Peternak Bebek di Jombang Cabuli Guru Les Privat Adiknya

Kompas.com - 10/07/2019, 13:45 WIB
Pelaku pencabulan terhadap seorang guru les privat, saat dimunculkan dalam gelar perkara kasus di Mapolres Jombang Jawa Timur, Rabu (10/7/2019). MOH. SYAFIÍPelaku pencabulan terhadap seorang guru les privat, saat dimunculkan dalam gelar perkara kasus di Mapolres Jombang Jawa Timur, Rabu (10/7/2019).

JOMBANG, KOMPAS.com - Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Jombang Jawa Timur, mengamankan Muhammad Amri (32), seorang peternak unggas di wilayah Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jombang, AKP Azi Pratas Guspitu mengatakan, Muhammad Amri ditahan polisi atas dugaan kasus pencabulan. Korbannya, seorang guru les privat yang mengajari adik dari pelaku.

Peternak unggas jenis ayam dan bebek tersebut, lanjut Azi, diamankan pada Jumat (5/7/2019) lalu dari rumahnya. Saat ini, penyidik menetapkan statusnya sebagai tersangka.

Baca juga: Ayah Cabuli 2 Anak Kandungnya Selama 3 Tahun

"Statusnya tersangka dan saat ini kami tahan. Korbannya ini seorang guru les privat yang mengajari adiknya," ujar Azi, di Mapolres Jombang, Rabu (10/7/2019).

Azi mengungkapkan, antara pelaku dan korban sudah saling mengenal sejak lama.

Selain bertetangga, korban juga sering datang ke rumah pelaku untuk memberikan les privat kepada adik dari pelaku.

Peristiwa pencabulan, beber Azi, terjadi pertama kalinya pada awal tahun 2017. Saat itu, korban masih duduk di bangku kelas 3 sebuah Madrasah Aliyah di Kabupaten Jombang.

Perbuatan cabul pelaku terhadap korban dilakukan berulangkali hingga 26 Mei 2019 lalu. Tindakan cabul pelaku terhadap korban berlangsung mulus lantaran korban dijanjikan akan dinikahi. 

Baca juga: Sopir Angkot Tertangkap Akan Cabuli Anak di Bawah Umur di Kuburan

Namun, janji pelaku untuk menikahi korban tak terwujud, meski korban saat ini dalam kondisi hamil. Tak terima dengan perbuatan pelaku, keluarga akhirnya melaporkan kasus pencabulan itu ke polisi.

"Korban dirayu, dijanjikan akan dinikahi. Tapi, janji itu tidak ditepati oleh pelaku," kata Azi.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 293 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Pelaku terancam ancaman hukuman penjara selama 5 tahun.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X