Masuk Musim Kemarau, 1.007 Hektar Sawah di Cianjur Terancam Kekeringan

Kompas.com - 28/06/2019, 08:30 WIB
Seorang petugas pertanian di Cianjur, Jawa Barat memerlihatkan kondisi sawah yang terancam fuso karena mengering akibat kemarau panjang. IstimewaSeorang petugas pertanian di Cianjur, Jawa Barat memerlihatkan kondisi sawah yang terancam fuso karena mengering akibat kemarau panjang.

CIANJUR, KOMPAS.com –  Musim kemarau menyebabkan lahan pertanian di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat mulai mengering dan beberapa hektar tanaman padi dipastikan gagal panen. Apalagi sejak sebulan terakhir, di wilayah selatan Cianjur tidak turun hujan.

“Hampir merata di semua wilayah kecamatan di selatan, hujan sudah tidak turun dalam sebulan terakhir. Dampaknya lahan pertanian dan sawah mengering,” tutur Kasubag TU UPTD Pelayanan Pertanian Kecamatan Cijati, Kunkun Kurnia kepada Kompas.com, Jumat (28/6/2019).

Baca juga: Awal Musim Kemarau, 37 Desa di Sumedang Rawan Krisis Air Bersih

Di wilayah Cijati sendiri, sebut Kunkun, areal pesawahan yang mengalami kekeringan seluas 65 hektar dengan kategori ringan (49 hektar), sedang (9 hektar), dan berat (7 hektar). Sedangkan yang terancam kekeringan seluas 18 hektar.

“Dari semua luasan itu, 49 hektar terancam puso karena masih tanam dan tersebar di sepuluh desa,” katanya.

Pihaknya menyebutkan, beberapa petani memanfaatkan pompa air yang ada untuk mengairi sawah dari saluran irigasi, namun hanya bisa dimanfaatkan oleh petani yang punya lahan dekat dengan sungai.

“Kalau yang jaraknya 200-300 meter dari sungai tidak bisa menjangkau karena biayanya juga tinggi,” ujarnya.

Baca juga: Antisipasi Kemarau Panjang, Ratusan Warga Bangun Sodetan di Sungai

Saat ini pihaknya masih terus mendata luasan sawah yang terancam puso, termasuk di wilayah Kecamatan Leles dan Kadupandak yang menjadi wilayah kerja UPTD Pelayanan Pertanian Cijati.

“Kalau di Kecamatan Leles banyak sawah yang sudah panen, sehingga luasan yang terancam puso tidak begitu signifikan, di Kadupandak juga. Namun kalau kondisinya kering itu hampir merata,” imbuhnya.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air Daerah Irigasi Susukan Gede Kecamatan Cibeber, Rahmat Fauzi menyebutkan ada 1.007 hektar areal pesawahan terancam kekeringan saat ini.

Penyebabnya, musim kemarau yang sudah tiba dan pasokan air dari saluran irigasi yang terhambat setelah bendungan irigasi Sungai Cikondang jebol empat bulan lalu.

“Selama ini saluran irigasi Sungai Cikondang mengairi 1.007 areal pesawahan dan ada 3.650 petani menggantungkan pasokan air untuk mengairi lahan sawahnya dari saluran irigasi tersebut,” tutur Rahmat.

Baca juga: Musim Kemarau, Gunungan Sampah di TPA Disiram untuk Cegah Kebakaran

Karena itu, pasca-jebol, areal pesawahan di sembilan desa, yakni Cikondang, Cipetir, Cihaur, Cimanggu, Cisalak, Mayak, Sukaraharja, Sukamaju, dan Cibaregbeg praktis tidak mendapatkan pasokan air lagi.

“Di Cibeber ini kebanyakan sawah irigasi teknis. Sejak irigasi jebol hanya mengandalkan hujan. Namun sekarang sudah mulai kemarau, praktis sawah tak lagi punya pasokan air, kering dimana-mana,” imbuhnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mensos Beri Santunan Rp 15 Juta Per Keluarga Siswa Tewas Susur Sungai

Mensos Beri Santunan Rp 15 Juta Per Keluarga Siswa Tewas Susur Sungai

Regional
Macan Tutul Besar Turun Gunung Terkam Ternak Kambing Warga

Macan Tutul Besar Turun Gunung Terkam Ternak Kambing Warga

Regional
Ganjar Wajibkan Seluruh OPD Jateng Miliki Akun Medsos Terverifikasi

Ganjar Wajibkan Seluruh OPD Jateng Miliki Akun Medsos Terverifikasi

Regional
Surprise Ulang Tahun Berujung Maut, 2 Pelajar Tewas Tenggelam

Surprise Ulang Tahun Berujung Maut, 2 Pelajar Tewas Tenggelam

Regional
SAR Mataram Bantu Cari 2 Kapal dari Makasar dan Surabaya yang Hilang Kontak

SAR Mataram Bantu Cari 2 Kapal dari Makasar dan Surabaya yang Hilang Kontak

Regional
[POPULER NUSANTARA] Aksi Heroik 2 Siswa Selamatkan Rekannya Saat Susur Sungai | Warga Keluhkan Eksekusi Lahan kepada Jokowi

[POPULER NUSANTARA] Aksi Heroik 2 Siswa Selamatkan Rekannya Saat Susur Sungai | Warga Keluhkan Eksekusi Lahan kepada Jokowi

Regional
Tragedi Susur Sungai, Khoirunnisa Dimakamkan di Hari Ulang Tahunnya

Tragedi Susur Sungai, Khoirunnisa Dimakamkan di Hari Ulang Tahunnya

Regional
Berujung Maut, Kepala SMPN 1 Turi Sebut Susur Sungai Program Rutin

Berujung Maut, Kepala SMPN 1 Turi Sebut Susur Sungai Program Rutin

Regional
Pencarian 2 Korban Susur Sungai Nihil, Tim SAR Siapkan Penyelam

Pencarian 2 Korban Susur Sungai Nihil, Tim SAR Siapkan Penyelam

Regional
5 Fakta Musibah Susur Sungai SMPN di Sleman, 8 Siswa Tewas hingga Kepala Sekolah Mengaku Tidak Tahu

5 Fakta Musibah Susur Sungai SMPN di Sleman, 8 Siswa Tewas hingga Kepala Sekolah Mengaku Tidak Tahu

Regional
Curhat Seorang Ibu ke Jokowi Ini Bikin Menteri hingga Gubernur Terdiam

Curhat Seorang Ibu ke Jokowi Ini Bikin Menteri hingga Gubernur Terdiam

Regional
Soal Tragedi Susur Sungai SMPN di Sleman, Komisi X Sebut Sekolah Mestinya Perhatikan Cuaca

Soal Tragedi Susur Sungai SMPN di Sleman, Komisi X Sebut Sekolah Mestinya Perhatikan Cuaca

Regional
Bercanda di Genangan Air Underpass Kulur, 2 Pelajar Tewas Tenggelam

Bercanda di Genangan Air Underpass Kulur, 2 Pelajar Tewas Tenggelam

Regional
SBY Bangun Museum, Khofifah Siapkan Penerbangan Printis ke Pacitan

SBY Bangun Museum, Khofifah Siapkan Penerbangan Printis ke Pacitan

Regional
Sambil Latihan Militer, Kopassus Gelar Bakti Sosial di Bandung Barat

Sambil Latihan Militer, Kopassus Gelar Bakti Sosial di Bandung Barat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X