Gunung Lawu Sepi Pendaki, Pemilik Warung Memilih Turun Gunung

Kompas.com - 06/05/2019, 14:07 WIB
 Dessy salah satu pemilik warung di jalur pendakian Puncak Lawu memilih menutup warungnya karena saat bulan puasa pendaki mengalami penurunan. KOMPAS.com/SUKOCO Dessy salah satu pemilik warung di jalur pendakian Puncak Lawu memilih menutup warungnya karena saat bulan puasa pendaki mengalami penurunan.

MAGETAN , KOMPAS.com - Sejumlah warung yang berada di sepanjang jalur menuju puncak Gunung Lawu memilih tutup karena jumah pendaki menurun drastis saat bulan puasa.

Desy, salah satu pemilik warung di Pos II mengaku memilih tidak berjualan karena selain sepi, ia juga ingin fokus berpuasa. “ Biasanya sepi kalau bulan puasa. Milih libur sekalian kalau puasa,” ujarnya ditemui saat turun di pintu pendakian Cemoro Sewu Senin (06/05/2019).

Baca juga: Warung Mbok Yem, Warung Tertinggi di Indonesia yang Legendaris

Sementara itu, Andre salah satu pendaki yang turun dari Gunung Lawu mengatakan selama perjalanan dari puncak Lawu menuju cemoro Sewu, jumlah pendaki terlihat sedikit. Selain itu, beberapa warung di puncak Gunung Lawu terlihat masih buka meski memasuki bulan puasa.

"Ada beberapa yang tutup, tapi Mbok Yem masih buka. Kalau jumlah pendaki agak sepi tadi,” katanya.

Saat ini, selain mbok Yem, belasan warung juga meramaikan jalur pendakian ke Puncak Lawu baik dari jalur Cemoro Kandang maupun dari jalur Cemoro Sewu.

Kompas.com  sempat melakukan pendakian pada Selasa (30/4/2019). Dari pengamatan Kompas.com, di Pos I dan Pos II terdapat satu bangunan warung, sementara di Pos IV terdapat dua warung. Sedangkan di Pos V terdapat satu warung dan di kawasan Puncak Lawu Hargo Dumilah terdapat lebih dari 10 warung.

Baca juga: Warung Tertinggi di Indonesia Sudah Ada sejak Zaman Belanda

Sebelumnya fenomena bangunan warung di jalur pendakian ke Puncak Lawu ditemukan dalam sebuah foto hitam putih yang dibuat tahun 1920-an. Foto turis Belanda yang berpose di luar warung yeng berdinding bambu tersebut di dapat oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Magetan dari situs Tropenmusium.

Arsiparis Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Magetan, Ainin Budi Hartanto mengatakan, dengan adanya foto tersebut jalur pendakian ke Puncak Lawu sudah ramai sejak zaman Belanda.

“Artinya warung di puncak Gunung Lawu itu sudah ada sejak zaman Belanda berdasarkan bukti foto, bahkan mungkin sejak zaman Kerajaan Majapahit,” katanya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Sonto Wiryo Jatuh dari Ketinggian 9 Meter hingga Lengan Patah Menggantung Selama 19 Tahun

Kisah Sonto Wiryo Jatuh dari Ketinggian 9 Meter hingga Lengan Patah Menggantung Selama 19 Tahun

Regional
Akibat Hujan Deras di Tanjung Raya Agam, 1 Tewas, 13 Rumah Rusak, Akses Jalan Lumpuh

Akibat Hujan Deras di Tanjung Raya Agam, 1 Tewas, 13 Rumah Rusak, Akses Jalan Lumpuh

Regional
Buntut Konflik Tanah di Flores Timur: Polisi dan Istri Disandera, Rumah Rohaniawan Dirusak, 7 Orang Ditangkap

Buntut Konflik Tanah di Flores Timur: Polisi dan Istri Disandera, Rumah Rohaniawan Dirusak, 7 Orang Ditangkap

Regional
Derita Nenek Theresia, Tinggal di Gubuk Bekas Toilet Warga Tanpa Listrik

Derita Nenek Theresia, Tinggal di Gubuk Bekas Toilet Warga Tanpa Listrik

Regional
Ketika Trayek Angkot di Tasikmalaya Jadi Istilah Transaksi Narkoba

Ketika Trayek Angkot di Tasikmalaya Jadi Istilah Transaksi Narkoba

Regional
Jenazah Tersangka Teroris Abu Alfat Dimakamkan di Medan, Sang Ibu Tak Sanggup Turun dari Mobil

Jenazah Tersangka Teroris Abu Alfat Dimakamkan di Medan, Sang Ibu Tak Sanggup Turun dari Mobil

Regional
Pabrik Sepatu Hengkang ke Jateng, Pengangguran Berpotensi Naik hingga Gubernur Banten Janjikan Investasi Baru

Pabrik Sepatu Hengkang ke Jateng, Pengangguran Berpotensi Naik hingga Gubernur Banten Janjikan Investasi Baru

Regional
Franz Magnis Suseno: Negara Harus Intoleran terhadap Intoleransi

Franz Magnis Suseno: Negara Harus Intoleran terhadap Intoleransi

Regional
Fakta Sidang Suap Bupati Muara Enim: Minta Mobil Lexus, Wakil Bupati dan 22 Anggota DPRD Ikut Terlibat

Fakta Sidang Suap Bupati Muara Enim: Minta Mobil Lexus, Wakil Bupati dan 22 Anggota DPRD Ikut Terlibat

Regional
[POPULER NUSANTARA] Cerita di Balik Perjuangan Hidup Dewi | 10 Pabrik Sepatu Pilih Hengkang ke Jateng

[POPULER NUSANTARA] Cerita di Balik Perjuangan Hidup Dewi | 10 Pabrik Sepatu Pilih Hengkang ke Jateng

Regional
Korban Robohnya Aula SMKN 1 Miri Dapat Bantuan Pengobatan dari Pemkab Sragen

Korban Robohnya Aula SMKN 1 Miri Dapat Bantuan Pengobatan dari Pemkab Sragen

Regional
Waspada, 'The Silent Killer' Penurunan Muka Tanah Ancam Wilayah Semarang

Waspada, "The Silent Killer" Penurunan Muka Tanah Ancam Wilayah Semarang

Regional
Fakta Pria 70 Tahun Ditemukan Tewas di Balikpapan, Diduga Korban Pembunuhan hingga Masih Diselidiki

Fakta Pria 70 Tahun Ditemukan Tewas di Balikpapan, Diduga Korban Pembunuhan hingga Masih Diselidiki

Regional
Batal Jadi Pembicara di Seminar Sesko TNI, Menhan Prabowo Rapat Terbatas dengan Presiden

Batal Jadi Pembicara di Seminar Sesko TNI, Menhan Prabowo Rapat Terbatas dengan Presiden

Regional
Dituding Rugikan Mitra Individu, Grab dan PT TPI Jalani Sidang di KPPU Medan

Dituding Rugikan Mitra Individu, Grab dan PT TPI Jalani Sidang di KPPU Medan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X