Jumlah Murid Baru di 7 SDN di Jombang Kurang dari 10 Siswa

Kompas.com - 17/07/2019, 19:44 WIB
Aktifitas belajar mengajar di SDN Sumberaji II di Dusun Ngapus, Desa Sumberaji, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Selasa (16/11/2019). Pada tahun ini, SDN Sumberaji II hanya kedatangan 2 murid baru. MOH. SYAFIÍAktifitas belajar mengajar di SDN Sumberaji II di Dusun Ngapus, Desa Sumberaji, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Selasa (16/11/2019). Pada tahun ini, SDN Sumberaji II hanya kedatangan 2 murid baru.

JOMBANG, KOMPAS.com - Rata-rata Jumlah murid baru di tujuh Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, kurang dari 10 siswa. 

Berdasarkan data jumlah siswa baru di SDN yang dikumpulkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Jombang, ketujuh SD Negeri tersebut salah satunya adalah SDN Sumberaji II dengan jumlah murid dua siswa.

Lalu, ada SDN Jipurapah 2 dengan jumlah murid baru 3 anak, SDN Cupak dengan 6 anak sebagai murid baru, serta SDN Munungkerep 2 yang kedatangan 9 murid baru.

Berikutnya, di SDN Wonokerto 3, jumlah murid barunya sebanyak 4 anak, serta SDN Pojok Klitih 3 kedatangan 2 murid baru.

Baca juga: Kisah SD Negeri di Jombang, yang Hanya Kedatangan 2 Murid Baru

Sedangkan, dari ketujuh SD Negeri, salah satunya bahkan tidak mendapatkan murid sama sekali, yakni SDN Pojok Klitih 2.

Kepala Seksi Peserta Didik di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang, Moh Suyuti mengungkapkan, sedikitnya jumlah murid baru merupakan masalah tahunan yang dialami ketujuh sekolah tersebut.

Ketujuh SD Negeri tersebut, kata Suyuti, merupakan bagian dari delapan sekolah yang masuk perhatian khusus. 

Pada tahun ini, SDN Sambirejo 3 yang berada di wilayah Kecamatan Wonosalam tersebut, menerima kedatangan 10 murid baru. Sementara pada tahun sebelumnya, jumlah murid barunya sebanyak 8 anak.

"Kedelapan sekolah ini termasuk dalam perhatian khusus. Selain jumlah murid baru, jumlah muridnya sampai kelas enam memang sedikit," katanya saat ditemui di Kantor Dikbud Jombang, Rabu (17/7/2019).

Bahkan, lanjut Suyuti, dari delapan SD Negeri tersebut, tidak semua sekolah bisa mendapatkan murid baru setiap tahun ajaran baru. Salah satu contohnya, SDN Sumberaji 2 di Dusun Ngapus, Desa Sumberaji, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang.

SDN Sumberaji 2, pada tahun ini kedatangan dua murid baru. Namun, kondisi berbeda terjadi dua tahun sebelumnya, dimana tidak ada murid baru yang datang.

Faktor geografis

Menurut Suyuti, faktor utama minimnya jumlah murid di beberapa SD Negeri tersebut adalah faktor geografis. Selain itu, ada faktor jarak dan kondisi akses jalan antar perkampungan penduduk.

"Faktor geografisnya memang seperti itu. Ada yang dikelilingi hutan, ada yang jaraknya jauh dengan kampung lainnya," katanya.

Baca juga: Cerita di Balik Sekolah Kekurangan Murid, Terancam Ditutup hingga 3 Tahun Tak Ada yang Mendaftar

Berdasarkan letak sekolah, kedelapan SD Negeri tersebut berada di permukiman penduduk yang cukup terpencil di wilayah Kabupaten Jombang.

Selain itu, ada beberapa diantaranya yang berada di wilayah perbatasan Kabupaten Jombang dengan Kabupaten Lamongan.

Adapun lokasi delapan sekolah, masing-masing 2 SD Negeri di Kecamatan Kabuh, 3 SD Negeri di Kecamatan Plandaan, serta 2 SD Negeri di Kecamatan Wonosalam, serta 1 SD Negeri di Kecamatan Ngusikan.

Dipertahankan

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Jumadi mengatakan, meski jumlah murid jauh dari pagu minimal rombongan belajar (Rombel), keberadaan delapan sekolah tersebut tetap akan dipertahankan.

Menurut dia, kedelapan SD Negeri tersebut merupakan sekolah dengan perilaku khusus. Secara geografis, kedelapan sekolah tingkat dasar itu tidak bisa digabungkan dengan sekolah lainnya.

"Kondisinya kan tidak mungkin digabungkan dengan sekolah lain, karena jaraknya yang berjauhan," ujar Jumadi saat ditemui di Kantor Dikbud Jombang.

Dikatakan, mempertahankan keberadaan sekolah dengan jumlah murid sedikit di daerah khusus merupakan perintah Undang-undang. Karena itu sepanjang ada siswanya, SD Negeri minim siswa tersebut tetap akan dipertahankan.

"Sepanjang masih ada muridnya, fasilitas pendidikan kita berikan, guru dan tenaga kependidikan kita tugaskan. Kecuali kalau tidak ada muridnya sama sekali, kita tutup sekolahnya." katanya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kabupaten Tasikmalaya Paling Tak Patuh Protokol Kesehatan, Satgas: Setiap Hari Operasi Yustisi

Kabupaten Tasikmalaya Paling Tak Patuh Protokol Kesehatan, Satgas: Setiap Hari Operasi Yustisi

Regional
Dalam 6 Jam, Gunung Merapi Keluarkan 3 Kali Awan Panas dan 47 Kali Guguran Lava Pijar

Dalam 6 Jam, Gunung Merapi Keluarkan 3 Kali Awan Panas dan 47 Kali Guguran Lava Pijar

Regional
Update Covid-19 di Riau, Kasus Positif Mencapai 27.592 Orang

Update Covid-19 di Riau, Kasus Positif Mencapai 27.592 Orang

Regional
Polda Riau Gagalkan Penyelundupan 20 Kilogram Sabu dari Malaysia

Polda Riau Gagalkan Penyelundupan 20 Kilogram Sabu dari Malaysia

Regional
Pemulangan Pengungsi Merapi di Sleman Ditentukan Setelah 25 Januari

Pemulangan Pengungsi Merapi di Sleman Ditentukan Setelah 25 Januari

Regional
Hasil Investigasi soal Kebocoran 125.000 Data Mahasiswa Undip

Hasil Investigasi soal Kebocoran 125.000 Data Mahasiswa Undip

Regional
Jadi Kuasa Hukum dan Gugat Ayahnya Rp 3 Miliar, Masitoh Meninggal Serangan Jantung Sehari Sebelum Sidang

Jadi Kuasa Hukum dan Gugat Ayahnya Rp 3 Miliar, Masitoh Meninggal Serangan Jantung Sehari Sebelum Sidang

Regional
Reka Ulang Pembunuhan Mahasiswa Telkom, Pelaku Isap Rokok usai Bunuh Korban

Reka Ulang Pembunuhan Mahasiswa Telkom, Pelaku Isap Rokok usai Bunuh Korban

Regional
145 Warga Terdampak Langsung Banjir Bandang di Puncak Bogor

145 Warga Terdampak Langsung Banjir Bandang di Puncak Bogor

Regional
Selama di Bali, Kristen Gray Jual E-Book dan Tawarkan Jasa Konsultasi Cara Masuk Indonesia Saat Pandemi

Selama di Bali, Kristen Gray Jual E-Book dan Tawarkan Jasa Konsultasi Cara Masuk Indonesia Saat Pandemi

Regional
Gara-gara Tanah Warisan, Kakek Koswara Digugat Rp 3 Miliar oleh Anaknya: Saya Takut...

Gara-gara Tanah Warisan, Kakek Koswara Digugat Rp 3 Miliar oleh Anaknya: Saya Takut...

Regional
179 Anak di Kulon Progo Positif Covid-19, di Antaranya 50 Balita

179 Anak di Kulon Progo Positif Covid-19, di Antaranya 50 Balita

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kristen Gray dan Pasangan Wanitanya Diusir dari Indonesia | Mayor Sugeng Lapor Polisi

[POPULER NUSANTARA] Kristen Gray dan Pasangan Wanitanya Diusir dari Indonesia | Mayor Sugeng Lapor Polisi

Regional
7 Fakta Kasus Kristen Gray dan Cuitan Soal Bali, Diperiksa 8 Jam, Dideportasi Bersama Pasangan Wanitanya

7 Fakta Kasus Kristen Gray dan Cuitan Soal Bali, Diperiksa 8 Jam, Dideportasi Bersama Pasangan Wanitanya

Regional
Dideportasi dari Indonesia, Kristen Gray: Saya Tidak Bersalah...

Dideportasi dari Indonesia, Kristen Gray: Saya Tidak Bersalah...

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X