Bima Arya Sampaikan Kelemahan Sistem Zonasi PPDB ke Rapat Pimpinan Kepala Daerah Se-Indonesia

Kompas.com - 02/07/2019, 10:37 WIB
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto saat ditemui usai rapat evaluasi PPDB di Balai Kota Bogor, Senin (1/7/2019). RAMDHAN TRIYADI BEMPAHWali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto saat ditemui usai rapat evaluasi PPDB di Balai Kota Bogor, Senin (1/7/2019).

BOGOR, KOMPAS.com — Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengkritik aturan sistem zonasi yang dikeluarkan pemerintah pusat dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat sekolah menengah atas (SMA).

Bima berencana membawa persoalan itu ke Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) di Semarang, Jawa Tengah.

Dalam forum pertemuan para pimpinan kepala daerah itu, Bima akan menyampaikan beberapa hal mengenai lemahnya sistem zonasi yang diterapkan dalam PPDB.

"Saya melihat sistem zonasi ini masih lemah dan secara teknis belum siap untuk digunakan. Saya akan menyuarakan sebagai perwakilan wali kota se-Indonesia, situasi sistem pendidikan zonasi ini sudah cukup membuat beban bagi kepala daerah. Dan akan kami sampaikan ke pemerintah pusat agar sistem zonasi dievaluasi," ungkap Bima di Balai Kota Bogor, Selasa (2/7/2019).

Baca juga: Bima Arya Minta 3 Siswa di Bogor yang Manipulasi Data PPDB Didiskualifikasi

Bima menilai, penerapan zonasi tidak sesuai dengan target untuk membangun asas keadilan dalam hal kualitas pendidikan. Selain itu, dapat menimbulkan praktik-praktik manipulasi karena sistem administrasi kependudukan masih lemah.

Menurut Bima, tidak sepatutnya anak-anak sekolah diajarkan untuk melakukan manipulasi data demi mendapatkan slot di bangku sekolah oleh orangtuanya. Selain itu, kasus seperti ini tentu akan merampas hak calon siswa lain.

"Ini menciptakan budaya instan dengan membuat surat domisili palsu. Praktik-praktik manipulasi ini terjadi karena sistem administrasi kependudukan masih lemah di daerah-daerah tertentu, termasuk Kota Bogor," ujarnya.

Baca juga: Cerita Bima Arya Temukan Kecurangan Saat Sidak ke Alamat Siswa Pendaftar PPDB 2019 di Bogor

Sebelumnya, Bima mendapati adanya indikasi kecurangan dalam PPDB tingkat SMA di Kota Bogor. Ia menemukan adanya dugaan data palsu yang digunakan tiga calon siswa saat mendaftar ke SMAN 1 Kota Bogor.

Bima juga meminta tiga siswa tersebut didiskualifikasi melalui rekomendasi yang ditujukan kepada Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER NUSANTARA] Umar Patek Minta Kelompok Teroris Hentikan Aksinya | YouTuber Aniaya Kakek

[POPULER NUSANTARA] Umar Patek Minta Kelompok Teroris Hentikan Aksinya | YouTuber Aniaya Kakek

Regional
Kisah di Balik Ulang Tahun Risma, Wartawan 'Kesurupan' hingga Foto di Bawah Pohon Tabebuya

Kisah di Balik Ulang Tahun Risma, Wartawan "Kesurupan" hingga Foto di Bawah Pohon Tabebuya

Regional
5 Fakta Video Viral Cucu Tendang dan Pukuli Kakek, Berawal dari Pakan Ikan yang Masuk Mulut

5 Fakta Video Viral Cucu Tendang dan Pukuli Kakek, Berawal dari Pakan Ikan yang Masuk Mulut

Regional
Cerita di Balik Siswa SD Tewas Disengat Tawon, Ingin Bongkar Sarang yang Resahkan Warga

Cerita di Balik Siswa SD Tewas Disengat Tawon, Ingin Bongkar Sarang yang Resahkan Warga

Regional
Cerita di Balik Aula SMKN 1 Miri Sragen Roboh Timbun 22 Siswa, Berawal dari Hujan Deras

Cerita di Balik Aula SMKN 1 Miri Sragen Roboh Timbun 22 Siswa, Berawal dari Hujan Deras

Regional
Usaha Pemerintah Naikkan Kesejahteraan Petani

Usaha Pemerintah Naikkan Kesejahteraan Petani

Regional
Bocah SD Tewas Terpeleset ke Parit Saat Banjir di Samarinda

Bocah SD Tewas Terpeleset ke Parit Saat Banjir di Samarinda

Regional
Seorang Pemuda Tewas Diduga Dibunuh usai Pesta Miras

Seorang Pemuda Tewas Diduga Dibunuh usai Pesta Miras

Regional
Di Hari Ulang Tahunnya Ke-58, Risma Dikerjai Wartawan

Di Hari Ulang Tahunnya Ke-58, Risma Dikerjai Wartawan

Regional
Gedung SD Nyaris Ambruk, Siswa Ketakuan hingga Kerap Digigit Rayap Saat Belajar

Gedung SD Nyaris Ambruk, Siswa Ketakuan hingga Kerap Digigit Rayap Saat Belajar

Regional
Ridwan Kamil Jamin Gizi Bayi Kembar Siam di Bekasi agar Bisa Dioperasi Pemisahan

Ridwan Kamil Jamin Gizi Bayi Kembar Siam di Bekasi agar Bisa Dioperasi Pemisahan

Regional
Menag Akan Cari Jalan Tengah Terkait Polemik Aset First Travel

Menag Akan Cari Jalan Tengah Terkait Polemik Aset First Travel

Regional
Mantan TNI Ditemukan Tewas dalam Keadaan Sujud, Istri Curiga Akibat Kekerasan

Mantan TNI Ditemukan Tewas dalam Keadaan Sujud, Istri Curiga Akibat Kekerasan

Regional
Cerita Petugas Polsuska yang Melihat Seorang Pria Melompat ke Rel Saat Kereta Api Melaju

Cerita Petugas Polsuska yang Melihat Seorang Pria Melompat ke Rel Saat Kereta Api Melaju

Regional
Dua Kelompok Mahasiswa UNM Makassar Bentrok, 7 Orang Terluka

Dua Kelompok Mahasiswa UNM Makassar Bentrok, 7 Orang Terluka

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X