Jeritan Peternak Saat Harga Ayam Anjlok Rp 5.000 Per Kg: Pilih Bertahan atau Kosongkan Kandang

Kompas.com - 26/06/2019, 05:30 WIB
Giyono (48), peternak ayam potong asal Dusun Gluntung, Desa Patuk, Kecamatan Patuk, Gunungkidul, Yogyakarta, di kandang ayamnya yang berkapasitas 4.000 ekor ayam, Selasa (25/6/2019). Ia memilih bertahan walaupun kandangnya hanya diisi 3.000 ekor ayam. KOMPAS.com/MARKUS YUWONO Giyono (48), peternak ayam potong asal Dusun Gluntung, Desa Patuk, Kecamatan Patuk, Gunungkidul, Yogyakarta, di kandang ayamnya yang berkapasitas 4.000 ekor ayam, Selasa (25/6/2019). Ia memilih bertahan walaupun kandangnya hanya diisi 3.000 ekor ayam.

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Sejumlah warga di Dusun Gluntung, Desa Patuk, Kecamatan Patuk, Gunung Kidul, Yogyakarta, bekerja sebagai peternak ayam potong.

Namun, setelah terjadi penurunan harga beberapa waktu terakhir, sejumlah peternak memilih mengosongkan kandang.

Salah seorang peternak di Dusun Gluntung bernama Supardal (47) menceritakan dirinya memilih tidak memelihara ayam di kandang setelah panen hari Lebaran kemarin.

Waktu itu dirinya memelihara 3.000 ekor ayam, dengan harga ayam per kilogram Rp 15.000.  Tetapi pasca-Lebaran harga ayam mulai berangsur menurun, mulai Rp 10.000 hingga beberapa waktu lalu sampai Rp 6.000 per kilogram.

Baca juga: Protes Harga Anjlok, Peternak di Jawa Tengah Akan Bagikan 10.000 Ayam Hidup Gratis

Harga sampai titik terendah seperti saat ini belum pernah dirasakannya sejak ia memutuskan menjadi peternak mandiri pada 2001.

"Saya belum mulai memelihara lagi karena harganya," katanya saat ditemui wartawan di rumahnya, Selasa (25/6/2019).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Harga sampai titik terendah seperti ini jauh dibandingkan dengan harga pokok produksi (HPP) Rp 18.000 per kilogram. Maka, peternak mengalami kerugian sekitar Rp 10.000 per kilogram.

Jika dihitung per peternak mandiri yang rata-rata memelihara 3.000 ekor, berat per ekor 2 kilogram, kerugian akan mencapai belasan juta rupiah per peternak.

Baca juga: Prihatin Harga Ayam Murah, Peternak Bagi-bagi 5.000 Ayam Gratis

Yang untung pedagang...

Kondisi seperti ini, menurut Supardal, merugikan dirinya sebagai peternak kecil, tetapi berbanding terbalik dengan pedagang yang mendapatkan keuntungan besar.

"Harga itu karena stok terlalu banyak atau gimana. Stok di lapangan sehingga turun drastis," katanya.

Para peternak memilih bermitra dengan perusahaan besar dan dirasakan aman. Menurut dia, membagikan ayam bukan solusi terbaik, tetapi menunjukkan kepada masyarakat jika margin antara peternak dan penjual cukup tinggi.

"Seperti dibilang Apayo daripada masyarakat beli tinggi kan. Ini salah satu aksi berbagai pihak bisa mengetahui kalau bisa sama-sama untung antara bakul dan peternak," ucapnya.

Baca juga: Diminta DPR Perhatikan Harga Ayam yang Anjlok, Ini Kata Menko Darmin

Seorang peternak ayam potong lain bernama Giyono (48) mengatakan dirinya memilih bertahan dengan memelihara 3.000 ekor ayam, padahal kapasitas kandang untuk 4.000 ekor.

Dia memiliki harapan harga ayam akan stabil ke depan. Saat ini ayam peliharaannya berusia 19 hari dengan masa panen 36 hari.

"Masih bertahan, tapi kolaps (tidak baik) kondisinya. Mungkin ada harapan suatu saat harga normal," katanya.

Menurut dia, harga ayam potong saat ini kurang berpihak kepada peternak kecil seperti dirinya. Bahkan, harganya pernah menyentuh Rp 5.000 per kilogram.

Baca juga: Harga Ayam Ras Anjlok, Peternak di Pekalongan Rugi Puluhan Juta Rupiah

Akibat stok melimpah

Padahal, sekitar Ramadhan lalu harganya masih Rp 19.000 per kilogram. Harga ini masih menguntungkan jika HPP Rp 18.000 per kilogram.

"Biasanya harga saat Lebaran bagus, tetapi tahun ini stok melimpah sehingga harganya anjlok," ucapnya.

"Jika harga Rp 5.000 per kilogram kutuk (day old chicken/DOC) saja Rp 6.500, belum makan dan obat. Harga pokok produksi sekitar Rp 18.000 per kilogram buat operasional sama DOC," ujarnya.

Dia berharap ke depan harga daging ayam kembali normal dan bisa menguntungkan peternak seperti dirinya.

Setidaknya ada 30 peternak ayam di Dusun Gluntung, Desa Patuk. Pembelinya tidak hanya dari DIY, tetapi juga luar daerah seperti Temanggung dan Kebumen. 

Baca juga: Harga Ayam Ras Anjlok, Peternak Menjerit



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sejumlah Warga Tak Mau Terima BST Dobel, Begini Respons Ganjar Pranowo

Sejumlah Warga Tak Mau Terima BST Dobel, Begini Respons Ganjar Pranowo

Regional
Bantu Pemkab Bogor Kejar Target, Telaga Kahuripan Fasilitasi Vaksin untuk Warga

Bantu Pemkab Bogor Kejar Target, Telaga Kahuripan Fasilitasi Vaksin untuk Warga

Regional
11 Tahun Menanti, Wonogiri Akhirnya Kantongi Predikat KLA Tingkat Pratama

11 Tahun Menanti, Wonogiri Akhirnya Kantongi Predikat KLA Tingkat Pratama

Regional
Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Regional
Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Regional
Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Regional
Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Regional
Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Regional
Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Regional
Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X