Kisah Warga Gunungkidul Berbagi dengan Hewan Ternak karena Sulitnya Dapatkan Air Bersih

Kompas.com - 08/07/2019, 07:30 WIB
Sunaman (47) (depan) Membantu Warga Mengambil Air di Telaga Karang Kidul, Karangawen, Kecamatan Girisubo Kamis (4/7/2019) MARKUS YUWONOSunaman (47) (depan) Membantu Warga Mengambil Air di Telaga Karang Kidul, Karangawen, Kecamatan Girisubo Kamis (4/7/2019)

Anggota DPRD Gunungkidul Fraksi Golkar, Heri Nugroho mengatakan, dari laporan penelitian para ahli, wilayah Gunungkidul sudah dihuni ribuan tahun. Di desa ini tersedia air bersih di bawah permukaan air.

Namun, hingga saat ini pemerintah masih fokus terhadap droping air bersih dan belum menyasar masalah pokok yaitu menyediakan air bersih.  

Menurut dia, pemerintah seharusnya memiliki target yang jelas, karena anggaran yang digulirkan dari pemerintah daerah, provinsi, hingga pusat cukup besar.

"Hingga 2029 nanti penyertaan modal ke PDAM setiap tahun sebesar Rp 5 miliar. Di tahun-tahun sebelumnya pernah mencapai Rp 15 miliar per tahun," katanya. 

Hanya saja ke depan pihaknya meminta kepada eksekutif agar lebih fokus pada debit air. Seberapa pun banyak sambungan ke rumah tangga, jika debit air kecil pasti bermasalah.

"Ini penting karena hingga sekarang masih ditemukan kasus air hanya nyala pada malam hari atau bergilir. Tanpa mengurangi lebarnya akses air kepada masyarakat, persoalan debit harus diperhatikan," kata Heri

Saat hendak dikonfirmasi, Direktur Utama PDAM Tirta Handayani Gunungkidul Isnawan Fibriyanto belum bisa dihubungi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, beberapa waktu lalu Isnawan pernah menyebut, pihaknya telah melakukan peningkatan kapasitas sejumlah sumber air guna menghadapi kemarau.

Misalnya di cabang Wonosari dengan kapasitas sumber 160 liter per detik ditambah 30 liter per detik menjadi 180 liter per detik.

Cabang Seropan kapasitas sumber 130 liter per detik ada tambahan 50 liter per detik jadi 180 liter per detik, Cabang Bribin kapasitas 65 liter per detik ada tambahan 40 liter per detik jadi 105 liter per detik, dan cabang Baron kapasitas 100 liter per detik ada tambahan 20 liter per detik  jadi 120 liter per detik. 

Diakuinya meski sudah ada peningkatan kapasitas, tapi belum bisa menjangkau wilayah dengan geografis wilayah yang tinggi.

"Meski ada tambahan debit, itu hanya memaksimalkan lokasi yang posisi rendah. Untuk wilayah rendah yang biasanya misalnya 10 kubik perhari masyarakat meningkatkan pemakaian 20 kubik. Namun, untuk lokasi yang lebih tinggi tetap sulit mengakses," ucapnya. 

Isnawan mengatakan pihaknya terus berupaya mencari sumber-sumber air yang dekat dengan lokasi kekeringan.

"Kita terus berupaya mencari sumber air terdekat dari lokasi kekeringan, sehingga mudah dalam distribusi air bersih ke masyarakat," katanya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Regional
Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Regional
Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Regional
Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Regional
Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Regional
Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Regional
Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Regional
Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Regional
Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Regional
Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Regional
Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Regional
TNI, Polri, dan IPDN Gelar Vaksinasi Massal Jelang PON XX 2021 di Papua

TNI, Polri, dan IPDN Gelar Vaksinasi Massal Jelang PON XX 2021 di Papua

Regional
Mendadak Jadi Penyiar Radio, Gubernur Ganjar Dapat Curhatan dari Pendengar

Mendadak Jadi Penyiar Radio, Gubernur Ganjar Dapat Curhatan dari Pendengar

Regional
Gelar Tes Rapid Antigen Gratis, Pemkot Madiun Targetkan PPKM Level 1

Gelar Tes Rapid Antigen Gratis, Pemkot Madiun Targetkan PPKM Level 1

Regional
Dapat Kejutan, Ganjar Pranowo Terima Baju Adat dari Masyarakat Tobelo

Dapat Kejutan, Ganjar Pranowo Terima Baju Adat dari Masyarakat Tobelo

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.