Diduga Pungli Agar Siswa Naik Kelas, Kepsek dan 2 Guru Terjaring OTT

Kompas.com - 01/07/2019, 05:28 WIB
Penyerahan berkas OTT oknum kepala sekolah SMPN dari pihak Kejari (kanan) kepada pihak Inspektorat (kiri) di Palangka Raya, Minggu (30/6/2019 AntaranewsPenyerahan berkas OTT oknum kepala sekolah SMPN dari pihak Kejari (kanan) kepada pihak Inspektorat (kiri) di Palangka Raya, Minggu (30/6/2019
Editor Rachmawati

PALANGKARAYA, KOMPAS.com - Oknum kepala sekolah salah satu SMP Negeri Palangkaraya, SA dan dua orang guru terjaring operasi tangkap tangan ( OTT) oleh tim Kejaksaan Negeri setempat.

SA dan dua oknum menerima sejumlah yang diduga terkait keinginan agar siswanya bisa naik kelas. Saat OTT, petugas mengamankan total uang Rp 1,5 juta di dalam tiga amplop yang berisi uang pecahan Rp 100.000. Setiap amplop berisi uang Rp 500.000

"Ini suatu kekhilafan. Saya ingin hal ini tidak terjadi lagi. Mohon maaf juga kepada guru-guru yang lain. Tidak ada niat saya yang tidak baik. Semua anak murid, baik mampu dan tidak mampu semua bisa kita tampung,” kata SA saat di kantor Kejaksaan Negeri Palangka Raya, Minggu (30/6/2019).

Baca juga: Takut Kena OTT, Warga Satu Kecamatan Enggan Ikut MTQ

SA mengaku khilaf dan menyesal. Ia juga terlihat pasrah dan saat penyerahan penanganan kasus ini, matanya terlihat berkaca-kaca.

Dia mengaku akan mengikuti aturan serta ketentuan yang berlaku dalam penanganan kasus ini, termasuk siap menerima apapun keputusannya nanti.

"Saya minta maaf kepada masyarakat, terutama guru-guru pendidik," ucapnya.

Operasi tangkap tangan tersebut dilakukan oleh Kejaksaan Negeri Palangka Raya pada Sabtu (29/6) siang. Namun setelah melalui berbagai pertimbangan, penanganan kasusnya diserahkan kepada Inspektorat Pemerintah Kota Palangka Raya.

Kepala Kejaksaan Negeri Palangkaraya Zet Tadung Allo menyampaikan, dalam Peraturan Pemerintah Nomor 53 tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil, Pemerintah Kota Palangkaraya, Inspektorat memiliki kewenangan menangani perkara itu.

“Di situ ada sangsi berat, sampai dengan pemecatan secara tidak hormat bagi ASN yang melanggar ketentuan. Kita serahkan teknisnya nanti dengan pihak Inspektorat,” kata Zet Tarung Allo.

Baca juga: Meneteskan Air Mata, Kepala Sekolah Cabut Surat Edaran Siswa Wajib Berbusana Muslim

Menurutnya, kasus ini merupakan modus baru di dunia pendidikan karena untuk naik kelas saja harus menyerahkan sejumlah uang. Dia juga  khawatir selama ini juga adalah pungutan liar dalam penerimaan siswa baru.

Ia mengatakan sangat disesalkan jika hal itu terjadi di dunia pendidikan dan ironisnya lagi terjadi di tingkat pendidikan dasar. Padahal, senaga pengajar diharapkan dapat lebih mendidik karakter generasi yang lebih baik.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X