Ormas Islam Lhokseumawe Tolak Liga Sepak Bola Putri

Kompas.com - 04/07/2019, 18:06 WIB
Forum Komunikasi Ulama, organisasi masyarakat dan organisasi kepemudaan di Lhokseumawe  membentangkan spanduk berisi penolakan sepak bola putri di halaman Islamic Center, Lhokseumawe, Kamis (4/7/2019) KOMPAS.com/MASRIADIForum Komunikasi Ulama, organisasi masyarakat dan organisasi kepemudaan di Lhokseumawe membentangkan spanduk berisi penolakan sepak bola putri di halaman Islamic Center, Lhokseumawe, Kamis (4/7/2019)


LHOKSEUMAWE, KOMPAS.com - Forum Komunikasi Ulama, organisasi masyarakat, dan organisasi kepemudaan di Lhokseumawe menolak digelarnya Piala Menpora Sepakbola U-17 Putri tingkat nasional di Stadion Perta Arun Gas, Lhokseumawe, Aceh, pada Juli hingga September 2019.

Forum ini membentangkan spanduk di depan halaman Islamic Center, Kota Lhokseumawe. Alasannya, kegiatan sepak bola putri dinilai melecehkan martabat perempuan Aceh.

"Liga di bawah Kemenpora RI itu sangat bertentangan harkat, martabat, dan marwah perempuan Aceh," sebut Koordinator aksi Tgk Sulaiman Lhokweng kepada sejumlah wartawan.

Baca juga: Fatwa Haram PUBG, Belum Ada Arahan Soal Razia di Lhokseumawe

Mereka meminta Menpora RI membatalkan perhelatan olahraga itu dan menghormati kearifan lokal Aceh yang menerapkan syariat Islam.

"Kami meminta Badan Liga Sepakbola Pelajar Indonesia (BLiSPI) selaku penyelenggara agar membatalkan seleksi dan pengiriman delegasi tim sepekbola U-17 putri ke tingkat nasional," ujarnya.

Selain itu, PT Perta Arun Gas diminta tidak sembarangan memberikan izin penggunaan lapangan yang berpotensi melanggar penerapan syariat Islam di Aceh.

"Kami mendesak BLiSPI untuk melakukan permintaan maaf secara terbuka kepada masyarakat Aceh karena secara umum telah melukai perasaan dan kearifan lokal dengan meng-exploitasi perempuan Aceh di bidang sepakbola," tegasnya.

Baca juga: Sopir Bus Curi Motor Teman Sejawatnya di Terminal Lhokseumawe

Sementara itu, Ketua BLiSPI Aceh, Ishaq Rizal,hingga berita ini dikirimkan belum bisa terhubung. Nomor handphone yang digunakan Ishaq tidak tersambung.

Pesan singkat yang dikirim juga belum mendapat jawaban dari Ishaq.

Sedangkan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Lhokseumawe Zulkifli menyebutkan, even sepak bola itu bukan menjadi tanggungjawab dinas yang dipimpinnya.

“Itu di bawah BLiSPI Aceh. Pak Ishaq Rizal. Saya tidak ada di BLiSPI. Jadi baiknya langsung ke BLiSPI saja,” jelasnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X