Cerita Bima Arya Temukan Kecurangan Saat Sidak ke Alamat Siswa Pendaftar PPDB 2019 di Bogor

Kompas.com - 29/06/2019, 07:58 WIB
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto sedang memeriksa sejumlah berkas terkait adanya dugaan data palsu yang digunakan terhadap tiga calon siswa saat mendaftar PPDB tingkat SMA sistem zonasi, Jumat (28/6/2019). RAMDHAN TRIYADI BEMPAHWali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto sedang memeriksa sejumlah berkas terkait adanya dugaan data palsu yang digunakan terhadap tiga calon siswa saat mendaftar PPDB tingkat SMA sistem zonasi, Jumat (28/6/2019).

BOGOR, KOMPAS.com - Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menemukan adanya indikasi kecurangan dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) di wilayahnya.

Informasi kecurangan itu didapatnya setelah adanya laporan dari warga mengenai dugaan manipulasi administrasi PPDB pada sistem zonasi.

Baca juga: 7 Fakta di Balik Sistem Zonasi PPDB 2019, Jokowi Akui Banyak Masalah hingga Muncul Kejanggalan Saat Pendaftaran

Bima yang baru saja tiba di Jakarta setelah menjadi pembicara dalam sebuah forum pertemuan di Jerman langsung melakukan sidak ke salah satu rumah warga yang terindikasi melakukan kecurangan tersebut, Jumat (28/6/2019) malam.

Sesampainya di salah satu rumah warga yang berada di Gang Selot, Kelurahan Paledang, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Bima yang didampingi Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dan Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor langsung memeriksa beberapa berkas untuk memastikan apakah nama siswa yang dimaksud benar-benar ada dan tinggal di rumah itu.

Hasilnya, Bima menemukan adanya dugaan data palsu yang digunakan terhadap tiga calon siswa saat mendaftar ke SMAN 1 Kota Bogor.

Baca juga: Ingat, Penerimaan PPDB 2019 Tak Ditentukan Siapa yang Tercepat Mendaftar...

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bima mengatakan, ketiga anak itu bukan termasuk warga Kelurahan Paledang, Kecamatan Bogor Tengah yang secara zonasi masuk dalam SMAN 1 Bogor.

“Anak itu tidak tinggal di situ. Kedua, tidak ada di kartu yang asli hanya ada di surat keterangan domisili,” kata Bima, usai sidak.

Dirinya menegaskan, pihaknya akan menindak tegas atas temuan itu. Kalau terbukti secara administratif menggunakan data palsu, sambungnya, maka ketiga anak itu harus didiskualifikasi dari SMA tempatnya mendaftar.

"Kemungkinan ada manipulasi. Sekarang kami ingin telusuri rangkaiannya, bagaimana akhirnya alamat itu digunakan," pungkas Bima.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diundang ke Wamena, Ganjar: Impian Saya Sejak Lama

Diundang ke Wamena, Ganjar: Impian Saya Sejak Lama

Regional
UU Minerba Bikin Penghasilan Daerah Minim, Anggota DPD RI Minta Kewenangan Pertambangan Dikembalikan ke Daerah

UU Minerba Bikin Penghasilan Daerah Minim, Anggota DPD RI Minta Kewenangan Pertambangan Dikembalikan ke Daerah

Regional
Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Regional
Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Regional
Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Regional
Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Regional
Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Regional
Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Regional
Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Regional
Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Regional
Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Regional
Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.