Ingat, Penerimaan PPDB 2019 Tak Ditentukan Siapa yang Tercepat Mendaftar...

Kompas.com - 24/06/2019, 11:50 WIB
Suasana menjelang pembukaan PPDB 2019 di SMP N 1 Tawangmangu Karanganyar, Jawa Tengah, pada Rabu (12/6/2019) malam. TRIBUN JATENG/AGUS ISWADISuasana menjelang pembukaan PPDB 2019 di SMP N 1 Tawangmangu Karanganyar, Jawa Tengah, pada Rabu (12/6/2019) malam.

SEMARANG, KOMPAS.com - Para orangtua atau wali murid diingatkan bahwa penerimaan siswa baru pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 tingkat SMA/SMK tidak ditentukan dari kecepatan saat mendaftar di sekolah.

"Para calon peserta didik baru SMA/SMK negeri di Jawa Tengah tidak perlu datang dini hari ke sekolah untuk mendaftar sebab penentu penerimaan tidak berdasarkan siapa yang tercepat mendaftar," kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah Jumeri di Semarang, Senin (24/6/2019).

Baca juga: 7 Fakta di Balik Sistem Zonasi PPDB 2019, Jokowi Akui Banyak Masalah hingga Muncul Kejanggalan Saat Pendaftaran

Dia menegaskan, informasi yang beredar di kalangan masyarakat bahwa siapa yang tercepat mendaftar akan diterima itu tidak benar atau hoaks karena seleksi PPDB di Jateng tetap mengacu pada tiga jalur, yakni jalur prestasi, perpindahan orangtua, dan zonasi.

Meski demikian, Jumeri menyebutkan bahwa kecepatan waktu mendaftar digunakan untuk memperebutkan satu kursi terakhir yang tersedia di setiap sekolah.

Dia mencontohkan, jika satu SMA negeri menerima peserta didik sebanyak 10 rombongan belajar atau 360 siswa, maka posisi yang terakhir itu baru akan diambilkan dari pendaftar tercepat saat ada lebih dari satu peserta pada posisi itu yang jarak rumahnya sama.

"Sedangkan urutan 1-359 tetap ditentukan berdasarkan prestasi, perpindahan orangtua dan zonasi," ujarnya.

Baca juga: Panitia PPDB Bingung, Lokasi Rumah Siswa Pendaftar Ada di Tengah Samudera Hindia

Oleh karena itu, masyarakat diimbau mendaftar sesuai jam kerja dan tidak perlu datang ke sekolah pada dini hari karena ingin cepat mendaftar dan diterima.

Jumeri mengatakan bahwa pengambilan token atau kode untuk mengaktivasi akun agar tidak digunakan orang lain saat melakukan pendaftaran dalam jaringan sekaligus verifikasi kelengkapan dokumen untuk calon siswa SMA mulai dibuka pada Senin (24/6/2019).

Untuk PPDB tingkat SMA, pengajuan akun dilakukan pada 24-28 Juni 2019, sedangkan SMK sudah dimulai pada 17 Juni dan berakhir pada 28 Juni 2019.

Token bisa diperoleh jika calon siswa melakukan verifikasi berkas di SMA/SMK Negeri terdekat dan tidak harus di sekolah tujuan.

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber Antara
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tak Bayar Rp 700.000, Penumpang Ojol Ini Hanya Tinggalkan Sandal Jepit, Begini Ceritanya

Tak Bayar Rp 700.000, Penumpang Ojol Ini Hanya Tinggalkan Sandal Jepit, Begini Ceritanya

Regional
2 Desa di Rokan Hulu Dilanda Banjir

2 Desa di Rokan Hulu Dilanda Banjir

Regional
PDP di RSUD Sambas Meninggal, Riwayat Perjalanan Berobat Kanker di Malaysia

PDP di RSUD Sambas Meninggal, Riwayat Perjalanan Berobat Kanker di Malaysia

Regional
Seorang Pria Tewas Tersambar Petir Saat Sedang Santai Kendarai Sepeda Motor

Seorang Pria Tewas Tersambar Petir Saat Sedang Santai Kendarai Sepeda Motor

Regional
Harga Ayam Ikut Terdampak Corona, 12 Juta Pekerja Terancam PHK

Harga Ayam Ikut Terdampak Corona, 12 Juta Pekerja Terancam PHK

Regional
Serahkan Uang Celengan, Bocah 7 Tahun: Ini untuk Dokter, Biar Bisa Beli Masker

Serahkan Uang Celengan, Bocah 7 Tahun: Ini untuk Dokter, Biar Bisa Beli Masker

Regional
Fakta Baru Siswi SMP Dibunuh dan Diperkosa Oknum Pembina Pramuka di OKU, Terancam Penjara Seumur Hidup

Fakta Baru Siswi SMP Dibunuh dan Diperkosa Oknum Pembina Pramuka di OKU, Terancam Penjara Seumur Hidup

Regional
Detik-detik Anak Tewas Tertimbun Longsoran Saat Gendong Ibunya yang Lumpuh

Detik-detik Anak Tewas Tertimbun Longsoran Saat Gendong Ibunya yang Lumpuh

Regional
2 Pekan Jalani Isolasi, PDP 51 Tahun di Jombang Positif Covid-19

2 Pekan Jalani Isolasi, PDP 51 Tahun di Jombang Positif Covid-19

Regional
Kronologi Penemuan Bayi yang Diduga Dilempar Ibu Kandungnya ke Atap Rumah di Mojokerto

Kronologi Penemuan Bayi yang Diduga Dilempar Ibu Kandungnya ke Atap Rumah di Mojokerto

Regional
Buron 10 Bulan, Bandar Narkoba Asal Pontianak Ditembak Polisi

Buron 10 Bulan, Bandar Narkoba Asal Pontianak Ditembak Polisi

Regional
Jumlah Pasien Positif Covid-19 di Kalsel Naik 2 Kali Lipat, 1 PDP Cluster Gowa Meninggal

Jumlah Pasien Positif Covid-19 di Kalsel Naik 2 Kali Lipat, 1 PDP Cluster Gowa Meninggal

Regional
[POPULER NUSANTARA] Driver Ojol Tertipu Antarkan Penumpang Purwokerto-Solo | Sosok Oknum Pembina Pramuka yang Bunuh dan Perkosa Siswi SMP

[POPULER NUSANTARA] Driver Ojol Tertipu Antarkan Penumpang Purwokerto-Solo | Sosok Oknum Pembina Pramuka yang Bunuh dan Perkosa Siswi SMP

Regional
Pasien Positif Corona Keluar Rumah Pakai Ojek, Diisolasi di RS dan Keluarga Bantah Dijemput Paksa

Pasien Positif Corona Keluar Rumah Pakai Ojek, Diisolasi di RS dan Keluarga Bantah Dijemput Paksa

Regional
Tragedi Satu Keluarga Tewas Terperosok Lobang Septic Tank Sedalam 20 Meter

Tragedi Satu Keluarga Tewas Terperosok Lobang Septic Tank Sedalam 20 Meter

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X