Kisah SD Negeri di Jombang, yang Hanya Kedatangan 2 Murid Baru

Kompas.com - 16/07/2019, 18:44 WIB
Salah satu guru SDN Sumberaji II, Sriami, membimbing 2 murid barunya, Selaa (16/11/2019). Sekolah dasar itu berada di Dusun Ngapus, Desa Sumberaji, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. MOH. SYAFIÍSalah satu guru SDN Sumberaji II, Sriami, membimbing 2 murid barunya, Selaa (16/11/2019). Sekolah dasar itu berada di Dusun Ngapus, Desa Sumberaji, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Hari itu, merupakan hari kedua masuk sekolah bagi Ardiansyah dan Khusnul. Mereka menjalani proses belajar mengajar bersama gurunya, Sriami.

Dusun terpencil


Menurut Surati, faktor pertumbuhan jumlah penduduk di Dusun Ngapus mempengaruhi tingkat penerimaan siswa. Belum lagi, lokasi Dusun Ngapus terletak cukup terpencil di banding wilayah lainnya.

"Jumlah penduduk di sini kan terbatas. Terus jarak dengan dusun lainnya juga lumayan jauh. Jarak SDN Sumberaji II dengan SDN Sumberaji I, sekitar 5 kilometer," ujar Surati.

Letak Dusun Ngapus memang cukup terpencil. Wilayah permukiman dengan jumlah penduduk 42 kepala keluarga (KK) ini berada di kawasan hutan Tingan.

Baca juga: Menengok Rumah Masa Kecil Bung Karno di Jombang yang Tinggal Pondasi

Dusun Ngapus Desa Sumberaji berada di wilayah perbatasan antara Kabupaten Jombang dengan Lamongan. Wilayah ini juga berada di kelilingi hutan dan lahan tegalan.

Akses jalan menuju ke Dusun Ngapus, sebenarnya sudah lumayan baik. Jalan dibangun dengan material beton dan bisa diakses kendaraan bermotor, baik roda dua maupun roda 4.

Masalahnya, selain di kelilingi hutan dan lahan tegalan, jarak antara Dusun Ngapus dengan dusun lainnya di Desa Sumberaji lumayan jauh, antara 4-5 kilometer.

Salah satu guru SDN Sumberaji II, Sriami, membimbing 2 murid barunya, Selaa (16/11/2019). Sekolah dasar itu berada di Dusun Ngapus, Desa Sumberaji, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.MOH. SYAFIÍ Salah satu guru SDN Sumberaji II, Sriami, membimbing 2 murid barunya, Selaa (16/11/2019). Sekolah dasar itu berada di Dusun Ngapus, Desa Sumberaji, Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Sementara, untuk masuk ke Dusun Ngapus dari jalan utama penghubung antara Kecamatan Sukorame, Kabupaten Lamongan, dengan Kecamatan Kabuh, Kabupaten Jombang, jaraknya lebih dari 2 kilometer.

"Kalau dari dusun lain sekolah ke sini ya orangtuanya mungkin keberatan, karena jaraknya lumayan jauh. Jadi, sekolah ini hanya diisi siswa dari Dusun Ngapus," beber Surati.

Baca juga: Kisah Kakek-Nenek di Jombang Naik Haji, Kumpul Uang di Bawah Kasur dari Jualan Bubur

SDN Sumberaji II diampu oleh 7 tenaga pendidik dan kependidikan. Empat orang, termasuk di antaranya Kepala Sekolah, berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Sedangkan, 3 tenaga pendidik berstatus non-PNS di SDN Sumberaji II, terdiri 1 orang guru pelajaran muatan lokal (mulok), 1 guru agama, serta 1 orang guru olahraga.

"Ini merupakan tugas negara yang harus siap dilaksanakan oleh setiap aparatur. Di mana pun ditugaskan, saya siap, termasuk di sini," kata perempuan yang memimpin SDN Sumberaji II selama 3 tahun ini.


Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Sosok Bupati Kutai Timur Ismunandar yang Jadi Tersangka KPK Bersama Istri

Ini Sosok Bupati Kutai Timur Ismunandar yang Jadi Tersangka KPK Bersama Istri

Regional
100 Lebih Tenaga Medis di Maluku Terinfeksi Covid-19, Angka Kesembuhan 50 Persen

100 Lebih Tenaga Medis di Maluku Terinfeksi Covid-19, Angka Kesembuhan 50 Persen

Regional
Satu Tenaga Medis di Gunungkidul Positif Corona

Satu Tenaga Medis di Gunungkidul Positif Corona

Regional
Tambah 61 Kasus Positif Covid-19, Rekor Penambahan Tertinggi di Gresik

Tambah 61 Kasus Positif Covid-19, Rekor Penambahan Tertinggi di Gresik

Regional
Setelah Terapkan New Normal, Jumlah Kasus Positif Baru Covid-19 di Kobar Melonjak

Setelah Terapkan New Normal, Jumlah Kasus Positif Baru Covid-19 di Kobar Melonjak

Regional
RS Rujukan di Jateng Mampu Tampung 2.047 Pasien Covid-19

RS Rujukan di Jateng Mampu Tampung 2.047 Pasien Covid-19

Regional
Pemkot Malang Siapkan Rumah Isolasi untuk Pasien Covid-19 yang Tidak Disiplin

Pemkot Malang Siapkan Rumah Isolasi untuk Pasien Covid-19 yang Tidak Disiplin

Regional
Gubernur Gorontalo Imbau Warga di Sekitar Sungai Bone Segera Mengungsi

Gubernur Gorontalo Imbau Warga di Sekitar Sungai Bone Segera Mengungsi

Regional
Hasil Penyisiran Polisi di Desa Mompang Julu Pasca-bentrokan Madina, 8 Warga Diamankan

Hasil Penyisiran Polisi di Desa Mompang Julu Pasca-bentrokan Madina, 8 Warga Diamankan

Regional
Konservasi Kampar Bergembira, Gajah Ngatini Lahirkan Bayi Jantan, Diberi Nama oleh Gubernur

Konservasi Kampar Bergembira, Gajah Ngatini Lahirkan Bayi Jantan, Diberi Nama oleh Gubernur

Regional
Cabuli Siswi SD Selama 4 Tahun, Tukang Ojek di Manado Ditangkap

Cabuli Siswi SD Selama 4 Tahun, Tukang Ojek di Manado Ditangkap

Regional
Tak Semua yang Hadir Saat Rhoma Irama Konser Ikut Tes Covid-19, Ini Sebabnya

Tak Semua yang Hadir Saat Rhoma Irama Konser Ikut Tes Covid-19, Ini Sebabnya

Regional
Akibat Seorang Warga Positif Covid-19 Setelah Pulang dari Denpasar, 990 Orang Dikarantina

Akibat Seorang Warga Positif Covid-19 Setelah Pulang dari Denpasar, 990 Orang Dikarantina

Regional
Respons Polisi soal Viral Pesta Perpisahan Siswa SMK Abaikan Protokol Kesehatan

Respons Polisi soal Viral Pesta Perpisahan Siswa SMK Abaikan Protokol Kesehatan

Regional
Gugur di Kongo, Pelda Anumerta Rama Wahyudi Dimakamkan Secara Militer

Gugur di Kongo, Pelda Anumerta Rama Wahyudi Dimakamkan Secara Militer

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X