Setelah 32 Tahun, Jalur Klasik Pendakian Raja Brawijaya ke Puncak Gunung Lawu Kembali Dibuka

Kompas.com - 25/06/2019, 11:48 WIB
Dibuka sebulan lalu jalur klasik pendakian Gunung Lawu Pos Singo Langu menjanjikan pemandangan yang lebih indah. KOMPAS.com/SUKOCODibuka sebulan lalu jalur klasik pendakian Gunung Lawu Pos Singo Langu menjanjikan pemandangan yang lebih indah.

MAGETAN , KOMPAS.com - Jalur pendakian ke puncak Gunung Lawu dari sisi timur kembali dibuka oleh karangtaruna Desa Singo Langu, Kabupaten Magetan, Jawa Timur. 

Koordinator karang taruna Singo Langu, Nuryanto mengatakan jika jalur dari sisi timur Gunung Lawu merupakan jalur klasik yang dipercaya sebagai jalur Raja Brawijaya saat melakukan pendakian ke puncak Gunung Lawu.

"Jalur ini sudah ada sejak jaman dahulu, tapi sempat vakum setelah ada belasan pendaki yang tersesat di Puncak Lawu tahun 1987 lalu,” kata Nuryanto kepada Kompas.com, di pos pendakian Singo Langu, Senin (23/6/2019).

Baca juga: Suhu di Gunung Lawu Dilaporkan Minus 3 Derajat, Satu Pendaki Pingsan

Upaya membuka kembali jalur pendakian dari sisi timur Gunung Lawu dilakukan sejak Oktober tahun 2018 lalu.

Sebanyak 40 pemuda dari Desa Singo Langu melakukan pendakian serta kembali membersihkan jalan setapak yang mulai tertutup semak.

"Pada 5 Mei kemarin, jalur klasik Singo Langu diresmikan dengan melakukan pendakian massal. Ada 300 pedaki melakukan pendakian dari jalur sini,” jelasnya.

Jalur klasik Singo Langu menurut Nuryanto menyuguhkan pemandangan yang lebih indah karena pendaki bisa langsung memandang keindahan Telaga Sarangan dan hamparan Kota Magetan di sisi timur.

Selain itu pendaki juga bisa langsung menikmati sunrise karena jalur pendakian langsung menghadap ke timur.

Baca juga: Gunung Lawu Sepi Pendaki, Pemilik Warung Memilih Turun Gunung

Sejumah pendaki juga bisa melihat beberapa petilasan sepert batu lapak yang dipercaya sebaga petilasan Raja Brawijaya, serta ada beberapa peninggalan Belanda yang berkaitan dengan jalur pendakian di Singo Langu.

"Dari pos 1 kita disuguhi camping ground dengan hutan yang masih alami. Setelah itu di pos 2 ada batu lapak. Kita juga akan disuguhi sunrise yang indah,” ucap Nuryanto.

Pendaki yang melakukan pendakian di jalur klasik Pos Singo Langu juga akan mendapat welcome drink susu segar untuk mengenalkan jika Singo Langu memiliki potensi lain.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X