Terjerat Perangkap Pemburu, Kaki Seekor Harimau Sumatra Terpaksa Diamputasi

Kompas.com - 17/07/2019, 05:51 WIB
SELAMAT - Kondisi harimau Sumatera yang selamat dari jeratan perangkap pemburu liar pada pengamatan 11 Juli 2019 di Lembah Hijau, Bandar Lampung. 
Tribun LampungSELAMAT - Kondisi harimau Sumatera yang selamat dari jeratan perangkap pemburu liar pada pengamatan 11 Juli 2019 di Lembah Hijau, Bandar Lampung.
Editor Rachmawati

BANDAR LAMPUNG, KOMPAS.com – Kaki kanan seekor harimau sumatra terpaksa harus diamputasi karena mengalami luka berat setelah terjerat pemburu.

Harimau yang diberi nama Kyai Batua tersebut ditemukan terluka di Batu Ampar, Kecamatan Suoh, Lampung Barat, 2 Juli 2019. Sehari kemudian, 3 Juli 2019, petugas mengevakuasinya ke Lembah Hijau.

Setelah diobservasi, petugas memutuskan mengambil tindakan operatif amputasi kaki kanan depan pada 5 Juli 2019, sekitar pukul 16.30 WIB.

Baca juga: Hendak Jual 2 Kulit Harimau Peninggalan Kakek, Pria Ini Ditangkap Polisi

Saat ini kondisi Kyai Batua sudah membaik dan menjalani perawatan di Lembaga Konservasi Lembah Hijau, Bandar Lampung.

Irhamuddin selaku Pengendali Ekosistem Hutan Seksi Konservasi Wilayah III Lampung BKSDA Bengkulu dalam konferensi pers di Lembah Hijau, Selasa (16/7/2019) mengatakan saat operasi dilakukan kondisi kaki harimau sudah mulai membusuk.

"Dokter Yanti dari BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) Bengkulu memutuskan tindakan operatif karena sudah 2-3 hari dalam kondisi terjerat. Dagingnya sudah membusuk dan tulangnya kelihatan," kata Irhamuddin.

Dokter telah berkoordinasi dengan kepala BKSDA Bengkulu serta kepala Seksi Konservasi Balai III Lampung untuk tindakan operatif tersebut.

Baca juga: Salah Satu Penyebab Harimau Inung Rio Mati adalah Penyakit Radang Paru

Harimau sumatra ini memiliki berat 109,4 kilogram dengan panjang 1,87 meter dari ujung kepala hingga ekor. Tingginya sekitar 60 centimeter.

Setelah harimau siuman, petugas melakukan pengobatan dan perawatan. Kondisinya hingga ini cukup baik.

Petugas masih menempatkannya Kyai Batua di tempat isolasi agar mendapatkan ketenangan dan pemulihan berjalan cepat.

Sementara itu, pada 8 Juli 2019, pihak Lembah Hijau memasang kamera closed circuit television (CCTV) untuk mengurangi kontak langsung dengan manusia.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X