Kabut Asap Pekat Karhutla Riau Selimuti Permukiman, Warga Mulai Sesak Napas dan Mengungsi

Kompas.com - 09/07/2019, 15:08 WIB
Kondisi karhutla di Desa Teluk Bano II, Kecamatan Pekaitan,  Kabupaten Rohil, Riau, Jumat (5/7/2019) pekan lalu. IDONKondisi karhutla di Desa Teluk Bano II, Kecamatan Pekaitan, Kabupaten Rohil, Riau, Jumat (5/7/2019) pekan lalu.

PEKANBARU, KOMPAS.com - Meski sempat diguyur hujan dengan intensitas sedang, kebakaran hutan dan lahan ( karhutla) di Desa Teluk Bano II, Kecamatan Pekaitan, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau, belum padam total.

Bahkan kabut asap masih pekat di permukiman warga.

Karhutla di Teluk Bano memasuki pekan kedua. Kebakaran kebun sawit tanah gambut ini, dikatakan sangat luas.

Penghulu (Kepala Desa) Bano II Bashori mengatakan, semalam sempat diguyur hujan di lahan yang terbakar, sehingga titik api sedikit berkurang.

Baca juga: 5 Fakta Karhutla di Riau, Nyaris Merembet ke Rumah Warga hingga Api Sempat Padam

"Kalau kebakaran cukup sudah berkurang karena semalam hujan. Tapi asapnya masih lumayan tebal. Karena di sini tanah gambut, jadi api di dalam mengeluarkan asap yang sampai ke perumahan warga," kata Bashori saat dihubungi Kompas.com via telepon seluler, Selasa (9/7/2019).

Kabut asap yang menyelimuti permukiman, sudah berdampak kepada warga. Kata Bashori beberapa warga terkena batuk, sesak napas dan mata pedih.

Bahkan hingga saat ini sejumlah warga juga masih ada yang mengungsi. Warga yang mengungsi ini, rumahnya sangat dekat dengan lahan yang terbakar.

"Masih ada sebagian warga yang mengungsi. Tapi ini warga yang rumahnya dekat dengan lokasi karhutla," sebut Bashori.

Baca juga: Cerita Saat Petugas Berjibaku di Tengah Kabut Asap Karhutla

Sekolah belum diliburkan

Dia mengatakan, kebakaran lahan gambut terdapat di wilayah RT 10 dan RT 06, yang semakin mendekati permukiman warga.

Sementara ini, kata Bashori, belum ada sekolah yang diliburkan akibat dampak kabut asap tersebut.

"Sekolah jauh dari lokasi yang terbakar, dan kabut asap tidak sampai ke sana," sebutnya.

Untuk saat ini, tambah dia, petugas gabungan dari kepolisian, TNI, BPBD, aparat desa dan masyarakat masih terus kompak memadamkan api.

Baca juga: 15 Helikopter dan 1 Pesawat Disiagakan untuk Penanganan Karhutla di Riau

Sebagaimana telah diberitakan, kebakaran hutan dan lahan di Desa Teluk Bano II terjadi sejak Jumat (28/6/2019) lalu.

Berdasarkan data dari Polsek Bangko, luas lahan yang terbakar diperkirakan 60 hektar. Sementara penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Regional
'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X