Salah Satu Penyebab Harimau Inung Rio Mati adalah Penyakit Radang Paru

Kompas.com - 04/07/2019, 06:20 WIB
Petugas medis BBKSDA Riau, BKSDA Sumbar dan Yayassn Arsyari / PRHSD melakukan kegiatan rekam medik terhadap harimau Inung Rio yang terjerat, Kamis (28/3/2019). AntaranewsPetugas medis BBKSDA Riau, BKSDA Sumbar dan Yayassn Arsyari / PRHSD melakukan kegiatan rekam medik terhadap harimau Inung Rio yang terjerat, Kamis (28/3/2019).
Editor Rachmawati

PEKANBARU, KOMPAS.com - Harimau Sumatra dari Provinsi Riau, yang diberi nama Inung Rio, ternyata sudah mati saat mendapat perawatan di Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera di Dharmasraya (PRHSD), Sumatera Barat, pada 15 April 2019.

Pihak Yayasan Arsari Djojohadikusumo selaku pengelola PR-HSD mengungkapkan bahwa Inung mati akibat komplikasi penyakit.

“Harimau Inung Rio mati karena komplikasi berbagai penyakit bawaan sebelum direhabilitasi di PRHSD,” kata Direktur Eksekutif Yayasan Arsari Djojohadikusumo, Catrini Pratihari Kubontubuh ketika dihubungi Antara dari Pekanbaru, Rabu, (3/6/2019).

Baca juga: Setelah Dirawat 14 Hari, Harimau Sumatra Inung Rio Akhirnya Mati

Harimau Sumatera (panthera tigris sumatrae) itu sebelumnya terjerat di kawasan restorasi ekosistem Riau (RER) yang dikelola PT Gemilang Cipta Nusantara (GCN) di Desa Sangar Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Riau pada Maret 2019.

Saat ditemukan, harimau jantan yang diperkirakan berusia 3 hingga 4 tahun itu terluka parah di kaki depan bagian kirinya akibat jerat sling baja.

Setelah dievakusi dari tempat penemuan, harimau yang diberi nama Inung Rio itu dititipkan oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau ke PRHSD.

Namun umur satwa belang itu hanya bertahan 20 hari karena komplikasi penyakitnya.

Catrini mengungkapkan, tim dokter hewan langsung melakukan bedah bangkai atau nekropsi pada 16 April 2019, sehari setelah kematian Inung.

Hasil diagnosa awal juga sudah disampaikan kepada BBKSDA Sumatera Barat pada 18 April 2019.

Baca juga: Seekor Harimau Sumatera Terjerat di Hutan Pelalawan Riau

Diagnosa sementara, Inung Rio mati akibat pneumonia atau penyakit radang paru-paru, gangguan fungsi saraf, kegagalan sirkulasi darah dan distemper, yang ditandai dengan adanya pembentukan eksudat dan peradangan hebat pada organ paru.

Selain itu juga terdapat pendarahan pada selaput otak, pembendungan pembuluh darah pada otak besar serta kerusakan jaringan hebat pada organ hati, limpa dan jantung.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X