Kompas.com - 08/07/2019, 07:30 WIB
Sunaman (47) (depan) Membantu Warga Mengambil Air di Telaga Karang Kidul, Karangawen, Kecamatan Girisubo Kamis (4/7/2019) MARKUS YUWONOSunaman (47) (depan) Membantu Warga Mengambil Air di Telaga Karang Kidul, Karangawen, Kecamatan Girisubo Kamis (4/7/2019)

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, merupakan wilayah yang memiliki bentang alam karst atau batuan berkapur. Sebagian masyarakatnya sejak lama tidak mampu membuat sumur sendiri, karena kondisi alamnya yang tidak memungkinkan. 

Secara turun temurun, kekurangan air bersih adalah sesuatu yang selalu dirasakan masyarakat bahkan hingga kini. Upaya dari pemerintah untuk mengatasi kesulitan air bersih dengan PDAM dan Spamdes nyatanya belum bisa menjangkau seluruh wilayah.

Sebagian dari mereka masih mengandalkan telaga, air hujan, dan membeli air bersih dari tangki swasta. 

Salah satunya di Desa Karangawen, Kecamatan Girisubo. Di desa ini, sambungan air bersih PDAM belum sepenuhnya bisa dirasakan masyarakat.

 

Salah satu warga Dusun Tlasih, Desa Karangawen, Sunaman (47) menceritakan, telah merasakan kekeringan sejak kecil.

Sunaman ingat betul semasa kecil sekitar awal tahun 1980-an, saat musim kemarau dirinya dan warga desa harus mencari sumber air ke telaga yang berada di desa tetangga.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kalau dari Telaga Tileng atau Telaga Puring itu sekitar 7 km berangkat jam 05.00, sampai di lokasi jam 06.30 WIB. Di sana mandi dan membawa jeriken untuk persiapan memasak siang harinya," katanya kepada Kompas.com di Telaga Karang Kidul, Desa Karangawen, Kamis (4/7/2019). 

Baca juga: Kekeringan di Karawang, Warga Gali Sumur di Sungai dan Ambil Air Pukul 2 Dini Hari

"Kalau haus di jalan biasanya minum air telaga yang dibawa itu. Sampai sekarang saya masih sehat," ucapnya. 

Telaga itu menjadi andalan masyarakat untuk mencuci baju, mandi, memandikan ternak, serta untuk kebutuhan air minum.

Selain telaga, warga juga mengandalkan tandon air bersih atau bak penampungan air hujan (PAH) yang terbuat dari campuran tanah liat dan genteng yang dihancurkan. Setiap keluarga memiliki  dua PAH.

"Di sana untuk mencuci, di sini mandi, seberang ada sapi ya biasa saja. Jika ingin dikonsumsi biasanya dimasukkan dalam PAH agar kotorannya mengendap," ujarnya. 

Sunaman mengatakan, sulitnya air membuat dia jarang mandi. Sampai akhirnya orangtuanya menyekolahkan dirinya ke Kota Wonosari.

"Salah satu alasan orangtua saya menyekolahkan ke SMP Bopkri Wonosari agar bisa mandi setiap pagi, karena tinggal di Wonosari saya bebas mau mandi berapa kali," ujarnya.

Baca juga: Lebih dari 100 Ribu Warga Gunungkidul Terdampak Kekeringan

Sebenarnya di wilayah Dusun Tlasih sudah ada aliran pipa yang masuk untuk menyalurkan air bersih sejak tahun 1993. Namun, selama puluhan tahun pipa hanya dilalui angin, karena air bersih tidak mengalir.

Sekitar April 2018, Sunaman dan masyarakat mengajukan ke PDAM dan akhirnya dipenuhi. 

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Regional
Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Regional
Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Regional
Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Regional
Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Regional
Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Regional
Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Regional
Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Regional
Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Regional
Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Regional
Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Regional
Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.