Dilanda Kekeringan dan Musibah Tanggul Jebol, Produksi Padi di Cianjur Anjlok

Kompas.com - 03/07/2019, 08:27 WIB
Seorang petani tengah memanen padi di wilayah Cibeber, Cianjur, Jawa Barat, Selasa (02/07/2019). Petani setempat mengaku produksi padi menyusut hingga 50 persen akibat kemarau dan tanggul jebol.KOMPAS.com/FIRMAN TAUFIQURRAHMAN Seorang petani tengah memanen padi di wilayah Cibeber, Cianjur, Jawa Barat, Selasa (02/07/2019). Petani setempat mengaku produksi padi menyusut hingga 50 persen akibat kemarau dan tanggul jebol.

CIANJUR, KOMPAS.com – Kekeringan yang melanda sebagian wilayah di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, berdampak pada hasil panen padi yang kurang memuaskan.

Kondisi ini seperti dialami petani di sejumlah desa di wilayah Kecamatan Cibeber, Cianjur.

Jika biasanya mereka mengaku bisa menghasilkan 8 ton per hektar, kini produksi padi yang dihasilkan turun jadi 4-5 ton per hektar.

“Hampir 50 persen turunnya, biasanya hasilnya tidak seperti ini,” kata Ajun (60), petani asal Kampung Gudang, Desa Cihaur, kepada Kompas.com, Rabu (03/07/2019).


Baca juga: Kekeringan, 8 Hektare Sawah di Sumedang Terancam Gagal Panen

Menurut Ajun, kondisi cuaca (musim kemarau) dan tidak adanya pasokan air ke areal persawahan sejak irigasi jebol Januari lalu menjadi penyebab merosotnya hasil panen musim ini.

“Bendungan irigasi yang di sana kan (Sungai Cikondang) sudah lama rusak, jadi air tidak lagi ngalir ke sini, ditambah sekarang musim kemarau. Padahal padi sedang butuh-butuhnya air, jadinya hasil panennya seperti ini,” tuturnya.

Petani setempat lainnya, Imas (42) mengaku hasil panen saat ini sangat tidak memuaskan, terlebih padi yang dipanennya kali ini dalam kondisi kurang bagus.

“Ini isinya kurang, harusnya bobotnya lebih berat, ini 50 persen hilangnya,” ucapnya.

Baca juga: Irigasi Cikondang Jebol, 1.007 Hektar Sawah Terancam Kekeringan

Sementara Engkos Kosasih (57), petani asal Kampung Nanggerang, Desa Cimanggu berharap, pemerintah segera memperbaiki irigasi Cikondang yang jebol tersebut.

“Selama itu belum diperbaiki sawah pasti sulit dapat air, tidak bisa cuma mengandalkan hujan karena belum tahu juga (hujan) turun lagi kapan di sini, sekarang saja sudah kering di mana-mana,” ucapnya.

Kekeringan di 9 desa

Sebelumnya, Ketua Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air Daerah Irigasi Susukan Gede Kecamatan Cibeber, Cianjur, Rahmat Fauzi mengatakan ada 1.007 hektar areal persawahan terancam kekeringan saat ini.

Disebutkannya, wilayah yang terdampak melingkupi Desa Cikondang, Cipetir, Cihaur, Cimanggu, Cisalak, Mayak, Sukaraharja, Sukamaju dan Cibaregbeg.

“Sejak irigasi jebol ditambah sekarang kemarau praktis areal pesawahan di sembilan desa itu tidak lagi mendapatkan pasokan air, karena di Cibeber ini kebanyakan (sawah) irigasi teknis,” ujarnya. 

Baca juga: Masuk Musim Kemarau, 1.007 Hektar Sawah di Cianjur Terancam Kekeringan

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X