah Sidak Peternakan Ayam Petelur, Ini Hasilnya

Regional
[POPULER NUSANTARA] Teror Lempar Sperma di Tasikmalaya | Letusan Gunung Merapi

[POPULER NUSANTARA] Teror Lempar Sperma di Tasikmalaya | Letusan Gunung Merapi

Regional
Fakta Pesawat Mendarat Darurat di Kupang karena Pilot Sakit, Pusing Berat, hingga Dikomando Kopilot

Fakta Pesawat Mendarat Darurat di Kupang karena Pilot Sakit, Pusing Berat, hingga Dikomando Kopilot

Regional
Cerita Warga Saat Terduga Teroris Cilacap Ditangkap: Ada Orang Asing Tanya soal Merpati

Cerita Warga Saat Terduga Teroris Cilacap Ditangkap: Ada Orang Asing Tanya soal Merpati

Regional
Pasca-digeledah Densus 88, Rumah Terduga Teroris S di Cilacap Tertutup Rapat

Pasca-digeledah Densus 88, Rumah Terduga Teroris S di Cilacap Tertutup Rapat

Regional
Warga Cilacap yang Ditangkap Densus 88 Dikenal sebagai Tukang Pijat

Warga Cilacap yang Ditangkap Densus 88 Dikenal sebagai Tukang Pijat

Regional
Kronologi Oknum Kepala Desa Tewas di Dalam Mobil, Serangan Jantung Saat Hendak Mesum

Kronologi Oknum Kepala Desa Tewas di Dalam Mobil, Serangan Jantung Saat Hendak Mesum

Regional
Pertama di Pulau Sumatera, Bayar Pajak Pakai GoPay

Pertama di Pulau Sumatera, Bayar Pajak Pakai GoPay

Regional
Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum: Tolong Pesantren Jangan 'Gaptek'

Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum: Tolong Pesantren Jangan "Gaptek"

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X