Harga Ayam Ras Anjlok, Peternak di Pekalongan Rugi Puluhan Juta Rupiah

Kompas.com - 25/06/2019, 10:33 WIB
Salah seorang peternak ayam sedang memberi makan di Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan Jawa Tengah. Kompas.com/Ari HimawanSalah seorang peternak ayam sedang memberi makan di Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan Jawa Tengah.

PEKALONGAN, KOMPAS.com - Harga ayam ras terjun bebas di angka Rp 8.500 - Rp 10.000 per kilogram. Padadal harga normalnya antara Rp 16.000 - Rp 17 ribu per kilo.

Akibatnya peternak ayam ras di Kabupaten Pekalongan mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah.

Waluyo Jati salah seorang peternak ayam ras dari Desa Kulu, Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah hanya bisa pasrah dengan rendahnya harga ayam ras. Ia mengatakan harga ayam ras pedaging kini hanya Rp 8.500 per kilogram.

Baca juga: Harga Ayam Ras Anjlok, Peternak Menjerit

"Harga ayam ras pedaging ini turun drastis satu minggu setelah lebaran. Pada saat lebaran harganya sekitar Rp 16.000 per kilonya," kata Waluyo, kepada Kompas.com, Selasa (25/6/2019).

Pria berumur 38 tahun tersebut menduga anjloknya harga ayam ras di tingkat peternak karena ada permainan di tingkat pedagang dan stok ayam pedaging yang cukup tinggi.

Menurutnya menjelang pertengahan bulan Ramadhan 2019 lalu, bibit ayam ras dikeluarkan semua untuk diternak agar saat lebaran tidak kekurangan ayam pedaging.

"Stok ayam pasca-lebaran justru melimpah sehingga harga ayam pedaging turun. Diduga juga ada permainan di tingkat pedagang besar. Harga ayam pedaging di pasar masih tinggi di angka Rp 37.000 per kilogramnya," lanjut waluyo.

Baca juga: Prihatin Harga Ayam Murah, Peternak Bagi-bagi 5.000 Ayam Gratis

Rendahnya harga ayam membuat peternak enggan menjual ayamnya. Harga ayam yang terlalu rendah tidak bisa menutup biaya produksi. Waktu panen ayam pun terpaksa mundur hingga sekitar dua bulan.

"Kondisi normal usia 33 hari sampai 34 hari biasanya ayam sudah kita panen, tapi sekarang usia hampir 58 hari terpaksa belum kita panen karena harganya sangat rendah," lanjutnya.

Mundurnya waktu panen ayam ras, membuat peternak mengeluarkan biaya tambahan untuk pakan dan biaya operasional lainnya.

Jika dalam kondisi normal, dalam satu periode panen, pakan yang habis sekitar 300 karung. Jika panen diundur hingga hampir dua bulan, maka kebutuhan pakan ayam pun meningkat hingga 400 karung.

Baca juga: Daripada Jadi TKI di Malaysia, Lebih Baik Jadi Peternak Sapi

Waluyo terus berujar jika harga bibit ayam ras sudah mahal, yakni Rp 7.500 per ekor. Jika harga ayam Rp 8.500 per kilonya, maka peternak akan rugi besar.

"Harga pakan saja sudah tinggi, sekitar Rp 8,4 juta per tonnya. Saat ini peternak ayam pedaging kelimpungan. Dengan jumlah ayam sekitar 7 ribu ekor, kerugian yang dialami sekitar Rp 22 juta. Dengan biaya operasional kerugian sekitar Rp 35 juta," tutupnya.

Peternak hanya bisa berharap harga ayam ras kembali stabil di kisaran harga Rp 15.000 - Rp 16.000 per kilogramnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polda Sulut Soft Launching Logo Baru di Gunung Klabat

Polda Sulut Soft Launching Logo Baru di Gunung Klabat

Regional
Kisah 43 Peserta Ekspedisi Wisata Air Terjun Terjebak di Hutan Konawe Utara

Kisah 43 Peserta Ekspedisi Wisata Air Terjun Terjebak di Hutan Konawe Utara

Regional
Kota Ambon Keluar dari Zona Merah Covid-19, Wali Kota Bilang karena Ini

Kota Ambon Keluar dari Zona Merah Covid-19, Wali Kota Bilang karena Ini

Regional
Banjir Landa Sejumlah Desa di Kampar, Listrik Dipadamkan

Banjir Landa Sejumlah Desa di Kampar, Listrik Dipadamkan

Regional
Pasien Corona Lolos di Bandara Pekanbaru, Dinkes Riau Ambil Langkah Ini

Pasien Corona Lolos di Bandara Pekanbaru, Dinkes Riau Ambil Langkah Ini

Regional
Nama Direskrimum Polda Sulsel Dicatut untuk Menipu, Pelaku Beraksi di Dalam Lapas

Nama Direskrimum Polda Sulsel Dicatut untuk Menipu, Pelaku Beraksi di Dalam Lapas

Regional
Detik-detik Suami Peluk Istri yang Hamil 7 Bulan Saat Ditodong Senjata Api oleh Begal

Detik-detik Suami Peluk Istri yang Hamil 7 Bulan Saat Ditodong Senjata Api oleh Begal

Regional
Keluarga yang Ambil Paksa Jenazah Covid-19 di RSUD Mataram Tolak Pakai APD Saat Pemakaman

Keluarga yang Ambil Paksa Jenazah Covid-19 di RSUD Mataram Tolak Pakai APD Saat Pemakaman

Regional
Pemuda Tantang Polisi di Arena Sabung Ayam Ternyata Anak Anggota DPRD Toraja Utara

Pemuda Tantang Polisi di Arena Sabung Ayam Ternyata Anak Anggota DPRD Toraja Utara

Regional
Anaknya Tak Lolos PPDB SMP, Orangtua Kejar dan Cegat Mobil Kadisdik

Anaknya Tak Lolos PPDB SMP, Orangtua Kejar dan Cegat Mobil Kadisdik

Regional
Orangutan Juga Harus Dites Covid-19, Contohnya Maria...

Orangutan Juga Harus Dites Covid-19, Contohnya Maria...

Regional
68 Santri Pondok Gontor Rapid Test, Tiga Reaktif

68 Santri Pondok Gontor Rapid Test, Tiga Reaktif

Regional
Dikeroyok Koalisi Besar di Pilkada Surabaya, PDI-P Tetap Target Menang

Dikeroyok Koalisi Besar di Pilkada Surabaya, PDI-P Tetap Target Menang

Regional
Bupati Gresik: Tegas Bukan Hanya kepada Pemilik Warung, tapi Juga ke Aparatur Pemerintah

Bupati Gresik: Tegas Bukan Hanya kepada Pemilik Warung, tapi Juga ke Aparatur Pemerintah

Regional
ASN di NTT Diduga Hina Kapolsek di Medsos, Ini Akibatnya

ASN di NTT Diduga Hina Kapolsek di Medsos, Ini Akibatnya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X