Kekeringan, 8 Hektare Sawah di Sumedang Terancam Gagal Panen

Kompas.com - 02/07/2019, 19:45 WIB
Petani bersama Pemdes Sukawening, Ganeas, Sumedang, Jawa Barat melakukan penyedotan air di saluran irigasi yang letaknya berada di bawah sawah, Selasa (2/7/2019). AAM AMINULLAH/KOMPAS.com Aam AminullahPetani bersama Pemdes Sukawening, Ganeas, Sumedang, Jawa Barat melakukan penyedotan air di saluran irigasi yang letaknya berada di bawah sawah, Selasa (2/7/2019). AAM AMINULLAH/KOMPAS.com

SUMEDANG, KOMPAS.com - Upaya petani di Desa Sukawening, Kecamatan Ganeas, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, untuk mengairi areal pesawahan di lokasi tersebut tak kunjung membuahkan hasil.

Saat ini, tidak kurang dari 8 hektare areal pesawahan di Blok Sawah Popojok, di desa tersebut mengalami kekeringan dan terancam gagal panen.

Padahal, tanaman padi di lokasi tersebut sudah berumur 60 hari dan mulai mekar atau berbuah.


Kepala Desa Sukawening Karman mengatakan, jika lahan pesawahan itu tidak segera teraliri air, maka 8 hektare tanaman padi di lokasi tersebut dipastikan gagal panen.

Baca juga: Antisipasi Kekeringan, BPBD NTB Siapkan Sumur Bor hingga Dropping Air Bersih

Di awal musim kemarau ini, areal pesawahan yang lokasinya berada di atas saluran irigasi membuat petani kewalahan dalam mengairi lahan sawah mereka.

"Sudah hampir sebulan lebih tidak teraliri air. Para petani terus mengeluh karena takut mengalami gagal panen. Mereka juga sudah mengeluarkan banyak biaya untuk mengagarap sawahnya, sekarang di saat padinya sudah mulai berbuah sawahnya malah kekeringan," ujarnya kepada Kompas.com, Selasa (2/7/2019).

Karman menuturkan, untuk mengantisipasi persoalan tersebut, Pemdes Sukawening dan pengurus Gapoktan serta petani sudah berupaya melakukan penyedotan air menggunakan mesin pompa dari Saluran Irigasi Sentig Kanan, yang letaknya persis di bawah lahan pesawahan.

Namun, upaya yang telah dilakukan sejak Senin (1/7/2019) kemarin itu, hingga hari ini, Selasa, tak kunjung membuahkan hasil.

"Sejauh ini air masih susah naik, tapi justru beberapa kali dicoba, selang airnya malah pecah dan harus diganti berulang kali, kami akan terus mencoba sampai berhasil," tuturnya.

Baca juga: Pipa dan Ban Dalam Bekas Disulap Jadi Pompa Air Non-listrik untuk Atasi Kekeringan

Karman memambahkan, jika hingga esok hari, Rabu (3/7/2019), sawah tak kunjung teraliri air, pihak Pemdes Sukawening akan meminta bantuan kepada Dinas Pertanian Kabupaten Sumedang.

"Mudah-mudahan dari dinas terkait ada solusi lain sehingga areal pesawahan milik petani di desa kami jadi tidak mubazir. Karena, kalau tak juga teraliri air, kemungkinan besarnya tanaman padi yang sudah mulai berbuah ini tidak akan bisa dipanen," katanya.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X