Siswi Ditolak Masuk SMP karena Terlalu "Tua", Ini Kata Kadisdik Karimun

Kompas.com - 11/07/2019, 14:49 WIB
Ilustrasi sekolah rusak ShutterstockIlustrasi sekolah rusak

KARIMUN, KOMPAS.com - Kasus ditolaknya Mn, seorang remaja tamatan SD yang akan melanjutkan jenjang pendidikannya ke tingkat SMP negeri dan swasta di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau akibat pembatasan usia, dibenarkan Kepala Dinas Pendidikan Karimun, Bakri Hasyim.

Bakri Hasyim mengatakan, pihaknya tidak bisa berbuat apa-apa dikarenakan hanya menjalankan aturan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

"Kami hanya menjalankan aturan dari kementerian. Mungkin Anda sudah baca aturan tersebut, ya seperti itu, tidak lebih dan tidak kurang," kata Bakri Hasyim, saat dihubungi, Kamis (11/7/2019).

Meski begitu, Bakri mengatakan, dirinya akan terus memantau perkembangan ke depan. Ia mengatakan, tidak menutup kemungkinan aturan tersebut direvisi oleh Kemendikbud.

Baca juga: Ditolak Masuk SMP Negeri karena Terlalu Tua, Remaja Putri Ancam Bunuh Diri

"Seperti aturan PPDB dari jalur prestasi, awalnya hanya 5 persen, sudah kami umumkan, dua pekan kemudian tahu-tahu dirubah pusat jadi 15 persen. Bisa saja aturan batasan usia itu juga berubah," ujar dia.

Jika sekarang tetap dipaksakan diterima, Bakri mengatakan, Mn tidak akan masuk ke dalam data.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hal itu, sambung Bakri, nanti bisa membuat Mn tidak bisa ikut Ujian Nasional karena dianggap tidak pernah terdata.

"Makanya saya sarankan, ambil paket B atau masuk ke Madrasah Tsanawiyah karena aturannya sedikit berbeda di sana," ungkap dia.

Baca juga: Disdik Padang Buka Kembali Pendaftaran PPDB untuk Bangku Kosong SMP

Seperti diberitakan, Mn, remaja putri berusia 15 tahun ditolak masuk SMP Negeri dan swasta di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau.

Anak piatu itu dinilai melewati batasan usia untuk bisa diterima di SMP Negeri sesuai aturan Kemendikbud.

Berdasarkan Permendikbud RI Nomor 14 Tahun 2018, batasan maksimal calon siswa SMP Negeri hanya 15 tahun per 1 Juli 2019.

Sementara Mn berusia 15 tahun per Mei 2019 atau lewat sekitar dua bulan dari ketentuan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

 Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Regional
Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Regional
Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Regional
Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Regional
Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Regional
Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Regional
Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Regional
Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Regional
Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Regional
Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Regional
Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Regional
Memahami Gaya Komunikasi 'Parkir Mobil' ala Gibran

Memahami Gaya Komunikasi "Parkir Mobil" ala Gibran

Regional
Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Regional
Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Regional
Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.