Pemuka Adat Marah, Yel-yel Suporter PSPS Riau Dinilai Hina Gubernur Riau

Kompas.com - 25/06/2019, 15:38 WIB
Massa pendukung klub sepakbola PSPS Riau (Curva Nord 1955 Pekanbaru dan Asykar Theking) berunjukrasa di depan Kantor Gubernur Riau, di Pekanbaru, Riau, Senin (24/6/2019). Unjukrasa ini merupakan buntut dari kekecewaan pendukung lantaran pemerintah Provinsi Riau dinilai tidak peduli dengan nasib PSPS Riau, serta menagih janji Gubernur Riau Syamsuar yang hendak menjembatani PSPS Riau agar bisa mendapatkan dukungan dari sejumlah perusahaan yang beroperasi di Riau. ANTARA FOTO/Rony Muharrman/hp.Massa pendukung klub sepakbola PSPS Riau (Curva Nord 1955 Pekanbaru dan Asykar Theking) berunjukrasa di depan Kantor Gubernur Riau, di Pekanbaru, Riau, Senin (24/6/2019). Unjukrasa ini merupakan buntut dari kekecewaan pendukung lantaran pemerintah Provinsi Riau dinilai tidak peduli dengan nasib PSPS Riau, serta menagih janji Gubernur Riau Syamsuar yang hendak menjembatani PSPS Riau agar bisa mendapatkan dukungan dari sejumlah perusahaan yang beroperasi di Riau.

KOMPAS.com - Sorakan atau yel-yel suporter PSPS Riau pada pertandingan perdana Liga 2 Indonesia dan demonstrasi memicu reaksi kemarahan dari pemuka adat Melayu.

Yel-yel itu dinilai memiliki unsur penghinaan terhadap Gubernur Riau Syamsuar.

“Kata-kata dalam yel-yel bentuk nyanyian yang disampaikan pengunjuk rasa, sangatlah kasar dan tidak patut diarahkan kepada siapa pun. Apalagi ditujukan kepada pemimpin pemerintahan setingkat gubernur, yang belum tentu terkait langsung dengan persoalan yang meresahkan kelompok pengunjuk rasa,” kata Ketua Majelis Kerapatan Adat Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), Datuk Seri Al Azhar dalam pernyataan pers di Kota Pekanbaru, Selasa (25/6/2019).

Ia mengatakan, LAMR amat menyesalkan kejadian tersebut karena Riau yang notabene negeri Melayu, kesantunan harus dijunjung tinggi. Perbuatan tidak menyenangkan dari suporter PSPS Pekanbaru dinilai mencederai martabat, marwah dan harga diri seseorang.

Hal tersebut sangat berpotensi menimbulkan reaksi serta masalah-masalah lain yang tidak diharapkan.

“Sekarang reaksi itu sudah muncul. Senin petang tadi (24/6/2019), LAMR menerima wakil dari kelompok masyarakat bernama Aliansi Penjaga Marwah Riau. Mereka menyerahkan surat meminta agar LAMR memproses kasus ketidakpatutan dan penghinaan terhadap Gubernur Riau tersebut berdasarkan adat. Kami menduga, akan ada pula kelompok-kelompok lain yang juga bereaksi,” katanya.

Baca juga: Kabur Saat Rutan Lhoksukon Rusuh, 26 Napi Berhasil Ditangkap

Terhadap kejadian itu, beserta reaksi yang timbul, Al Azhar mengatakan LAMR akan bermusyawarah untuk menyepakati sikap selanjutnya.

Wakil Gubernur Riau, Edy Natar Nasution, juga sempat naik pitam akibat yel-yel suporter PSPS Pekanbaru tersebut. Ia menyesalkan perilaku tidak menyenangkan sejumlah suporter yang mencoret-coret foto dirinya dan juga meneriakkan yel-yel yang menjelekkan Gubernur Riau Syamsuar saat pertandingan PSPS Pekanbaru lawan PSMS Medan di Stadion Kaharudin Nasution Pekanbaru pada Minggu lalu.

“Foto gubernur dan foto saya dicoret-coret kemudian berteriak Syamsuar anjing segala macam. Ini perilaku apa? Anak kandung saya kalau datang seperti itu, saya habisin. Etika orang melayu mana yang seperti itu di bumi Riau ini yang terkenal santun,” ujar Edy Natar Nasution saat menerima perwakilan suporter PSPS yang berdemonstrasi pada Senin.

Baca juga: [POPULER NUSANTARA] Identitas Perempuan yang Pelesiran Bersama Setnov | Rutan di Lhoksukon Rusuh

Suporter sempat meneriakkan yel-yel kecaman terhadap Gubernur Riau yang hingga kini belum tegas untuk membantu menyelamatkan PSPS Pekanbaru saat pertandingan perdana Liga 2 Indonesia saat tim tuan rumah melawan PSMS Medan, Sabtu (22/6/2019).

Tindakan suporter sempat lepas kontrol akibat tim tuan rumah kalah dengan skor akhir 2-3.

Wasit sempat menghentikan pertandingan pada menit ke- 80 akibat kerusuhan yang terjadi setelah penonton sempat masuk ke area lapangan. Sebelumnya sempat diwarnai pembakaran kertas dan flare.

Suporter melemparkan flare ke belakang gawang PSMS Medan sehingga mengganggu pertandingan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengungsi Erupsi Gunung Merapi di Sleman Kembali ke Rumah, Sempat Gelar Tumpengan

Pengungsi Erupsi Gunung Merapi di Sleman Kembali ke Rumah, Sempat Gelar Tumpengan

Regional
Paus yang Terjebak Lumpur di Sungai Akhirnya Lepas Berkat Warga

Paus yang Terjebak Lumpur di Sungai Akhirnya Lepas Berkat Warga

Regional
Bupati Tegal Umi Azizah Tak Divaksin Covid-19 karena Terganjal Usia

Bupati Tegal Umi Azizah Tak Divaksin Covid-19 karena Terganjal Usia

Regional
Musisi di Bali Edarkan Ganja, Berdalih Sepi Manggung Saat Pandemi

Musisi di Bali Edarkan Ganja, Berdalih Sepi Manggung Saat Pandemi

Regional
Video Viral Wajah Warga di Makassar Terkena Anak Panah, Ini Kata Polisi

Video Viral Wajah Warga di Makassar Terkena Anak Panah, Ini Kata Polisi

Regional
Diabaikan Pengunjung Kafe, Kapolres: Kalau Tidak Pulang, Saya Angkut

Diabaikan Pengunjung Kafe, Kapolres: Kalau Tidak Pulang, Saya Angkut

Regional
4 Kasus Pemalsuan Surat Rapid Test, Lupa Ubah Nomor hingga Palsukan Tanda Tangan Dokter

4 Kasus Pemalsuan Surat Rapid Test, Lupa Ubah Nomor hingga Palsukan Tanda Tangan Dokter

Regional
Hendak Digugat Cerai, Seorang Suami di Surabaya Jebak Istri Bawa Sabu agar Ditangkap Polisi, Ini Ceritanya

Hendak Digugat Cerai, Seorang Suami di Surabaya Jebak Istri Bawa Sabu agar Ditangkap Polisi, Ini Ceritanya

Regional
2 Penumpang Sriwijaya Air SJ 182 Asal Lampung Teridentifikasi

2 Penumpang Sriwijaya Air SJ 182 Asal Lampung Teridentifikasi

Regional
Kasus Anak Gugat Ibu karena Fortuner Mulai Disidangkan, Kedua Pihak Siap Berdamai

Kasus Anak Gugat Ibu karena Fortuner Mulai Disidangkan, Kedua Pihak Siap Berdamai

Regional
Setelah Videonya Buang Ratusan Telur Viral, Suparni Menyesal dan Minta Maaf

Setelah Videonya Buang Ratusan Telur Viral, Suparni Menyesal dan Minta Maaf

Regional
Polisi Hancurkan 563 Knalpot 'Racing'

Polisi Hancurkan 563 Knalpot "Racing"

Regional
Divaksin Covid-19, Bupati Wonogiri: Rasanya Seperti Digigit Semut Rangrang

Divaksin Covid-19, Bupati Wonogiri: Rasanya Seperti Digigit Semut Rangrang

Regional
6 Warga NTB Korban Sindikat Pengiriman TKI Ilegal Dicegah Masuk Malaysia

6 Warga NTB Korban Sindikat Pengiriman TKI Ilegal Dicegah Masuk Malaysia

Regional
Soal Siswi Non-Muslim di Padang Wajib Jilbab, Kadisdik Padang: Aturan Itu Tidak Berlaku

Soal Siswi Non-Muslim di Padang Wajib Jilbab, Kadisdik Padang: Aturan Itu Tidak Berlaku

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X